Tuesday, December 4, 2012

kumpulan skripsi geografi PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH, METODE TANYA JAWAB DAN METODE DISKUSI SISWA KELAS XI MA NW LEPAK


PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH, METODE TANYA JAWAB DAN METODE DISKUSI SISWA KELAS XI MA NW LEPAK
TAHUN PELAJARAN 2008/2009







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
             Seperti yang telah disebutkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa salah satu tujuan nasional negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, diselenggarakan kegiatan pendidikan melalui tiga jalur yang salah satunya melalui pendidikan. Salah satu alternatif yang mungkin dilakukan di sekolah untuk melaksanakan kebijakan nasional itu adalah secara bertahap mengembangkan sekolah menjadi suatu tempat pusat latihan (training centre) manusia Indonesia di masa depan. Dengan kata lain, sekolah sebagai pusat pendidikan adalah sekolah yang mencerminkan masyarakat yang maju karena pemanfaatan secara optimal ilmu pengtahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada ciri keindonesiaan. Dengan demikian, pendidikan di sekolah seyogyanya secara berimbang dan serasi menjamah aspek pembydaan, penguasaan pengetahuan, dan pemilikan keterampilan peserta didik.
             Belajar menurut konsep tradisional adalah pengumpulan sejumlah pengetahuan dari orang yang lebih tahu (guru) sedikit demi sedikit sehingga akhirnya menjadibanyak. Belajar menurut Biggs (1991) seperti yang dinyatakan dalam pendahuluan teaching for learning: the view from cognitive psychology mendefinisikan belajar dalam tiga macam rumusan, yaitu rumusan kuantitatif, rumusan institusional, rumusan kualitatif. Secara kuantitaif, belajar berarti kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya. Secara institusional, belajar dipandang sebagai proses validasi (pengabsahan) terhadap penguasaan siswa terhadap materi-materi yang ia pelajari. Belajar secara kualitatif ialah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman serta cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa. Walaupun banyak pengertian tentang belajar tetapi secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengamatan dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
             Sehubungan dengan adanya berbagai metode belajar-mengajar yang  dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi, akan muncul pertanyaan tentang bagaimana pengaruh dari penggunaan metode belajar-mengajar tersebut. Terkait degan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang perbedaan prestasi belajar geografi dengan menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode diskusi.
B.     Identifikasi Masalah
             Berdasarkan latar belakang di atas identifikasi masalah yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: prestasi belajar siswa dilihat dari segi kemampuan kognitif dalam pembelajaran geografi masih kurang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai sisi yang salah satunya adalah anggapan sebagian besar siswa yang menyatakan bahwa belajar geografi merupakan suatu yang menjenuhkan karena materi pelajarannya tidak langsung dikaitkan dengan kenyataan di lapangan atau di alam. Anggapan siswa ini merupakan suatu penghalang untuk mencapai tujuan pembelajaran geografi seperti yang telah digariskan dalam kurikulum. Di sisi lain dijumpai dalam hal pembelajaran geografi di MA NW Lepak menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi masih belum memuaskan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
1.      Faktor sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang memenui persyaratan.
2.      Kemungkinan kekurangcermatan guru dalam memilih dan menggunakan metode dalam penyampaian materi pembelajaran geografi.
3.      Media yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang menarik perhatian siswa.
4.      Tidak digunakannya alat bantu selain kapur dan papan tulis.
5.      Tidak digunakannya alat peraga sebagai penunjang dalam pembelajaran.


C.    Pembatasan Masalah
             Pada pembagian identifikasi masalah di atas telah dikemukakan beberapa permasalahan dan faktor penyebab yang memungkinkan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi. Akan tetapi, mengingat keterbatasan waktu, biaya dan dana, maka tidak semua faktor tersebut di atas dapat diteliti. Oleh karenanya, perlu diberikan batasan masalah yang akan diteliti, yakni:
1.      Prestasi belajar siswa, khususnya dalam bidang kognitif dan efktif dalam pembelajaran geografi dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi.
2.      Prestasi belajar siswa, khususnya dalam bidang kognitif, afektif dan psikomotor dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan emtode ceramah, tanya jawab dan diskusi.
             Objek penelitian ini adalah perbandingan atau perbedaan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi masing-masing dalam waktu yang berlainan dan menggunakan ketiga-tiganya dalam waktu yang bersamaan.
             Subjek penelitian ini adalah kelas XI Semester II MA NW Lepak tahun pembelajaran 2008/2009.
D.    Rumusan Masalah
             Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah ada pengaruh penggunana metode ceramah, metode tanya jawab dna metode diskusi terhadap peningkatan prestasi belajar geografi siswa kelsa XI semester II MA NW Lepak?
2.      Adakah perbedaan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI semester II MA NW Lepak dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi masing-masing pada waktu yang berlainan dengan menggunakan ketiga-tiganya pada waktu yang bersamaan?


E.     Tujuan Penelitian
             Penelitian tentang perbedaan prestasi belajar geografi siswa kelas XI semester II MA NW Lepak tahun pelajaran 2008 bertujuan untuk mengtahui perbedaan prestasi belajar geografi kelas XI semester II MA NW Lepak dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi dimana masing-masing digunakan pada waktu yang berlainan dengan menggunakan ketiga-tiganya pada waktu yang bersamaan. Dan diharapkan dengan menggunakan metode-metode tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya siswa kelas XI semester II MA NW Lepak.
F.     Manfaat Penelitian
             Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut:
1.      Bagi mahasiswa: untuk mengembangkan ilmu pengtahuan dengan cara mengadakan perbandingan penggunaan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi, baik dalam waktu yang berlainan maupun bersamaan dalam proses pembleajaran di dalam kelas.
2.      Bagi guru: dengan hasil penelitian ini, maka guru dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat (sesuai situasi, kondisi dan pembelajaran) dalam proses pembelajaran.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Deskriptif Teoritik
1.      Prestasi Belajar
a.       Pengertian Prestasi Belajar
      Dalam kamus Bahasa Indonesia karangan Drs. Adi Gunawan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai sedangkan dalam literatur penyajian pendidikan dijelaskan bahwa prestasi belajar adalah tingkat kemampuan siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah diajarkan” (1993/1994: hal. 8). Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa prestasi siswa pada dasarnya adalah hasil yang dicapai oleh siswa yang bersangkutan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang telah diberikan oleh guru di sekolah.
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi  belajar siswa
      Ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar siswa, yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang datang dari dalam diri siswa itu sendiri sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri siswa dan dalam penelitian ini yang ditekankan adalah faktor eksternal yang berkaitan dengan metode pembelajaran yaitu metode ceramah, tanya jawab dan diskusi.
c.       Aspek yang Dinilai dalam Prestasi Belajar
      Bloom menyatakan bahwa “Ada tiga domain/lapnagan yang menjadi tujuan pembelajaran, yang karena itu juga merupakan aspek yang dinilai dalam menentukan prestasi belajar yakni kognitif, afektif dan psikomotor” (Roestiyah, 1986: hal. 110).
      Berikut ini dikemukakan pengertian ringkas dari masing-masing domain tersebut beserta bagiannya masing-masing yakni:
1)      Ranah kognitif (ranah cipta) adalah ranah yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan, dan kemampuan intelek. Selanjutnya Bloom menyatakan bahwa domain kognitif ini terdiri dari enam bagian yaitu: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis dan evaluasi.
2)      Ranah afektif (ranah rasa) menyangkut tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, respon penilaian dan karakterisasi.
3)      Ranah psikomotor (ranah karsa) berkenaan dengan tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor). Dave mengemukakan adanya lima bagian dari ranah ini yakni peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, dan pengalaman. (Usman, 1972: hal. 29-32)
d.      Pentingnya prestasi belajar siswa
      Prestasi belajar tidak terlepas dari kegiatan pembelajaran dan kegiatan evaluasi hasil belajar. Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajarna yang telah ditetapkan.
e.       Batas minimal prestasi belajar
      Menetapkan batas minimal keberhasilan belajar siswa selalu berkaitan dengan upaya pengungkapan hasil belajar. Ada beberapa alternatif norma pengukuran tingkat keberhasilan siswa telah mengikuti proses pembelajaran. Diantara norma-norma pengukuran tersebut ialah:
1)      Norma skala angka dari 0 sampai 10
2)      Norma skala angka dari 0 sampai 100
      Angka terendah yang menyatakan kelulusan/keberhasilan belajar (passing grade) skala 0-10 adalah 5,5 atau 6 sedangkan jika seorang siswa dapat menyelesaikan lebih dari separuh tugas atau dapat menjawab lebih dari setengah instrumen evaluasi ada pengecualian pada inti yaitu bahasa dan matematika yang merupakan “kunci pintu” pengetahuan-pengetahuan lainnya hendaknya menetapkan passing grade yang lebih tinggi (misal 65 atau 70) dari pada pelajaran lainnya.
2.      Metode Pembelajaran
            Metode pembelajaran adalah cara-cara guru untuk menyajikan bahan pembelajaran dengan memperhatikan keseluruhan situasi belajar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan yang terdiri dari lima kegiatan pokok yaitu pemilihan bahan, penyusunan bahan, penyajian, pemantapan, penilaian formatif. Guru harus mampu memilih metode yang sesuia dengan metode pembelajaran yang disajikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
            Adapun beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
a.       Metode ceramah
Metode ceramah adalah suatu cara penyajian pelajaran dengan penjelasan serta penuturan secaral isan tentang suatu pokok bahasan. Metode ini tidak senantiasa bila penggunaannya betul-betul disiapkan baik, didukung dengan alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode ini yaitu menetapkan apakah metode ceramah wajar digunakan dan langkah-langkah menggunakan metode ceramah itu yaitu persiapan/perencanaan, pelaksanaan dan kesimpulan.
b.      Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah salah satu metode pembelajaran yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dengan siswa. Guru bertanya siswa menjawab dan sebaliknya.
c.       Metode diskusi
Pata hakikatnya, metode diskusi merupakan metode untuk memcahkan masalah-masalah dengan proses berpikir dalam kelomopk. “Oleh karena itu, maka diskuis merupakan suatu kegiatan kerjasama atau aktivitas koordinatif yang mengandung langkah-langkah dasar tertentu yang harus dipatuhi oleh seluruh kelompok” (Tarigan, 1987: 36).


C.    Hipotesis
             Sesuai dengan permasalahan penelitian ini, hipotesis dapat diajukan dalam hal ini adalah ada pengaruh positif penggunaan metode ceramah, metode tanya jawab dan metode diskusi dimana ketiga-tiganya digunakan dalam waktu yang bersamaan daripada masing-masing digunakan pada waktu yang berlainan terhadap prestasi belajar geografi kelas XI semester II MA NW Lepak tahun pelajaran 2008/2009.


BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Desain Penelitian
             Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti melakukan penelitian dengan penelitian tindakan, artinya peneliti memperbaiki metode pengajaran pada pelajaran geografi kepada siswa XI semester II MA NW Lepak tahun pelajaran 2008/2009, dengan metode ceramah, metode tanya jawab dan metode diskusi dimana ketiga-tiganya digunakan dalam waktu yang bersamaan daripada masing-masing digunakan pada waktu yang berlainan.
B.     Variabel Penelitain
             Penelitian in dilaksanakan di MA NW Lepak dengan pertimbangan bahwa lokasi Madrasah Aliyah ini berada d iwilayah tempat tinggal penulis sehingga akan mempermudah di dalam pelaksanaannya, terutama sekali pada saat pelaksanaan pengumpulan data yang dibutuhkan dalam peristiwa ini.
C.    Populasi dan Sampel
             Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Suharsimi Arikunto, 2002: hal. 108) sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1980: hal. 220) “populasi penelitian adalah semua individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama”. Yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa XI Semeter II MA NW Lepak tahun pelajaran 2008/2009. Jumlah siswa yang duduk di kelas XI semeste II MA NW Lepak tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 35 orang siswa yaitu satu kelas dengan ruangan rincian 20 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan.
             Sampel adalah sebagian atau wakil pouplasi yang diteliti. Dalam penelitian ini yang diteliti adalah keseluruhan populasi. Jadi, penelitian ini bukan penelitian sampel tetapi penelitian populasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto (1958: hal. 194) yang mengatakan “Apabila populasinya kurang dari seratus orang, lebih baik dinilai semuanya sehingga penelitian menjadi study pouplasi”
D.    Teknik Pengumpulan Data
1.      Identitas Variabel
       Variabel penelitain ini terbagi menjadi dua variabel, yakni: pertama, perolehan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi disajikan dengan menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab dan metode diskusi yang masing-masing digunakan pada waktu berlainan, dan kedua perolehan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi yang disajikan dengan metode ceramah, metode tanyaj awab dan metode diskusi yang ketiga-tiganya digunakan pada waktu yang bersamaan. Setelah memperoleh data dan hasil tes, data tersebut dianalisis dengan menggunakan rumus t-tes. Alasan menggunakan rumus t-test adalah ingin membandingkan hasil tes ketika pembelajaran geografi menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode diskusi yang masing-masing digunakan pada waktu yang berlainan dengan hasil tes pada ketiga metode tes tersebut digunakan pada waktu yang bersamaan pada pembelajaran geografi.
2.      Definisi Operasional Variabel
       Definisi operasional untuk kedua variabel yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
a.       Metode ceramah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan penjelasan serta penuturan secara lisan tentang suatu pokok bahasan.
b.      Metode tanya jawab adalah salah satu metode pembelajaran yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara guru dengan siswa.
c.       Metode diskusi adalah suatu metode untuk memecahkan masalah dengan proses berfikir dalam kelompok.
3.      Instrumen dan Teknik Pengukuran
       Instrumen utama yang dipergunakan dalam penleitian ini adalah tes hasil belajar geografi. Sebagai instrumen pendukung akan dipergunakan pedoman observasi, interview dan dokumentasi. Beberapa langkah yang ditempuh dalam instrumen penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Membuat kisi-kisi soal.
b.      Mengembangkan butir-butir pertanyaan dari aspek-aspek variabel.
c.       Melaksanakan evaluasi.
d.      Menentukan kunci jawaban.
e.       Memberikan hasil evaluasi.
E.     Teknik Analisis Data
             Data yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Jadi, metode anlaisis yang digunakan adalah metode analisis statistik.
             Analisis statistik adalah “t-test” untuk menguji kebenaran penelitian ini menurut Dr. I.B. Netra, rumus t-test sebagai berikut:
Keterangan :
MI = angka rata-rata pertama (cara pertama)
MII = angka rata-rata kedua (cara kedua)
SEmd = kesalahan standar perbedana angka rata-rata





DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1985. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Gunawan, Adi. 2003. Kamus Cerdas Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika.
Hadi, Sutrisno. 1887. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Nata, Wijaya, Rochman dan H.A. Moein Moesa. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Dirjen Dikti, Depdikbud
Netra I.B. 1974. Statistika Inferensial. Surabaya. Usaha Nasional.
Roestiyah, N.K. 1986. Masalah-Masalah Ilmu Keguruan, Jakarta: Bina Aksara
Tarigan, Djago, Dkk. 2000. Pendidikan Keterampilan Berbahasa. Jakarta. Universitas Terbuka.
Usman, Moh. Uzer. 1992. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya.


METODE TANYA JAWAB DAN METODE DISKUSI SISWA KELAS XI MA NW LEPAK, PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH

3 comments:

Taqorrub Ubaidillah on January 23, 2013 at 9:08 PM said...

Ini skripsi atau artikel ilmiah? :)
kok sedikit sekali hmmmm

http://pendidikangeo.blogspot.com/

wirman valkinz on January 23, 2013 at 10:38 PM said...

ini skripsi mas bro,,,hanya sengaja saya potong bagian-bagiannya biyar ga kpanjangan,,lok mau semuanya tinggal PM aj,,trims,,

enny purnama dewi on May 9, 2013 at 7:51 AM said...

tolong kirimi hasil peneltian

Post a Comment


Get this widget!