Monday, January 7, 2013

KUMPULAN SKRIPSI PPKN PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD


 PENINGKATAN  PEMAHAMAN  SISWA  PADA  MATA
PELAJARAN  PKn  MELALUI  PEMBELAJARAN
KOOPERATIF  TIPE  STAD  MATERI  SISTEM
HUKUM  NASIONAL  DI  KELAS  XA
SMAN  2  PONTIANAK 



BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                                                                        
A. Latar belakang masalah
         Pembelajaran PKn sebenarnya mempunyai peran yang sangat penting.Mata pelajaran PKn diharapkan akan mampu membentuk siswa yang ideal memiliki mental yang kuat, sehingga dapat mengatasi permasalahan yang akan  dihadapi.
         Selama ini proses pembelajaran  PKn di kls Xa kebanyakan masih mengunakan paradigma yang lama dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa yang pasif. Guru mengajar dengan metode konvensional yaitu metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat dan hafal ( 3DCH ) Sehingga Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) menjadi monoton dan kurang menarik perhatian siswa. Kondisi seperti itu tidak akan  meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran PKn.Akibatnya nilai akhir yang dicapai siswa tidak seperti yang diharapkan. Di kelas Xa selama ini siswanya masih kurang aktif dalam hal bertanya dan menjawab, siswa yang yang aktif hanya 55 %, dan siswa yang mempunyai kemampuan menjawab  40%   Pada pelaksanaan ujian Blok tgl 3 September 2007, hasil yang dicapai siswa kls Xa  sangat jauh dari memuaskan,dimana hanya mendapat daya serap kurang dari 60% atau nilai rata-rata kls kurang dari 5, berdasarkan analisis situasi / latar belakang diatas maka penulis berkeinginan untuk memperbaiki / mengadakan inovasi pembelajaran.
         Memperhatikan permasalahan diatas , sudah selayaknya dalam         pengajaran PKn dilakukan suatu inovasi. Jika dalam pembelajaran yang  terjadi sebagian besar dilakukan oleh masing-masing siswa , maka dalam penelitian ini akan diupayakan peningkatan pemahaman siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD ( Student Team Achiement Division ).
         Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pendekatan pengajaran  yang efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan , khususnya dalam          Keterampiln Interpersonal siswa  ( Badeni, 1998 ). Salah satu pendekatan  pembelajaran koperatif adalah dengan tipe STAD ( Student Team Achiement Division ) .
         Diharapkan melalui pembelajaran kooperatif  dengan tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn. Serta semangat kebersamaan  dan saling membantu dalam menguasai materi PKn. Sehingga siswa dapat meningkatkan pemahaman  yang Optimal terhadap mata pelajaran PKn.
         Permasalahan dalam penelitian ini  adalah  tindakan apa yang dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn. banyak faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab terjadi permasalahan tersebut diatas.
         Dengan merefleksi bersama antar guru teridentifikasi akar permasalahan diduga penyebab masalah tersebut, yaitu penggunaan strategi pembelajaran yang dilakukan guru PKn masih konvensional, dominasi guru dalam kelas dominan (teacher  centered strategi).
          Oleh karena itu perlu dicari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut         Sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, kreatif,  bisa bekerja sama dan membangun daya pikir yang optimal,Untuk itu melalui    penelitian ini akan dicobakan suatu metode pembelajaran Kooperatif tipe STAD,       Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD  adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter     tergantung keberhasilan individu, sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa      menggantungkan pada anggota yang lain.Pembelajaran kooperatif tipe STAD       menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi      saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.
         Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, masalah       Yang perlu dicarikan pemecahannya melalui penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : ” Apakah pembelajaran koperatife tipe STAD dapat        Meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn materi sistem hukum        Nasional di Kelas Xa SMAN 2 Pontianak ?
  
B. PERUMUSAN  MASALAH
         Model Pembelajaran Koperatif  tipe STAD merupakan pendekatan              Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara              siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.
  Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akdemik baru  kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. Dalam pembelajaran Kooperatife yang dikembangkan oleh  Robert Slavin dan kawan kawannya dari Universitas John Hopkins. Tipe ini dipandang sebagai yang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajran Kooperatif  Berdasarkan latar belakang rumusan masalahnya adalah apaka   pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi SistemHukum   Nasional di kelas Xa SMA Negeri 2 Pontianak ?
Rumusan masalah diatas dirinci sebagai berikut : 
  1. Apakah pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa mada materi Sistem HukumNasional di Kelas Xa SMAN 2 Pontianak ?
  1. Apakah pembelajaran mengunakan metode pembelajaran koperatife Tipe STAD dapat meningkatkan hasil pemahaman siswa pada materi Sistem Hukum Nasional di kelas Xa SMAN 2 Pontianak ?
C. Pemecahan  masalah
         Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka alternative cara pemecahan sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran  PKn melalui pendekatan Pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan memperbaiki strategi pembelajaran.
  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hasil peningkatan siswa dalam pemahaman mata pelajaran PKn, dengan pendekatan kooperatif Tipe STAD dengan melakukan observasi, lalu merancang evaluasi, situasi belajar dengan pembentukan kelompok-kelompok belajar.

D. Tujuan  penelitian
         Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki berbagai masalah yang                   timbul dalam pembelajaran PKn di kelas Xa SMAN 2 Pontianak.
                  Adapun tujuan secara rinci sebagai berikut :
  1. Untuk memperbaiki peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn dengan mengubah strategi pembelajaran.
  2. Untuk melihat hasil dari strategi pembelajaran dengan melakukan observasi

E. Manfaat  hasil  penelitian
         Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat :
  1. Bagi guru dapat terjadi inovasi dalam proses pembelajaran karena guru akan mengubah paradigma strategi pembelajaran.
  2. Siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan pemahaman mata pelajaran PKn

BAB  II
KAJIAN  TEORI  DAN  PUSTAKA
         Dalam penerapan pembelajaran dengan metode kooperatif model STAD diharapkan  para guru harus memiliki pemahaman yang proposional terhadap metode tersebut dalam membantu proses belajar. Oleh karena itu perlu memahami:
  1. Hakekat Pembelajaran Koopertif ( Cooperative Learning )             .      
    Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk memahami materi pelajaran PKn, Unsur-unsur pembelajaran kooperatif paling sedikit ada empat macam yakni:
    1. Saling ketergantungan positif, artinya  dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan antar sesama.  Dengan saling membutuhkan antar sesama, maka mereka merasa saling ketergantungan satu sama lain;
    2. Iinteraksi tatap muka, artinya menuntut para siswa dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog, tidak hanya dengan guru, tetapi juga dengan sesama siswa.  Dengan interaksi tatap muka, memungkinkan para siswa dapat saling menjadi sumber belajar, sehingga sumber belajar menjadi variasi.  Dengan interaksi ini diharapkan akan memudahkan dan membantu siswa dalam mempelajari suatu materi.
    3. Akuntabilitas individual, artinya meskipun pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok, tetapi penilaian dalam rangka mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap suatu materi pelajaran dilakukan secara individual.  Hasil penilaian secara individual tersebut selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa anggota kelompok yang dapat memberikan bantuan
    4. keterampilan menjalin hubungan antar pribadi, artinya, melalui pembelajaran kooperatif akan menumbuhkan keterampilan menjalin hubungan antar pribadi.  Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran kooperatif menekankan aspek-aspek: tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan mengkritik orangnya, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagai sifat positif lainnya.                        
  2. STAD (Student Teams Achievement Divisions).     
Ada empat tipe yang biasa digunakan oleh guru dalam model pembelajaran kooperatif (Abdurrahman dan Bintaro, 2000 dalam Nurhadi, 2003), yakni salah satunya adalah tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Tipe STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawannya dari Universitas John Hopkins. Tipe ini dipandang sebagai yang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Tipe ini digunakan untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, baik melalui penyajian verbal maupun tertulis.
Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah:
1). Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok , jadi ada 8 kelompok, masing – masing kelompok mempunyai anggota yang heterogen, baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuannya (prestasinya).
2).  Guru menyampaikan materi pelajaran
3). Guru membagikan materi yang berbeda pada masing-masing kelompok dengan menggunakan lembar kerja akademik, dan kemudian saling membantu untuk menguasai materi pelajaran yang telah diberikan melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota kelompok.  
4). Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan kedepan kelas.
5). Selanjutnya tanggapan dari masing-masing kelompok.  
6). Selanjutnya guru memberikan tanggapan dan penegasan.dan tiap kelompok diberi skor atas penguasaannya terhadap materi pelajaran, dan kepada siswa secara individual atau kelompok yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor sempurna diberi penghargaan.
7). Kesimpulan Pelaksanaan tipe STAD melalui tahapan sebagai berikut :
      (1) Penjelasan materi pembelajaran;
(2) Diskusi atau kerja kelompok belajar;
(3) Validasi oleh guru;
(4)  Evaluasi (Tes);
(5) Menentukan nilai individu dan kelompok;
(6) Penghargaan individu atau kelompok;
  1. Hakekat Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran              .                              
    Menurut Nana Sudjana hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran yaitu berupa tes yang disusun secara terencana, baik tes tertulis, tes lisan maupun tes perbuatan. Sedangkan  S.Nasution berpendapat bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu materi tertentu dari mata pelajaran yang berupa data kuantitatif maupun kualitatif.  Untuk melihat hasil belajar dilakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai suatu materi atau belum. Penilaian merupakan upaya sistematis yang dikembangkan oleh suatu institusi pendidikan yang ditujukan untuk menjamin tercapainya kualitas proses pendidikan serta kualitas kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Cullen, 2003 dalam Fathul Himam, 2004). Hasil belajar dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (formatif), nilai ulangan tengah semester (Sub sumatif), dan nilai ulangan semester ( sumatif ).                                                    .                                                    
    Aktivitas siswa adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.   Peningkatan aktivitas siswa yaitu meningkatnya jumlah siswa yang terlibat aktif belajar, meningkatnya jumlah siswa yang bertanya dan menjawab, meningkatnya jumlah siswa yang saling berinteraksi membahas materi pembelajaran. Metode belajar mengajar yang bersifat partisipatoris yang dilakukan guru akan mampu membawa siswa dalam situasi yang lebih kondusif, karena siswa lebih berperan dan lebih terbuka serta sensitif dalam kegiatan belajar mengajar.                                           .
    Indikator aktivitas siswa dapat dilihat dari: pertama, mayoritas siswa beraktivitas dalam pembelajaran ; kedua, aktivitas pembelajaran didominasi oleh kegiatan siswa ;  ketiga, mayoritas siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru  melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD
     


 BAB  III
PROSEDURE / METODE  PENELITIAN

A. Pendekatan  dan  jenis  penelitian
         Penelitian yang dilakukan berupa penelitian pengembangan model pembelajaran dan tindakan. Penelitian tindakan terikat dalam perencanaan dan pengimplementasiaan perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD.
         Tehnis analisis yang digunakan kualitatif, pendekatan deskriftif dengan pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif digunakan mendeskripsikan kegiatan siswa selama proses  pembelajaran. 
B.  Setting  penelitian
         Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kls Xa SMAN 2 Pontianak, siswa dikelas ini berjumlah 42 orang, terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan, kemampuan akdemik siswa-siswi di kelas ini rata-rata cukup.                         Kondisi  lain yang terikat bahwa latar belakang  mereka cukup  beragam, mereka terdiri dari beragam suku, agama, sehingga secara keseluruhan kelas Xa relative cukup heterogen. 
C. Data  dan  sumber  data
         Sesuai dengan fokus masalah yang diamati, maka data yang diperlukan dalam penelitian ini sebagai berikut :
  1. Hasil pengamatan  terhadap langkah-langkah dan kondisi pembelajaran.
  2. Pemahaman materi PKn oleh siswa
Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas Xa, SMA Negeri 2 Pontianak tahun pelajaran 2007 / 2008 .                
D. Teknik  pungumpul  data 
  1. Observasi dan catatan lapangan digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman materi pembelajaran.
  2. Evaluasi digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan peningkatan hasil pemahaman materi pembelajaran.
E. Teknik  analisa  data
         Data berasal dari lembar observasi , antara lain yang diamati adalah : kerjasama dalam kelompok, memberikan ide, mengajukan pertanyaan, mmperhatikan pertanyaan  teman, memberikan tanggapan, kemampuan memahami materi, prtisipasi dalam kelompok, kemampuan menengahi jika ada kelompok yang salah paham, kemampuan menjelaskan dan menyimpulkan materi yang dibahas.   
F.  Monitoring  pelaksanaan  tindakan
         Untuk memudahkan pelaksanaan tindakan kelas dikelas.maka peneliti dibekali dengan lembar observasi kegiatan pembelajaran, agar  pembelajaran berlangsung dengan baik dan lancar.dan peneliti memberikan arahan tentang cara pengisian lembar observasi kepada rekan guru yang membantu dalam  penelitian tsb. Dari hasil pemantauan secara kolaboratif didiskusi  kan. Pembahasan tsb. Dititik beratkan pada kekurangan dan     kelemahan yang dicapai dalam pelaksanaan tindakan. Dari hasil diskusi dijadikan bahan untuk membuat rencana berikutnya, dengan harapan agar pelaksanaan pada siklus berikutnya  menjadi lebih baik. 
G. Pengecekkan  keabsahan  data
         Guru menjamin keabsahan data dilakukan dengan mengecek keabsahan data dengan mengkonfirmasikan data yang telah ada dengan  data, sumber data dan ahli.Dalam penelitian ini dilakukan diskusi, membandingkan pendapat beberapa peneliti, hasil pengamatan . data evaluasi. 
H. Rancangan  penelitian
         Untuk menerapkan perangkat pembelajaran kooperatif denga tipe STAD digunakan rancangan penelitian tindakan, selain itu jug  memecahkan masalah-masalah praktis, juga untuk memperbaiki strategi pembelajaran. Dalam penelitian ini tindakan yang dimaksud penerapan  pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD, untuk                         meningkatkan pemahaman siswa pada materi.
         Penelitian tindakan kelas melalui 4 tahap yaitu : perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan  dalam dua siklus ( tiap siklus dilakukan 2 kali tatap muka ).
         Prosedure penelitian dapat digambarkan dengan skema sebagai                         Berikut : 
Rencana  Tindakan :
Pada kegiatan  siklus akan dilakukan sesuai dengan tahap-tahap tersebut.
Rencana   tindakan  siklus 1
  1. Perencanaan
  • Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk menentukan   Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan disampaikan  Kepada siswa  dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
  • Membuat rencana pembelajaran kooperatif tipe STAD dan lembar observasi.
  • Membuat Instrumen yang digunakan dalam siklus penelitian Tindakan kelas   / alat Bantu / media yang diperlukan
  • Membuat alat evaluasi
Secara garis besar tahapan pembelajaran kooperatif STAD :
1).  Tahap  persiapan
Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan diantaranya mempersiapkan  materi dan merancang pembelajaran yang mengarah ke kooperatif STAD , membuat kriteria kelompok Heterogen ( jenis kelamin, kemampuan serta agama )  dan mempersiapkan   instrument observasi disertai cara penskoran
2).  Tahap penyajian materi
Dalam tahap ini pengajar menyebutkan  tujuan pembelajaran memotivasi rasa ingin. Tahu, memberikan apersepsi, umpan balik sesering mungkin, penjelasan yang tepat agar tidak terjadi miskonsepsi ,dan beralih  pada konsep lain, jika siswa telah memahami pokok masalahnya.
3).  Tahap kegiatan kelompok
Selanjutnya masing-masing kelompok membahas materi yang dibagikan , siswa mempelajari konsep-konsep materi PKn, dan mempresentasikan didepan kelas juga digunakan untuk melatih keterampilan kooperatif  siswa dalam masing-masing kelompok. Jika salah satu siswa belum memahami materi, maka teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan.
4).  Tahap selanjutnya , tanggapan dari masing-masing kelompok.
5). Selanjutnya guru memberikan tanggapan dan penegasan tentang  materi yang dibahas.
6).  Tahap tes hasil belajar
Dilakukan  1 x tes setelah pertemuan, tes dikerjakan secara inividu mandiri. Tes uraian dikerjakan selama 45 menit.hasil tes digunakan untuk mengetahui apakah ada peningkatan siswa pada pemahaman mata pelajaran PKn.
2.   Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah melaksanakan Skenario pembelajaran kooperatif tipe STAD yang telah drencanakan.
3.   Observasi
Pada tahap ini dilakukan observasi  terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi.
4.   Refleksi
Hasil yang didapat  dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis. pada tahap ini , pengajar dapat merefleksi diri berdasarkan hasil observasi dan diskusi.untuk mengkaji apakah tindakan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn..Hasil analis data yang dilakukan dalam tahapan akan dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.
Data dan cara pengambilannya
    1. Sumber data: sumber data dari tindakan kelas ini adalah siswa dan peneliti
    2. Jenis data  : jenis data yang didapatkan adalah data kwantitatif dan data               kwalitatif yang tediri dari :
a. rencana pembelajaran
b.data hasil observasi  terhadap pelaksanaan pembelajaran hasil belajar.
3.   Cara pengambilan data
a.data hasil belajar : diperoleh melalui pos tes dan pre tes
b.data tentang situasi pembelajaran , diperoleh melalui lembar observasi
c.data tentang keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan                                                       didapat dari rencana pembelajaran dan lembar obervasi.
Indikator kinerja
         Yang menjadi indikator keberhasilan tindakan kelas ini adalah jika terjadi perubahan peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn melalui pembelajaran kooperatif dengan Tipe STAD. Secara kuantitatif dapat di indikasikan  jika 70 %. Dari seluruh  siswa terlihat pemahaman terhadap mata pelajaran PKn berubah lebih baik.Hal ini diwujudkan dengan adanya kemampuan siswa 70% dalam menjawab soal uraian terstruktur dengan benar.Disamping itu juga 75% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD. kemampuan guru untuk mengimplementasikan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat terlaksana dengan baik.
      a). Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi awal, merumuskan permasalahan dan merencanakan tindakan yang meliputi rancangan strategis dalam penyampaian dan pengelolaan pembelajaran kooperatif  tipe STAD. Pada tahap ini juga dikembangkan strategi pembelajaran, instrumen pengumpul data berupa lembar pengamatan perangkat tes hasil belajar serta menyusun rencana pengolahan data.
       b). Tahap pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti melaksanakan skenario tindakan yang telah direncanakan serta melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsungsesuai dengan jadwal penelitian. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan  oleh tim dengan menggunakan instrumen pengamatan, serta melakukan evaluasi dan refleksi selama pelaksanaan tindakan ditujukan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran berikutnya.  

BAB  IV
TINDAKAN, HASIL, PEMBAHASAN
A.   Deskripsi  tindakan  dan hasil  siklus i
  1. Tindakan
Siklus I pada penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 November 2007 sampai dengan 26 November 2007, dengan materi yang dibahas sistem hukum nasional. Tindakan yang dilakukan adalah pendekatan  pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD dengan langkah-langkah  sebagai berikut :
    1. Guru menyajikan materi sesuai dengan rencana pembelajaran yang      telah dibuat sebelumnya.
    2. Guru mengelompokkan siswa yang anggota kelompok terdiri  dari       berbagai ragam ( heterogen ).
    3. Guru membagikan lembar materi kepada masing-masing kelompok,          dengan materi yang berbeda, agar dipahami oleh kelompok siswa  tersebut.
    4. tahap selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan di depan kelas,guru memberi kesempatan untuk ini sekitar 10 menit.
    5. selanjutnya tanggapan dari berbagai kelompok
    6. tahap selanjutnya  guru memberi tanggapan dan penegasan.

2.  Hasil Tindakan
    1. Ketika guru membagi anggota kelas dalam kelompok-kelompok kecil,  terlihat siswa mulai menunjukkan antusias dan rasa ingin tahu, mereka   ada  yang bertanya-tanya apa yang akan dilakukan. ( ketika guru mem     bagikan lembar materi kepada masing-masing kelompok yang berbeda).
    2. Tampak pada awalnya, mereka masih lebih banyak yang diamdengan     pemikirannya masing-masing.Mereka masih ada yang malu, enggan  untuk berbicara dengan teman satu kelompok.
    3. Seiring dengan berjalannya waktu ,setelah lebih kurang 10 menit tam   pak mereka sudah mulai berusaha untuk berinteraksi dengan teman   satu kelmpok.
    4. kelompok-kelompok siswa mulai melakukan pemahaman materi dengan selalu berdiskusi sesama teman satu kelompok.Tetapi masih ada kelompok yang masih belum serius, sering berbicara masalah lain.
    5. Respon dari siswa ternyata lebih baik, terlihat dari sebagian besar kelompok yang berkata kepada guru untuk siap mempresentasikan kedepan kelas.
    1. Secara umum minat untuk memahami materi cukup baik, Hanya  ada 2 kelompok yang terlihat kurang serius, kurang berinteraksi  dengan teman selain kelompoknya.Sehingga mereka cenderung  lamban dalam memahami materi.
    2. Karena ada beberapa kelompok yang lamban dalam memahami materi, sehingga masih ada kelompok yang belum siap tampil ( presentasi ).
    3. Hasil tes ulangan harian  ternyata dari skor ideal 100, skor perolehan rata-rata hanya mencapai 6,00 atau 60%.
         Hasil observasi dan refleksi pada Siklus I, yang perlu diperhatikan                   Sebagai rencana tindakan siklus berikutnya adalah :
  • siswa masih ada yang lebih suka untuk berpikir sendiri,kurang tertarik untuk berbagi ude, gagasan atau pendapat dengan temannya.Sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipwe STAD,tetapi ada juga yang lebih senang dan antusias dalam belajar. Hal ini bisa dilihat dari hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam PBM hanya mencapai 69 %.
  • Guru perlu memberi stimulus pada kelompok yang lamban, Sehingga waktu dapat digunakan dengan seefisien.
  • Aktifitas guru dalam kegiatan belajar mengajar masih tergolong rendah dengan perolehan skor 27 atau 61,36% sedangkan skor Idealnya adalah 40.Hal ini terjadi karena lebih banyak berdiri didepan kelas dan kurang memberikan pengarahan kepada siswa bagaimana melakukan pembelajaran kooperatif tipe STAD.                         
         Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan   yang telah dicapai pada siklus I, maka pada pelaksanaan siklus kedua   dapat dibuat perencanaan sebagai berikut :
  1. memberikan motivasi kepada kelompok siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran
  2. Guru lebih intensif membimbing kelompok siswa yang mengalami kesulitan
  3. memberikan penghargaan kepada siswa ( reward ).
B.   Deskripsi tindakan dan hasil siklus ii
   1.   Tindakan
Siklus kedua dilaksanakan tanggal 19 November 2007 materi yang disajikan adalah Sistem hukum nasional.                               
Langkah-langkah tindakan pembelajaran yang dilakukan adalah                       revisi dari hasil refleksi pada siklus I, yaitu :
      1. guru memberikan motivasi kepada kelompok siswa agar lebih         aktif lagi dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD.
      2. Lebih intensif membimbing kelompok siswa yang mengalami  kesulitan.
      3. memberikan penghargaan atau reward
                     
   2.   Hasil Tindakan
    1. Pada siklus II terlihat adanya suasana pembelajaran yang sudah           mengarah kepada pembelajaran kooperatif tipe STAD .Siswa                      dalam satu kelompok menunjukkan saling membantu untuk                  memahami materi yang telah diberikan melalui diskusi, tanya             jawab, pokoknya sudah terjadi interaksi .
    2. Siswa mulai tidak merasa canggung lagi saling bertukar pendapat, berbagai ide dengan teman.
    3. Guru secara aktif memantau kerja kelompok, jika ada hal-hal yang kurang jelas, diberi kejelasan oleh guru. Terlihat semangat kebersamaan dalam proses pembelajaran.
    4. Dari 8 kelompok yang ada, terlihat ada dua kelompok yang paling menonjol, 5 kelompok dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan, satu kelompok terlihat masih lamban.
    5. Kelompokyang paling lamban menyelesaikan tugas terlihat kurang berinteraksi dengan  satu sama lain, tampak mereka lebih banyak berdiam diri, sesekali saja berbicara. 
    1. Tanggapan siswa dikelas cukup baik, wakil kelompok yang tampil cukup baik dalam menerima masukan dari temannya.
    2. Hasil tes formatif, rata-rata adalah 6,53, ada 5 (7,5%) orang siswa yang nilainya dibawah 5, siswa yang dapat nilai 6-7 ada10 orang(22,5%).yang dapat 8 – 10 ada  27 orang  ( 70 % ).
    3. Meningkatnya aktivitas siswa dalam PBM didukung oleh meningkatnya aktivitaas guru meningkatkan suasana pembelajaran kooperatif tipe STAD, guru intensif membimbing siswa saat siswa mengalami kesulitan dalam PBM, dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru dalam PBM meningkat dari 61,36% pada siklus pertama menjadi 80% pada siklus kedua.  
         Hasil observasi dan refleksi pada siklus II, yang perlu diperhatikan                         sebagai rencana tindakan pada siklus berikutnya adalah :
    • masih ada siswa yang belum optimal telibat dalam proses interaksi dengan kelompoknya.
    • masih ada siswa yang belum menguasai materi sistem hukum nasional.
    • Siswa yang kemampuan akademik lebih tinggi agak lebih mendominasi aktivias dalam kelompok
    • Hasil tes formatif ( setelah menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan ).sebelum menggunakan Pembelajaran kooperatip tipe STAD rata kelas hanya 5,50 setelah dilakukan pembelajaran kooperatif tipe STAD menjadi  6,00. Siklus I, Siklus ke II  6,53.                
C.   Deskripsi tindakan, dan hasil siklus  iii
       l.   Tindakan
Siklus ke III  penelitian dilaksanakan pada tanggal 26                             November 2007.Materi yang diberikan  penggolongan hukum.                             Rencana pembelajaran yang disusun berdasarkan hasil dari refleksi                  Pada siklus II . Pembelajaran yang dilakukan adalah dengan                             langkah-langkah seabagai berikut :
    1. Guru memberi motivasi,serta appersepsi. Dengan mengingatkan kembali konsep sistem hukum nasional dan penggolongan hukum.
    2. Guru membagi siswa dalam kelompok yang baru, tetapi masih heterogen.malahan lebih variatif.
    3. guru membagikan kartu-kartu soal pada materi Ini, soal yang diberikan hanya 5 soal.
    4. Siswa diminta untuk memahami terlebih dahulu secara mandiri, kemudian berdiskusi dengan kelompok masing-masing.
    5. Guru minta beberapa wakil kelompok untuk menampilkan pekerjaannya didepan kelas.
    6. Guru memberi penegasan .
2.   Hasil tindakan
    1. Pada siklus III terlihat adanya peningkatan minat siswa secara          mandiri tampak lebih tinggi dan dikategorikan baik.
    2. keseru\iusan kelompok baik sekali karena guru dan  peneliti terlihat lebih focus dalam memperhatikan aktivitas mereka. 
    3. Interaksi dengan teman sudah baik, terlihat mereka dari awal sudah menunjukkan kesungguhan /serius untuk berinteraksi.
    4. Siswa/I yang akademiknya tinggi , berusaha untuk berbagi ide dengan anggota masing-masing, mereka lebih berekpresif dan bekerjasama  yang lebih baik .
    5. Dari 8 kelompok yang ada, dapat menyelesaikan tugas, dengan baik dan hasilnya betul semua serta dengan waktu yang tepat.
    6. Nilai rata-rata ulangan harian siklus III adalah  7,55. Tidak ada siswa yang mendapat nilai 5.
    7. Meningkatnya aktivitas guru dalam pembelajaran dilihat observasi aktivitas guru  dari 80% pada siklus kedua menjadi 91% pada siklus ketiga.
    8. Meningkatnya aktivitas siswa dalam melaksanakan evaluasi terhadap kemampuan siswa menguasai materi pembelajaran. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi 7,00 pada siklus kedua meningkat menjadi 8,50 pada siklus ketiga.
D.    Pembahasan  hasil  penelitian
         Setelah diamati dan didiskusikan serta dilakukan refleksi   selama pelaksanaan penelitian tindakan dilapangan, maka dapatlah   dipaparkan temuannya sebagai berikut :
  1.    Kemampuan siswa masih relative rendah dapat diupayakan dengan melakukan pembelajaran kooperatif melalui pendekatan tipe STAD . Siswa pada mulanya terlihat masih binggung dan canggung untuk berinteraksi dengan temannya sehingga pada siklus I, hasilnya belum memuaskan.guru tidak memiliki cukup waktu untuk melaksanakan seluruh scenario tindakan. Baru pada siklus ke II strategi dirancang ulang, sehingga siswa dikelompokkan dalam kelompok yang lebih heterogen tadinya dalam siklus I masih ada kelompok yang lemah . Pada siklus ke II telihat kecanggungan untuk berinteraksi dan berbagi ide  mulai terlihat lebih baik.Disamping itu guru  lebih aktif untuk mengontrol aktivitas kelompok.Sehingga mereka lebih serius dalam memikirkan dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
Pada siklus ke III, kondisi kelas dan kerja kelompok menunjukkan perubahan yang lebih baik. Mereka lebih santai, rilek, riang dalam menyelesaikan tugas-tugaasyang diberikan. Meskipun materi yang dihadapi berkaitan .
SEMOGA BERMANFAAT SOBAT SEKALIAN


PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MATERI SISTEM HUKUM NASIONAL

1 comment: