PERANAN PONDOK
PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW
SENYIUR DALAM
BIDANG PENDIDIKAN DI DUSUN SENYIUR
TAHUN 2000-2006
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pondok pesantren adalah salah satu
sistem pendidikan Islam yang paling tua di Indonesia dan dari pesantren pula
lahir institusi yang memiliki peranan penting di dalam pendidikan Indonesia
saat ini yang bernama Madrasah, yang pada akhirnya melalui madrasah ini lahir
para mubalik-mubalik agama dan penerus manusia yang berilmu dan beramal shaleh
yang berintelektual tinggi dan bertanggung jawab (Muchtar Efendi, 2001, h.
491).
Penyelenggaraan pondok pesantren
sebagai pembinaan dasar bangsa yang mampu hidup mandiri sebagai wahana
pembinaan mental spiritual dan negara masih tetap melekat mewarnai pembangunan
pendidikan nasional.
Marwan Saridjo (1977, h.10) menjelaskan
pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam sesungguhnya telah
tumbuh berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka, dimana penyelenggaraannya
dilakukan oleh para wali yang bertempat di rumah, di langgar, dan masjid yang
akhirnya berkembang menjadi pondok pesantren.
Malik padjar, 1998 menjelaskan dalam
sejarah pendidikan Indonesia maupun dalam studi kependidikan sebutan
“pendidikan Islam” umumnya dipahami hanya sebutan sebagai “ciri khas” jenis
pendidikan yang berlatar belakang keagamaan. Demikian pula batasan yang
ditetapkan dalam undang-undang no. 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional.
Pada zaman era globalisasi sekarang
ini, peranan pondok pesantren sangat diperlukan, melihat kondisi perkembangan
zaman yang sangat pesat, yang akan mengakibatkan berbagai macam
perubahan-perubahan yang akan dialami masyarakat, dari perubahan budaya,
sosial, politik dan bahkan banyak masyarakat yang mengalami
perubahan/pergeseran tingkah laku (akhlak) luar dari tatanan nilai-nilai dan
norma yang ada, yang semua ini menuntut peran aktif dari lembaga-lembaga
pendidikan khususnya pondok pesantren, yang akan diharapkan mampu mengatasi
permasalahan-permasalahan ini.
Berangkat dari harapan-harapan
inilah salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur
dibentuk oleh salah satu warga desa setempat (Senyiur) yang bernama TGH.
Muhammad Qasim Hamdan, didirikan pada tahun 1978, yang berasal dari pengajian
Al-Qur’an dan ilmu lainnya.
Melihat motivasi masyarakat saat itu
yang cukup antusias dengan adanya tempat pengajian, maka TGH Muhammad Qasim
Hamdan besarta masyarakat dusun Senyiur, mendirikan satu lokal bangunan sebagai
tempat para santri mengaji, dan pada akhirnya bangunan itu menjadi musholla.
Sesuai dengan tujuan zaman dan
perlunya suatu keseimbangan dalam menyelenggarakan pendidikan antara IMTAQ dan
IPTEK, maka pada tahun 1983 pondok pesantren ini melahirkan pendidikan formal
tingkat Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA) pada tahun 1986.
Sebagai lembaga pendidikan yang
memiliki peranan penting dalam bidang pendidikan masyarakat, maka fasilitas
merupakan salah satu peran utama yang harus ada untuk menunjang keberlangsungan
dari proses belajar-mengajar itu sendiri. Fasilitas yang dimaksud di sini
adalah tenaga pengajar, bangunan/gedung sekolah, administrasi dan lain-lain.
Dengan demikian cita-cita pelaksanaan/pencapaian dari fungsi/peranan pondok
pesantren akan dapat tercapai.
Ada tiga masalah yang
melatarbelakangi pondok pesantren Arrahmaniyyah menggeluti pendidikan madrasah;
pertama, kualitas guru yang rendah, kedua input, bahwa yang masuk madrasah
mayoritas tergolong kurang kualitasnya seperti tingkat IQ nya, kemampuan
ekonomi, masalah ketiga proses belajar mengajar di atas akibat utama dari
masalah-masalah yang ada pada madrasah pondok pesantren Arrahmaniyyah NW
Senyiur, ialah bahwa mampu menduduki kualitas yang diharapkan, posisi serta
peran yang dijalankan, baik dari kalangan pondok pesantren maupun kalangan
masyarakat.
Upaya
pembangunan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dalam hal ini meliputi :
1.
Pendidikan agama (pengajian kitab) kegiatan ini
merupakan komponen dari proses belajar mengajar di pondok pesantren.
2.
Pendidikan formal diselenggarakan dalam bentuk madrasah
yang memakai kurikulum pemerintah.
3.
Pendidikan keterampilan diantaranya pendidikan pramuka,
kesenian, ini diharapkan akan mampu menambah wawasan para siswa dan siswi
pondok pesantren.
Berdasarkan catatan di atas, pondok
pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur merupakan salah satu lembaga pendidikan yang
memakai sistem kurikulum pemerintah disamping itu memiliki pendidikan yang non
formal. Namun mengenai bagaimana peranan pondok pesantren dalam hal pendidikan
sampai saat ini belum diketahui oleh masyarakat. Hal inilah yang mendorong
peneliti mengangkat judul penelitian “PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW
SENYIUR DI DUSUN SENYIUR TAHUN 2000-2006”
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan seperti di bawah
ini :
1.
Bagaimana pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur
dalam meningkatkan mutu pengajaran?
2.
Bagaimanakah pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur
dalam meningkatkan kualitas guru/tenaga pengajar?
3.
Apakah dengan fasilitas yang ada pondok pesantren
Arrahmaniyyah WN Senyiur dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik?
4.
Bagaimanakah peranan pondok pesantren NW dalam
pendidikan masyarakat di dusun Senyiur?
5.
Bagaimanakah kondisi pendidikan pondok pesantren
Arrahmaniyyah NW Senyiur dari tahun 2000-2006?
C. Batasan
Masalah
Untuk lebih terarahnya
penelitian, maka peneliti membuat batasan-batasan sebagai berikut :
- Batasan temporal (waktu)
Peneliti di sini ingin meneliti peranan pondok
pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur yang didirikan pada tahun 1978 oleh TGH.
Muhammad Qasim Hamdan, salah seorang warga desa dusun Senyiur, namun peneliti
akan meneliti peranan pondok pesantren dari tahun 2000-2006.
- Batasan tempat
Tempat
penelitian terbatas di Dusun Senyiur Desa Sepit Kecamatan Keruak Lombok Timur,
karena pondok pesantren tersebut terletak / berada di dusun Senyiur yang
tentunya yang paling utama merasakan efeknya warga setempat.
D.
Batasan Penelitian
Agar dapat menghasilkan suatu bentuk
kesimpulan yang relevan, dan untuk menghindari perluasan masalah, maka
dibutuhkan batasan penelitian sebagai bingkai di dalam menjalankan penelitian
nanti. Batasan penelitian di sini terbatas pada bagaimana peranan pondok
pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur di dalam bidang pendidikan yang khususnya di
komunitas Dusun Senyiur, ini diangkat dengan alasan dipandang perlu untuk mengetahui
bagaimana peranan pondok pesantren Arrahmaniyyah bagi masyarakat di Dusun
Senyiur.
E. Rumusan
Masalah
Fokus masalah akan
menjadi jelas dan penting untuk dibahas apabila ditemukan pokok topik, yang
menjadi pokok permasalahannya pada penelitian ini diantaranya :
- Bagaimanakah kondisi pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dari tahun 2000-2006?
- Bagaimanakah peranan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur di dalam bidang pendidikan di Dusun Senyiur?
F.
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan sumbangan pemikiran kepada para ilmuan yang akan meneliti bidang
pendidikan serta dengan ditemukannya peranan pondok, peranan pesantren dan
strategi pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi
masyarakat khususnya masyarakat dusun Senyiur. Disamping itu hasil penelitian
ini diharapkan juga menjadi dasar pemikiran serta memberikan motivasi dan
dorongan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian lanjutan dengan pokok
bahasan yang lebih mendalam tentang strategi Pondok Pesantren dalam bidang
pendidikan bagi masyarakat.
- Manfaat Praktis
Secara praktis hasil penelitian ini
diharapkan bermanfaat bagi lembaga pendidikan pada umumnya dan mahasiswa STKIP
pada khususnya. Sebagai acuan dalam memberikan pembinaan dan bimbingan kepada
peneliti dalam rangka mengungkapkan realita-realita yang masih menjadi
permasalahan tentunya yang berkaitan dengan pendidikan.
G.
Kajian Pustaka
Penyusunan karya ilmiah agar
hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, tentu mempunyai dasar kuat yaitu dengan
kajian kepustakaan, konsep yang dijadikan kajian pustaka penelitian. Setiap
penelitian ilmiah tidak dilakukan dengan cara sembarangan tanpa disertai dengan
literatur yang relevan, oleh karena itu kajian pustaka yang dikemukakan di
bawah ini berdasarkan literatur dan dengan sendirinya disesuaikan dengan
tema/judul penelitian.
Sehubungan dengan judul penelitian
yakni “PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW SENYIUR DALAM BIDANG
PENDIDIKAN DI DUSUN SENYIUR TAHUN 2000-2006. Dalam hal ini yang dibahas sebagai
berikut :
a.
Pengertian Peranan
Peranan (role) merupakan aplikasi dari sebuah
kedudukan seorang/kelompok/organisasi, peranan seseorang akan menyebabkan orang
pada batas-batas tertentu, dapat meramalkan perbuatan-perbuatan orang lain,
sehingga dengan demikian orang yang memiliki peran tersebut akan dapat
menyelesaikan prikelakuan sendiri dan prikelakuan orang-orang sekelompoknya.
Peranan-peranan tersebut diatur oleh norma-norma yang
berlaku dalam masyarakat. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi,
penyesuaian diri dan sebagai suatu proses, tepatnya adalah bahwa seseorang
menduduki suatu posisi, tepatnya adalah bahwa seseorang menduduki suatu posisi,
tempat dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan. Sehubungan dengan
hal-hal ini, maka peranan sangat erat hubungannya dengan fasilitas-fasilitas
yang akan menunjang dari proses peranan tersebut.
b.
Pondok Pesantren
Pondok adalah suatu tempat untuk mendidik atau
mengajarkan agama Islam. Pondok ini merupakan tempat untuk menuntut ilmu dan
memiliki asrama khusus bagi santri yang bersekolah di sana terutama yang datang dari luar daerah
(Marwan Asaridjo, dkk, 1982, h. 76).
Pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang
memperoleh wujud dan pengertian tersendiri dalam bahasa Indonesia. Asal
kata peasntren adalah sant yang berarti orang yang baik dan tra
artinya suka menolong, maka santra berarti orang yang suka menolong atau selalu
berbuat baik, tetapi setelah santra mendapat imbuhan pe-an sehingga menjadi
pesantren yang menunjukkan arti tempat. Maka dapat diartikan bahwa pesantren
adalah sebagai lembaga atau tempat untuk mendidik santri (siswa dan siswi)
menjadi individu yang selalu dapat berbuat baik (Mattulada, dkk, 1983, h. 323).
Secara garis besar bentuk pondok pesantren dapat
dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu pondok pesantren salafi dan pondok
pesantren khalafi.
- Pesantren Salafi
Pesantren
salafi adalah lembaga pesantren yang mempertahankan pengajian-pengajian
kitab-kitab Islam klasik (salaf) sebagai inti pendidikan (Dhofer, 1983, h. 33).
- Pesantren Khalafi (modern)
Pesantren khalafi adalah pesantren yang memasukkan
pelajaran umum dalam kurikulum madrasah yang dikembangkan atau pesantren yang
menyelenggarakan sekolah umum seperti SMP, SMA dan perguruan tinggi dalam
lingkungan.
c.
Pendidikan
Di dalam perkembangan paldugogik yang pesat menuju
sebagai ilmu yang berdiri sendiri ditunjukkan oleh Herman Rohrs bahwa yang
mula-mula sekali memakai ilmu pendidikan ialah J.C. Greiling yang menulis dalam
bukunya tentang tujuan akhir dari pendidikan dan tentang dasar pertama dari
ilmu pengetahuannya bahwa ilmu pendidikan berada dari seni mendidik (Prof. Dr.
H. M. Said, 1985. h. 6).
Pendidikan pada hakikatnya suatu kegiatan yang selama
sadar dan disengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa
kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai
kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus-menerus (Drs. H. Abu
Ahmadi, dkk, 1991, h. 70).
H.
Metodologi Penelitian
Metodologi berasal dari kata
Methodos yang artinya cara untuk melakukan sesuatu, dan logis yang artinya ilmu
atau pengetahuan. Jadi Metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan
menggunakan pikiran secara sekama untuk mencapai suatu tujuan (Drs. Cholid
Narbuko dan Drs. Abu Achmadi, 1997. h. 1).
Metodologi penelitian adalah ilmu
yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat
secara ilmiah untuk data-data sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan,
mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan (Ibnu Subyanto, 1998, h.
2).
Pendekatan yang dipakai dalam
penelitian ini adalah metode penelitian yang bersifat kualitatif. Kualitatif
merupakan suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada
gejala atau fenomena yang bersifat alami.
Untuk menghasilkan penelitian yang
relevan, maka harus disertai dengan data-data yang akan dapat membantu peneliti
di dalam menginterprestasikan permasalahan-permasalahan/fenomena yang akan
diteliti maka dalam penelitian ini peneliti memakai teknik-teknik sebagai
berikut :
- Observasi
Dalam
proses observasi, peneliti terjun langsung di lapangan penelitian. Dalam hal
ini peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap struktur keorganisasian
yang diteliti serta menanyakan langsung tentang hal-hal yang berkaitan dengan
tujuan pokok dan langsung ke organsiasi yang diteliti.
- Metode Penentuan Informasi
Mengingat
data yang dikaji cenderung bersifat kualitatif yang hanya bisa diukur secara
langsung, maka untuk menekan kesatuan kesimpulan serendah mungkin, peneliti
menentukan informasi, diharapkan dapat menunjukkan informasi lain yang mungkin
lebih mengetahui peramasalahan dari informan sebelumnya.
- Wawancara
Sumber informasi juga berupa orang (resonden), pada
metode ini peneliti mengumpulkan data, dengan cara langsung (bertatap muka)
dengan responden, pertanyaan dan jawaban dilakukan secara lisan yang bertujuan
untuk merekam informasi yang diperlukan sesuai dengan tujuan penulis atau
peneliti itu sendiri (Sanafiah Faizah, 1989, h. 42).
- Interprestasi
Interprestasi
adalah suatu usaha menghubungkan antara fakta yang satu dengan yang lainnya.
Pada akhirnya membentuk rangkaian peristiwa yang bermakna pada pengkajian
penelitian. Jadi interprestasi juga bisa berarti penafsiran.
- Historiografi
Historiogrrafi
ialah langkah akhir dalam proses ini, penulis mendeskripsikan data/sumber dalam
bentuk tulisan atau buku yang sudah jadi.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Abu Achamdi dkk, 1991, Menelusuri Pertumbuhan
Madrasah di Indonesia. Departemen Agama RI.
2.
Dhafier, 1983. Tradisi Pesantren, Studi Tentang
Pandangan Hidup Kiyai. LP3S: Jakarta.
3.
Drs. Taufik Rahman Dhohri, 2000. Sejarah dan
Masyarakat, Lintasan islami di Indonesia. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.
4.
Hadari Nawawi, 2001. Metode Penelitian di Bidang
Sosial. Gajak
Mada University
Press: Yogyakarta.
5.
Soerjono Suekanto, 1986. Sosiologi Suatu Pengantar.
CV. Rajawali: Jakarta.


0 komentar
Poskan Komentar