Thursday, December 6, 2012

kumpulan skripsi sosiologi PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW SENYIUR DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI DUSUN SENYIUR


PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW
SENYIUR DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI DUSUN SENYIUR
TAHUN 2000-2006




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Pondok pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang paling tua di Indonesia dan dari pesantren pula lahir institusi yang memiliki peranan penting di dalam pendidikan Indonesia saat ini yang bernama Madrasah, yang pada akhirnya melalui madrasah ini lahir para mubalik-mubalik agama dan penerus manusia yang berilmu dan beramal shaleh yang berintelektual tinggi dan bertanggung jawab (Muchtar Efendi, 2001, h. 491).
            Penyelenggaraan pondok pesantren sebagai pembinaan dasar bangsa yang mampu hidup mandiri sebagai wahana pembinaan mental spiritual dan negara masih tetap melekat mewarnai pembangunan pendidikan nasional.
            Marwan Saridjo (1977, h.10) menjelaskan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam sesungguhnya telah tumbuh berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka, dimana penyelenggaraannya dilakukan oleh para wali yang bertempat di rumah, di langgar, dan masjid yang akhirnya berkembang menjadi pondok pesantren.
            Malik padjar, 1998 menjelaskan dalam sejarah pendidikan Indonesia maupun dalam studi kependidikan sebutan “pendidikan Islam” umumnya dipahami hanya sebutan sebagai “ciri khas” jenis pendidikan yang berlatar belakang keagamaan. Demikian pula batasan yang ditetapkan dalam undang-undang no. 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional.
            Pada zaman era globalisasi sekarang ini, peranan pondok pesantren sangat diperlukan, melihat kondisi perkembangan zaman yang sangat pesat, yang akan mengakibatkan berbagai macam perubahan-perubahan yang akan dialami masyarakat, dari perubahan budaya, sosial, politik dan bahkan banyak masyarakat yang mengalami perubahan/pergeseran tingkah laku (akhlak) luar dari tatanan nilai-nilai dan norma yang ada, yang semua ini menuntut peran aktif dari lembaga-lembaga pendidikan khususnya pondok pesantren, yang akan diharapkan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan ini.
            Berangkat dari harapan-harapan inilah salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dibentuk oleh salah satu warga desa setempat (Senyiur) yang bernama TGH. Muhammad Qasim Hamdan, didirikan pada tahun 1978, yang berasal dari pengajian Al-Qur’an dan ilmu lainnya.
            Melihat motivasi masyarakat saat itu yang cukup antusias dengan adanya tempat pengajian, maka TGH Muhammad Qasim Hamdan besarta masyarakat dusun Senyiur, mendirikan satu lokal bangunan sebagai tempat para santri mengaji, dan pada akhirnya bangunan itu menjadi musholla.
            Sesuai dengan tujuan zaman dan perlunya suatu keseimbangan dalam menyelenggarakan pendidikan antara IMTAQ dan IPTEK, maka pada tahun 1983 pondok pesantren ini melahirkan pendidikan formal tingkat Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA) pada tahun 1986.
            Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki peranan penting dalam bidang pendidikan masyarakat, maka fasilitas merupakan salah satu peran utama yang harus ada untuk menunjang keberlangsungan dari proses belajar-mengajar itu sendiri. Fasilitas yang dimaksud di sini adalah tenaga pengajar, bangunan/gedung sekolah, administrasi dan lain-lain. Dengan demikian cita-cita pelaksanaan/pencapaian dari fungsi/peranan pondok pesantren akan dapat tercapai.
            Ada tiga masalah yang melatarbelakangi pondok pesantren Arrahmaniyyah menggeluti pendidikan madrasah; pertama, kualitas guru yang rendah, kedua input, bahwa yang masuk madrasah mayoritas tergolong kurang kualitasnya seperti tingkat IQ nya, kemampuan ekonomi, masalah ketiga proses belajar mengajar di atas akibat utama dari masalah-masalah yang ada pada madrasah pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur, ialah bahwa mampu menduduki kualitas yang diharapkan, posisi serta peran yang dijalankan, baik dari kalangan pondok pesantren maupun kalangan masyarakat.
Upaya pembangunan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dalam hal ini meliputi :
1.      Pendidikan agama (pengajian kitab) kegiatan ini merupakan komponen dari proses belajar mengajar di pondok pesantren.
2.      Pendidikan formal diselenggarakan dalam bentuk madrasah yang memakai kurikulum pemerintah.
3.      Pendidikan keterampilan diantaranya pendidikan pramuka, kesenian, ini diharapkan akan mampu menambah wawasan para siswa dan siswi pondok pesantren.
            Berdasarkan catatan di atas, pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memakai sistem kurikulum pemerintah disamping itu memiliki pendidikan yang non formal. Namun mengenai bagaimana peranan pondok pesantren dalam hal pendidikan sampai saat ini belum diketahui oleh masyarakat. Hal inilah yang mendorong peneliti mengangkat judul penelitian “PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW SENYIUR DI DUSUN SENYIUR TAHUN 2000-2006”
B.     Identifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan seperti di bawah ini :
1.      Bagaimana pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dalam meningkatkan mutu pengajaran?
2.      Bagaimanakah pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dalam meningkatkan kualitas guru/tenaga pengajar?
3.      Apakah dengan fasilitas yang ada pondok pesantren Arrahmaniyyah WN Senyiur dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik?
4.      Bagaimanakah peranan pondok pesantren NW dalam pendidikan masyarakat di dusun Senyiur?
5.      Bagaimanakah kondisi pendidikan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dari tahun 2000-2006?
C.    Batasan Masalah
            Untuk lebih terarahnya penelitian, maka peneliti membuat batasan-batasan sebagai berikut :
  1. Batasan temporal (waktu)
Peneliti di sini ingin meneliti peranan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur yang didirikan pada tahun 1978 oleh TGH. Muhammad Qasim Hamdan, salah seorang warga desa dusun Senyiur, namun peneliti akan meneliti peranan pondok pesantren dari tahun 2000-2006.
  1. Batasan tempat
Tempat penelitian terbatas di Dusun Senyiur Desa Sepit Kecamatan Keruak Lombok Timur, karena pondok pesantren tersebut terletak / berada di dusun Senyiur yang tentunya yang paling utama merasakan efeknya warga setempat.
D.    Batasan Penelitian
            Agar dapat menghasilkan suatu bentuk kesimpulan yang relevan, dan untuk menghindari perluasan masalah, maka dibutuhkan batasan penelitian sebagai bingkai di dalam menjalankan penelitian nanti. Batasan penelitian di sini terbatas pada bagaimana peranan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur di dalam bidang pendidikan yang khususnya di komunitas Dusun Senyiur, ini diangkat dengan alasan dipandang perlu untuk mengetahui bagaimana peranan pondok pesantren Arrahmaniyyah bagi masyarakat di Dusun Senyiur.
E.     Rumusan Masalah
            Fokus masalah akan menjadi jelas dan penting untuk dibahas apabila ditemukan pokok topik, yang menjadi pokok permasalahannya pada penelitian ini diantaranya :
  1. Bagaimanakah kondisi pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur dari tahun 2000-2006?
  2. Bagaimanakah peranan pondok pesantren Arrahmaniyyah NW Senyiur di dalam bidang pendidikan di Dusun Senyiur?
F.     Manfaat Penelitian
  1. Manfaat Teoritis
            Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada para ilmuan yang akan meneliti bidang pendidikan serta dengan ditemukannya peranan pondok, peranan pesantren dan strategi pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat khususnya masyarakat dusun Senyiur. Disamping itu hasil penelitian ini diharapkan juga menjadi dasar pemikiran serta memberikan motivasi dan dorongan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian lanjutan dengan pokok bahasan yang lebih mendalam tentang strategi Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan bagi masyarakat.
  1. Manfaat Praktis
            Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi lembaga pendidikan pada umumnya dan mahasiswa STKIP pada khususnya. Sebagai acuan dalam memberikan pembinaan dan bimbingan kepada peneliti dalam rangka mengungkapkan realita-realita yang masih menjadi permasalahan tentunya yang berkaitan dengan pendidikan.
G.    Kajian Pustaka
            Penyusunan karya ilmiah agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, tentu mempunyai dasar kuat yaitu dengan kajian kepustakaan, konsep yang dijadikan kajian pustaka penelitian. Setiap penelitian ilmiah tidak dilakukan dengan cara sembarangan tanpa disertai dengan literatur yang relevan, oleh karena itu kajian pustaka yang dikemukakan di bawah ini berdasarkan literatur dan dengan sendirinya disesuaikan dengan tema/judul penelitian.
            Sehubungan dengan judul penelitian yakni “PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW SENYIUR DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI DUSUN SENYIUR TAHUN 2000-2006. Dalam hal ini yang dibahas sebagai berikut :
a.       Pengertian Peranan
Peranan (role) merupakan aplikasi dari sebuah kedudukan seorang/kelompok/organisasi, peranan seseorang akan menyebabkan orang pada batas-batas tertentu, dapat meramalkan perbuatan-perbuatan orang lain, sehingga dengan demikian orang yang memiliki peran tersebut akan dapat menyelesaikan prikelakuan sendiri dan prikelakuan orang-orang sekelompoknya.
Peranan-peranan tersebut diatur oleh norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses, tepatnya adalah bahwa seseorang menduduki suatu posisi, tepatnya adalah bahwa seseorang menduduki suatu posisi, tempat dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan. Sehubungan dengan hal-hal ini, maka peranan sangat erat hubungannya dengan fasilitas-fasilitas yang akan menunjang dari proses peranan tersebut.
b.      Pondok Pesantren
Pondok adalah suatu tempat untuk mendidik atau mengajarkan agama Islam. Pondok ini merupakan tempat untuk menuntut ilmu dan memiliki asrama khusus bagi santri yang bersekolah di sana terutama yang datang dari luar daerah (Marwan Asaridjo, dkk, 1982, h. 76).
Pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang memperoleh wujud dan pengertian tersendiri dalam bahasa Indonesia. Asal kata peasntren adalah sant yang berarti orang yang baik dan tra artinya suka menolong, maka santra berarti orang yang suka menolong atau selalu berbuat baik, tetapi setelah santra mendapat imbuhan pe-an sehingga menjadi pesantren yang menunjukkan arti tempat. Maka dapat diartikan bahwa pesantren adalah sebagai lembaga atau tempat untuk mendidik santri (siswa dan siswi) menjadi individu yang selalu dapat berbuat baik (Mattulada, dkk, 1983, h. 323).
Secara garis besar bentuk pondok pesantren dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu pondok pesantren salafi dan pondok pesantren khalafi.
  1. Pesantren Salafi
Pesantren salafi adalah lembaga pesantren yang mempertahankan pengajian-pengajian kitab-kitab Islam klasik (salaf) sebagai inti pendidikan (Dhofer, 1983, h. 33).
  1. Pesantren Khalafi (modern)
Pesantren khalafi adalah pesantren yang memasukkan pelajaran umum dalam kurikulum madrasah yang dikembangkan atau pesantren yang menyelenggarakan sekolah umum seperti SMP, SMA dan perguruan tinggi dalam lingkungan.
c.       Pendidikan
Di dalam perkembangan paldugogik yang pesat menuju sebagai ilmu yang berdiri sendiri ditunjukkan oleh Herman Rohrs bahwa yang mula-mula sekali memakai ilmu pendidikan ialah J.C. Greiling yang menulis dalam bukunya tentang tujuan akhir dari pendidikan dan tentang dasar pertama dari ilmu pengetahuannya bahwa ilmu pendidikan berada dari seni mendidik (Prof. Dr. H. M. Said, 1985. h. 6).
Pendidikan pada hakikatnya suatu kegiatan yang selama sadar dan disengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus-menerus (Drs. H. Abu Ahmadi, dkk, 1991, h. 70).
H.    Metodologi Penelitian
            Metodologi berasal dari kata Methodos yang artinya cara untuk melakukan sesuatu, dan logis yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi Metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara sekama untuk mencapai suatu tujuan (Drs. Cholid Narbuko dan Drs. Abu Achmadi, 1997. h. 1).
            Metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara ilmiah untuk data-data sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan (Ibnu Subyanto, 1998, h. 2).
            Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang bersifat kualitatif. Kualitatif merupakan suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada gejala atau fenomena yang bersifat alami.
            Untuk menghasilkan penelitian yang relevan, maka harus disertai dengan data-data yang akan dapat membantu peneliti di dalam menginterprestasikan permasalahan-permasalahan/fenomena yang akan diteliti maka dalam penelitian ini peneliti memakai teknik-teknik sebagai berikut :
  1. Observasi
Dalam proses observasi, peneliti terjun langsung di lapangan penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap struktur keorganisasian yang diteliti serta menanyakan langsung tentang hal-hal yang berkaitan dengan tujuan pokok dan langsung ke organsiasi yang diteliti.
  1. Metode Penentuan Informasi
Mengingat data yang dikaji cenderung bersifat kualitatif yang hanya bisa diukur secara langsung, maka untuk menekan kesatuan kesimpulan serendah mungkin, peneliti menentukan informasi, diharapkan dapat menunjukkan informasi lain yang mungkin lebih mengetahui peramasalahan dari informan sebelumnya.
  1. Wawancara
Sumber informasi juga berupa orang (resonden), pada metode ini peneliti mengumpulkan data, dengan cara langsung (bertatap muka) dengan responden, pertanyaan dan jawaban dilakukan secara lisan yang bertujuan untuk merekam informasi yang diperlukan sesuai dengan tujuan penulis atau peneliti itu sendiri (Sanafiah Faizah, 1989, h. 42).
  1. Interprestasi
Interprestasi adalah suatu usaha menghubungkan antara fakta yang satu dengan yang lainnya. Pada akhirnya membentuk rangkaian peristiwa yang bermakna pada pengkajian penelitian. Jadi interprestasi juga bisa berarti penafsiran.
  1. Historiografi
Historiogrrafi ialah langkah akhir dalam proses ini, penulis mendeskripsikan data/sumber dalam bentuk tulisan atau buku yang sudah jadi.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Abu Achamdi dkk, 1991, Menelusuri Pertumbuhan Madrasah di Indonesia. Departemen Agama RI.
2.      Dhafier, 1983. Tradisi Pesantren, Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai. LP3S: Jakarta.
3.      Drs. Taufik Rahman Dhohri, 2000. Sejarah dan Masyarakat, Lintasan islami di Indonesia. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.
4.      Hadari Nawawi, 2001. Metode Penelitian di Bidang Sosial. Gajak Mada University Press: Yogyakarta.
5.      Soerjono Suekanto, 1986. Sosiologi Suatu Pengantar. CV. Rajawali: Jakarta.


PERANAN PONDOK PESANTREN ARRAHMANIYYAH NW SENYIUR DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI DUSUN SENYIUR

0 comments:

Post a Comment