Thursday, December 13, 2012

contoh laporan PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) INDIVIDU LENGKAP


LAPORAN
HASIL OBSERVASI DAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PROGRAM S1
SEMESTER GANJIL TAHUN AKDEMIK 2011/2012
DI MADARASAH ALIYAH AL-INTISHOR MATARAM





Diajukan Untuk Melengkapai Persyratan Penyelesaian
  Praktik Pengalaman Lapangan 


Disusun Oleh
WIRMANDI KANTAPRAWIRA
NIM:108120507





PROGRAM  STUDI  PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
2011/2012






PENGESAHAN
 PRAKTIK  PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PROGRAM  S1

PROGRAM STUDI  PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
 DI MADARASAH ALIYAH  AL-INTISHOR MATARAM




Alhamdulillahirabbil Alamin, segala puji dan puja syukur dihaturkan ke hadirat Allah Azza Wa Jalla, yang telah melimpahkan Rahmat dan Inayah-Nya kepada kita semua terutama nikmat Iman dan kekuatan sehingga saya  dapat menyelesaikan Laporan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Laporan ini disusun sebagai persyaratan untuk menyelesaiakan S.1 pada Progeram studi Pendidikan Geografi, dalam laporan ini saya  mencoba menguraikan segala kegiatan selama di lapangan dengan berpedoman pada materi-materi yang diperoleh dibangku kuliah dengan ditambah pengalaman-pengalaman  saya  di lapangan.
Selanjutnya keberhasilan saya di lapangan sampai terselesainya laporan ini tidak terlepas dari bantuan semua pihak. Oleh karena, demikian melalui laporan ini kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya terutama kepada :
1.      Bapak Drs.Mustamin H.Idris selaku Rektor  Universitas Muhammadiayah Mataram
2.      Bapak H.Suwardie, AH, SH, MPA  selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
3.      Bapak Arif rahman, S.Pd, M.Pd selaku Prodi Bahasa Inggris  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
4.      Bapak Khairil Anwar, S.Pd, M.Pd  selaku Dosen Pembimbing Lapangan
5.      Ibunda Ratnawati, S.Pdi  selaku Kepala Sekolah MTs Al-Intishor  Mataram
6.      Bapak L.Satriawan, S.Pd.Selaku guru pamong program  studi Bahasa Inggris
7.      Ibu / Bapak guru beserta staf  tata usaha MTs Al-Intishor Mataram
8.      Bapak dan Ibu Guru beserta keluarga besar MTs Al-Intishor  Mataram .
9.      Rekan-Rekan Mahasiswa PPL Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram  dan semua pihak  dalam hal ini tidak dapat kami sebutkan namanya yang telah membantu dengan ikhlas dalam menyusun laporan ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi penyusunan maupun dari segi isi. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini.
Akhirnya semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di MTs Al-Intishor Mataram.                                                                   
                                                                    

                                                                          
                                                                                             Penyusun




               BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Dari sejarah perjuanganbangsa Indonesia, guru merupakan salah satu elemen pejuang tanpa jasa yang berkarir dibidang ke pendidikan, yang mencairkan segala aspirasi pengetahuan lewat teori maupun materi, Sehingga komponen yang di dasari oleh pencernaan sikap dan perilaku adalah adaptasi karya guru. Dalam hal ini sebuah usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan daya efektivitas pendidikan yang telah melahirkan konsepsi profesionalitas oleh pejuang tanpa tanda jasa. Tentu saja jawaban dari semua pertanyaan itu adalah nilai yang terakomodir untuk menyampaikan gagasan yang berupa ilmu pengetahuan dan konteks berpikir kepada generasinya.
Dalam falsafah pancasila yang disebutkan dalam sila ke-2 telah menyesuaikan makna yang dimana tuntutan tersebut adalah pendidikan akan menciptakan kader-kader bangsa yang beradab. Sehingga pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup serta mempunyai tujuan untuk membentuk kepribadian anak didik menuju perkembangan yang optimal akan produktifitasnya kader-kader bangsa untuk memenuhi tuntutan jaman.
Dalam hal ini, telah melahirkan asas kedewasaan diri bagi calon seorang guru yang profesional terhadap proses pencarian profesinya. Sehingga pelaksanaan Praktek Pengamalan Lapangan (PPL) yang merupakan bagian dari perkuliahan yang harus dilalui atau dilaksanakan oleh mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah didapat di bangku perkuliahan. Oleh karena itu, khususnya Perguruan Tinggi Suasta yang bergerak dibidang  kependidikan yang mana pada status sebagai penegelola pendidikan pada profesi keguruan atau dikenal dengan Universitas Muhammadiyah Mataram.
Telah melahirkan mahasiswa yang mandiri dengan pengalaman pengajaran yang memadai sebagai bekal masa depannya. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini telah terjadwal pada sebuah tempat yang obyektif untuk dijadikan liang pencarian advokat pendidikan yakni MA AL–Ihitishor Mataram.
1.2.      Pengertian Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan oleh setiap mahasiswa melalui kegiatan belajar mengajar diluar dari intra kampus, untuk memenuhi standar kualifikasi di dalam kelas secara terpadu dan dibimbing oleh masing-masing koordinator sebagai bentuk persyaratan dalam kegiatan kuliah.
1.3.      Tujuan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah:
1.      Terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional dalam mendidik generasi muda di sekolah.
2.      Membimbing calon guru yang memiliki kualitas dengan terciptanya kader-kader yang cakap, terampil dan bertanggung jawab kepada kepribadian pendidikan masyarakat, bangsa dan Negara.
1.4.      Sasaran Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
Adapun sasaran yang ingin dicapai dari Praktek Pengalaman Lapangan adalah sebagai berikut :
1.      Membentuk pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan dan daya kreatif  ilmiah.
  1. Memberikan peran konektifitas, nilai dan pola psikomotorik dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.
3.      Memberikan pengajaran yang berupa perangkat pengetahuan dan teknologi baik yang sifatnya intra sekolah maupun ekstra sekolah. Dengan menjamin pendidikan dalam produktifitasnya sekolah yang efektif dan efisien.
Berdasarkan  pengalaman dan sasaran tersbut, dalam pelaksanaan program pengalaman lapangan kependidikan di MA Al-Intihsor Mataram, penulis sebagi calon guru pendidik telah banyak  mendapatkan  pengalaman yang cukup bermanfaat sebagi bekal  untuk terjun kedunia kependidikan dikemudian hari. program pengalaman lapangan kependidikan ini memberikan hasil yang positif dalam mencetak tenaga pendidik yang profisional, berkualitas, bertanggung jawab dan penuh serta menjunjung tinggi  kode etik guru.
1.5. Tempat dan Waktu Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) pendidikan mahasiswa Prodi S.1 bahasa Inggris Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Tahun 2011/2012 adalah MA Al-Intishor Program S.1 bahasa Inggris tahun 2011/2012 adalah di MTs Al-Intishor Mataram .
Adapun waktu pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini berlansung mulai dari Tanggal, 12 september  sampai dengan 12 Desember   2011



BAB II
HASIL OBSERVASI KEADAAN SEKOLAH
Pada program ini Praktek Pengalaman Lapangan kependidikan yang dilaksanakan di MTs AL-Intishor Mataram dari bulan, 12 september  sampai dengan 12 Desember 2011 kegiatan yang Pertama kali dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang diperlukan dan dilaksanakan dengan cara pengamatan, pendekatan personal, penelitian dan analisa terhadap berbagai situasi dan kondisi pengamatan, berbagai aspek yang berkaitan dengan Praktek Pengalaman Lapangan di MTs  AL-Intishor Mataram.
Tujuan yang dilaksanakannya kegiatan observasi ini adalah sebagai langkah awal untuk mengawali lingkungan, baik tempat maupun lapangan tertentu. Sehingga Praktek Pengalaman Lapangan tersebut dapat menghasilkan kompetensi yang obyektif, yang menghasilkan mahasiswa sebagai calon tenaga kependidikan yang profesional dan berpengetahuan yang luas.
A. Letak Geografis Sekolah
            letak geografis madrasah aliyah al-intishor  tanjung karang mataram dengan batas-batas sebagai berikut :
·         Sebelah selatan berbatasan dengan jalan raya
·         Sebelah utara berbatasan dengan rumahan penduduk
·         Sebelah timur berbatasan dengan masjid
·         Sebelah barata berbatasan dengan gudang kayu



B.   Waktu Pelaksanaan Observasi
Pelaksanaan observasi dimulai pada  hari senin Tanggal 12 September sampai dengan selsai  PPL.
pelaksanaan observasi melibatkan:
  1. Kepala sekolah MTs Al-Intishor  yang banyak menjelaskan mengenai keadaan sekolah , situasi dan kondisi secara umum .
  2. Bagian tatausaha yang telah banyak membantu dalam memberikan bimbingan yang berhubungan dengan administrasi sekolah, personalia  sekolah dan berbagi informasi  sekolah.
  3. Guru-guru MTs Al-Intishor yang telah memberikan bimbingan saran-saran dalam pelaksanaan tugas guru, pengelolaan kelas serta informasi tentang sisiwa
  4. Guru pamong yang banyak memberikan  bantuan dan saran saranya baik itu secara pembuatan satuan  layanan  serta berbagi kesulitan yang kami alamai dalam proses belajar mengajar .
  5. Rekan–rekan mahasiswa atas dukungan dan kerjasama dalam pelaksanaan  program pegalaman lapanagan .
Adapun hal-hal yang di observasi meliputi:
a.      Observasi terhadap situasi dan kondisi sekolah
b.      Observasi terhadap situasi dan pengelolaan kelas
c.       Observasi terhadap kegiatan belajar mengajar
d.      Observasi terhadap siswa pada umumnya


C.  Obervasi Keadaan  Sekolah
      Kegiatan observasi pada peraktek lapangan ini bertujuan untuk mendapatkan data –data pendidikan yang merupakan model yang sangat berguna bagi mahasiswa calon guru yang nanti diharapkan langsung bila sudah terjun kedunia pendidikan yang sesungguhnya dalam melaksanakan  tugas fropesional  seorang guru.
      Dalam pelaksanaan observasi yang telah kami lakukan di sekolah Madarasah Aliyah  AL-Intishor dapat kami lampirkan hasil sebagi berikut:
a.      Situasi dan kondisi sekolah
Yang dimaksud dengan situasi dalam kondisi fisik sekolah ini adalah suatu gambaran umum mengenai sekolah  MA Al-Intishor  yang meliputi:
1.      Nama sekolah             :MA AL-Intishor mataram
2.      No.statistik sekolah    :312527103008
3.    Akriditasi  sekolah     :Proses
4.      Alamt sekolah                        :Jln Sultan Salahuddin
                                        :Desa/Kecamatan   :Tanjung         karang/sekarbela
                                    :Kabupaten /kota       :Mataram
                                    :Provinsi                     :Nusa Tenggara Barat  
                                    :Telpon                        :(0370)629790
5.      NPWP Madarasah     :029650108911000
6.      Setatus sekolah           :Swasta
7.      No.akte pendirian yayasan :30.14/08/1993
8.                Luas bagunan                   :1400M2
9.                Kepemilikan                     :yayasan
10.  Tahun  berdirinya Madarasah  : 23 september 2006
11.      Sk Terdaftar                              :Tanggal, 23 september 2006 Nomor      Kx.19.1/2/1991/2006



      Madrasah  Aliyah MTs Al-Intisohr Mataram  memiliki
1.      Ruang Kantor atau Ruang Guru
1.  Identitas Sekolah
 Nama  madarasah                            : MTs AL-INTISHOR Mataram
Nomor Statistik Madrasah (NSM)     :312527103008
Alamat Madrasah                              :
a. Jalan                                 : Jl.Sultan salahuddin No.141 Tlp.(0370) 629 790 Bendega Tanjung Karang
b. Desa/Kecamatan                  :  1. Desa           2. Kelurahan
c. Klarifikasi Geografis         :  1. Terpencil    2. Pedesaan
                                                 3. Perkotaan    4. Daerah
d. Kecamatan                              :Tanjung karang/sekrabela
e. Kabupaten/Kota                      :Mataram
f. Propinsi                                   : Nusa Tenggara Barat
g. Kode Pos                                : -
h. Kode Area/No. Telp/Fax         : (0370) 629 790/081803700842
i. Jarak Sekolah Sejenis              : 0,5 (km)
Status Madarasah                                    : Yayasan
Waktu Penyelenggaraan                          : Pagi
2.  Keadaan Fisik Sekolah:
MA Al-Intishor mataram mempunyai  gedung yang permanen, di bagun  pada tahun  2006 yang diresmikan oleh  wali kota mataram. MA Al-Intishor Mataram terdiri dari 7 ruangan yang diperuntukan ruang belajar dan ruang administerasi, yang dirincikan adalah sebgai  berikut:
Ruang kepala sekolah                : 1 Lokal
Ruang belajar                             : 3 Lokal
Ruang administrasi                    :1 Lokal
Ruang tata usaha                        :1 Lokal
Ruang guru                                : 1 Lokal
Kamar madi/ WC guru               : 2 Lokal
Kamar madi/ WC siswa             : 2 Lokal
Kantin                                        :1 Lokal
Raung Perpustakaan dan komputer :1 Lokal
Mushola                                     : 1 Lokal
Leb IPA  (leb biologi dan fisika)      :
Ruang BP dan UKS                   :1 Lokal
3.Keadaan Fisik Sekolah  MA Al-Intishor terdiri dari  :
1. Ruang kelas                             : 3
2. Perpurtakaan                                 : 1
3. Ruangan Lab IPA                    :1
4. Ruangan Leb Biologi               :
5. Ruangan Lab Fisika                 :
6.Ruangan Lab Kimia                 :
7.Ruangan Lab Komputer           :1
8.Ruang Guru                             :1
9.Ruang TU                                :1
   
4.   Keadaan Fisik Kelas, Ruang Kelas, Dan Cara Pengaturan
a.  Keadaan Fisik Kelas
Suasana bangunan sekolah sangat efisien dan pengembangan studi penuh kelayakan sebagai faktor yang mendukung swadaya dan pemberdayaan pendidikan. Sehingga secara fisik bangunan kelas sesuai dengan strata obyektif valid dan otonom yang eksis dipedomani bagi kelas ekonomi pendidikan Muhammadiyah itu sendiri.
  1. Pengaturan Kelas
Pengamanan kelas sangatlah otomatis dari segala konsekuensi amatir sekolah. Sehingga manajemen pendidikan dapat terealisasi dalam pengelolaan oleh pihak sekolah maupun masing-masing guru itu sendiri. Sebab daya pengaturan kelas tergantung pada subyektifikasi pengelola pendidikan itu. Hanya saja terabaikan oleh suasana yang mapan.
B. Sarana dan Prasarana/Fasilitas Sekolah
1.1. Fasilitas Sekolah

No.

Fasilitas Yang Ada

Jumlah
Kondisi
Baik
Rusak
1.
Ruang Kepala Sekolah
1
-
2.
Ruang Guru
1
-
3.
Ruang TU/Ruang Komputer
1
-
4.
Ruang Kelas
3
-
5
Ruang BP/BK
1
-
6.
Perpustakaan
1
-
7.
 Kantin
1
-
8.
Kamar Kecil/WC
2
-
9.
Ruang Serba Guna/Gudang
1
-
10.
Ruang Laboratorium
1
-

1.2. Keadaan Perlengkapan Kelas

Ruang

Jumlah
Keadaan
Baik
Rusak Sedang
Rusak Berat
Kursi Murid
160
-
60
100
Meja Murid
80
-
20
60
Kursi Guru
15
-
5
10
Meja Guru
4
-
4
-
Papan Tulis
4
2
2
-
Lemari
8
8
-
-
Rak Buku
-
-
-
-

TATA TERTIB SEKOLAH
Sebagai upaya untuk mewujudkan tingkat kedisiplinan dan kelancaran penyelenggaraan sekolah yang baik dan bermutu, maka dipandang perlu untuk menetapkan tat terbib sekolah bagi komponen sekolah sebagai berikut :
I. Tata Tertib Bagi Guru Dan Pegawai
1. Guru dan Pegawai wajib hadir di sekolah selambat-lambatnya 07:15 menit sebelum KBM dimulai
 2.  Guru dan Pegawai wanita harus berpakaian atau berbusana muslim dan sesuai aturan yang berlaku
3    Guru dan Pegawai wajib mengikuti upacara bendera pada setiap hari senin
4.   Guru waji menyiapkan perangkat administrasi guru (Silabus dan RPP) sebelum memulai KBM
5.   Dalam proses KBM guru wajib mengikuti langkah-langkah kegiatan seperti yang ditetapkan dalam Silabus dan RPP
6    Guru wajib mengevaluasi dan menganalisa hasil belajar siswa, baik secara formatif maupun sumatif
7.   Guru wajib melaksanakan kegiatan pengayaan dan perbaikan atas prestasi belajar siswa
8.   Guru wajib membimbing siswa dan bersama siswa melaksanakan shalat dzuhur setiap hari, kecuali hari Jum’at sebelum pulang sekolah
II. Tata Tertib Siswa
1.      Setiap hari siswa-siswi wajib masuk sekolah 5 menit sebelum KBM dimulai
2.      Siswa –siswi wajib berbaris dan berdo’a sebelum memsauki ruangan
3.      Siswa-siswi wajib memakai pakaian seragam sekolah sesuai waktu yang telah ditetapkan :
a.          Senin dan Selasa baju  putih dan celana  abu
b.      Rabu dan Kamis sbaju  pramuka , celana coklat
c.          Jum’at dan Sabtu baju imtaq  dan memakain peci hitam bagi laki dan perempuan kerudung hitam
d.      Pada setiap jam Penjaskes wajib berpakaian seragam olah raga yang ditetapkan oleh sekolah
4.      Siswa-siswi wajib berepakaian yang rapi dan sopan sesuai adat dan kebiasaan yang berlaku dimasyarakat.
5.      Siswa yang sakit, wajib mengirim surat atau keterangan sakit dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Sakit 1 hari sampai 2 hari menyampaikan surat keterangan sakit dari orang tua/wali
b.       Sakit lebih 2 hari harus menyampaikan surat ketengan sakit dari dokter (rumah sakit)
6.      Siswa-siswi tidak boleh mengganggu situasi dan kelancaran KBM di kelas, seperti bercakap-cakap dengan teman, tertawa dan berteriak, mondar-mandir dan keluar masuk kelas.
7.      Siswa tidak boleh merokok,bawa Hp/Perhiasan dan tidak boleh bolos
8.      Siswa wajib shalat bersama di masjid sebelum pulang sekolah.
9.      Siswa-siswi harus membiasakan diri untuk senantiasa mengucap salam dan berjabat salam, baik dengan orang tua dirumah maupun dengan guru-guru di sekolah setiap bertemu dan setiap berpisah.
10.  Secara nyata melibatkandiri dalam usaha menjaga dan memelihara keamanan sekolah, ketertiban dan kebersihan sekolah, keindahan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di sekolah
11.  Turut berperan secara aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah
12.  Selalu belajar dengan giat dan tekun, rajin membaca dan mengaji serta mampu memanfaatkan waktu terluang dengan kegiatan yang bermanfaat.


BAB III

OBSERVASI SETTING KELAS DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Observasi  setting kelas adalahse jumlah informasi yang terkait dengan tugas-tugas  mengajar dikelas, dan tugaas liannya yang dapat diperoleh mahasiswa dari sekolah melalui wawancara  dengan pihak sekolah dan informasi melalui dokumen tertentu.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh  data dan informasi serta mengenal secara mendalam tentang lingkungan  sekolah ma al-intishor terutama hal yang berhubungan dengan pelajaran  pendidikan ips geografi,     
A. Hasil Obervasi Setting Kelas
1.  Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan  Geografi
Kurikulum Mata Pelajaran  Pendidikan Geografi terdiri dari :
Ø  Kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris untuk kelas X, XI, XII Tahun 2011
Ø  Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada mata pelajaran Pendidikan Bahasa Inggris untuk kelas X, XI, XII tahun 2006
Ø  Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) pada mata pelajaran Pendidikan Bahasa inggris tahun 2007
2.   Penyusunan Program Pengajaraan
a.  Penguasaan Materi Pelajaran
      Konsep materi pelajaran merupakam bahan ajar yang selalu dinilai oleh guru pamong dan akan siap disinyalir pada pengajaran sesuai pembelajaran yang akan dipraktekkan dalam persiapan bahan ajar.
b.   Program Tahunan
      Penjadwalan kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing pihak baik sekolah maupun oleh guru pengajar. Hal ini akan tergambar dalam penyusunan program yang disusun dan dilakukan oleh pihak terkait. Misalnya jadwal pelajaran, hari libur dan peringatan hari besar lainnya.
c.   Program Semester
      Kegiatan yang direncanakan oleh masing-masing pihak baik sekolah maupun guru. Sehingga penjadwalan materi pembelajaran akan ada penyesuaian dengan bahan ajar.
d.   Pengembangan Silabus dan Sistim Penilaian
      Kegiatan ini dilaksanakan oleh masing-masing guru bidang studi sebagai konsep bahan ajar. Hal ini juga dilakukan penyusunan oleh pihak sekolah maupun pihak pengajar.
e.   Rekayasa Pembelajaran
      Pembelajaran akan dilakukan pada setiap jadwal sesuai pengajaran oleh pihak sekolah ataupun oleh guru pamong. Sehingga materi yang disesuaikan adalah konsep yang diberikannya. Dan itupun ada berbagai alternatif pengelolaan bahan ajar yang dilakukan oleh pihak sekolah ataupun Guru pamong.
B.   Kegiatan Belajar Mengajar
      a.  Rencana Pembelajaran
      Persiapan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan administrasi, terutama administrasi guru antara lain satuan pelajaran, program semester, program tahunan, rencana pembelajaran dan lain-lain. Agar dalam melaksanakan atau merencanakan kegiatan praktek mengajar itu harus berjalan dengan baik dan lebih utama agar menuntun kita sebagai calon guru harus terampil melatih dan mendidik anak agar terarah pada pendidikan yang berkualitas sesuai dengan posisi pengetahuan yang terlatih. Dengan mempersiapkan segala aspek ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menyuguhkan mereka pada produktifitas sekolahnya dengan berbagai strata sumber daya untuk membentuk kepribadian yang progresif dan madani.
b.   Realisasi Kegiatan Belajar Mengajar
      Realisasi dari pada kinerja kegiatan belajar mengajar adalah status yang berkompetensi dalam mengelola kemampuan dan melatih emosionalitas keprofesionalitasnya  seorang calon pendidik. Hal ini akan menjadi tujuan agar keterampilan mengajar dapat dikuasai dengan baik oleh mahasiswa atau Guru PPL dengan berbagai mata pelajaran yang dikuasainya yakni :
1.      Mengajar semua bidang studi
2.      Memberikan bimbingan dalam melaksanakan program
3.      Mengejar tugas administrasi
4.      Merencanakan dan melaksanakan program kurikuler dan ekstra kurikuler
c.  Faktor Pendukung
Dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di  MTs Al-Intishor Mataram  berjalan dengan baik dan lancar. Oleh sebab itu, nilai tidak bisa dilupakan untuk mendukung suasananya adalah :
1.             Tegas dan kreatifnya masing-masing guru dan kepala sekolah dalam meneladani intrapersonal dalam menangani administrasi sekolah
2.             Ruang belajar yang cukup kolektif dengan berbagai ragam lukisan dengan kondisi tempat belajar dapat ditata dengan baik
3.             Berbagai macam alat penunjang belajar yang kompetitif  siap digunakan secara praktis
d. Faktor Penghambat             
Dalam pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di MTs AL-Intishor Mataram  dapat berjalan dengan baik dan lancar pada konsep penunjang, akan tetapi tidak terlepas dari hambatan yang mempengaruhi daya efektifitas dan produktifitasnya  pengajaran.Oleh sebab itu, hambatan-hambatan tersebut adalah :
1.             Kelengkapan alat bantu seperti spidol, penghapus papan belum menunjang sesuai dengan daya kreatifitas siswa
2.             Ketika bel pelajaran berbunyi masih ada siswa yang bekeliaran di luar kelas bahkan ada yang terlambat hadir bahkan tidak hadir sama sekali, sehingga pada saat KBM terjadi pengunduran konsep belajar
3.             Kurangnya pelayanan dalam penyediaan alat penunjang seperti OHP, Buku Pelajaran, dan kurangnya bantuan orang tua dalam mengontrol anak dalam menangani tugas yang diberikan oleh gurunya, sehingga pro aktif anak dalam kelas sangat menurun sekali
e.  Cara Mengatasi Hambatan
Agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan lancar ada beberapa metode yang progresif untuk mengatasi hambatan, sebagai berikut :
1.      Mengumumkan kepada setiap siswa sebelum melaksanakan upacara agar siswa membersihkan ruangan dan halaman sekolah serta menyiapkan alat bantu pengajaran demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.
2.      Didalam proses kegiatan belajar mengajar siswa diharuskan mendukung daya kreatifitasnya tersebut.
3.      Bagi siswa yang terlambat masuk sesudah bel berbunyi atau yang melakukan keonaran didalam kelas agar diberikan hukuman ringan untuk mengingatkan agar selalu mentaati tata tertib dan disiplin yang sudah ditentukan.


BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Dari hasil Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain :
  1. Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) kependidikan sangat memiliki arti dan nilai yang reproduktif bagi mahasiswa itu sendiri sebagai calon guru. Karena dengan melaksanakan kegiatana seperti ini adalah pelatihan dan pengkaderan yang secara sistematik dapat dinilai obyektif dapat beradaptasi dengan berbagai problema yang dihadapi.
  2. Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan dasar pengendalian potensi pada profesionalnya seorang calon pendidik dan sebagai figur yang mampu menjaga kredibilitas dan eksistensi kepahlawanan tanpa tanda jasa.
  3. Dalam sebuah system yang dianut oleh MTs Al-Intishor ini sangat dinilai subyektif (independensif) produktif religius. Sehingga hubungan diantara berbagai keunikan baik guru dengan guru maupun guru dengan siswa terjalin aktif begitupun pelaksanaan KBM Nya sangat progresif dan intelektual
  4. Peraktek  pengalaman  lapangan  ini membuat kami jadi  lebih dewasa baik dalam  berfikir, berbuat, bertingkah laku, bergaul, dan berdisiplin sebagi seorang guru.
4.2 Saran-Saran
Kepada  siswa  siswai MA Al-Intishor  Mataram, penulis sarankan supaya lebih giat belajar untuk meraih masa depan dan cita-citamu, persiapkan dirimu dengan  ilmu yang kalian miliki dan keterampilan yang cukup karna dengan itu kalian akan mampu bersaing di era globalisasi yang penuh persaingan ini dan berusahalah dan sambil berdo’a karena berusaha tampa berdo’a tidak akan menghasilkan sesuatu .
Bagi rekan rekan  yang melaksanakan PPL  agar betul betul siap seblum  mengajar  di kelas, siapkan mental kalian, dan menguasai meteri serta mampu menangani  serta mengatur  kelas dengan baik
Kepada pihak sekolah  MTs Al-Intishor Mataram, tempat penulis melaksanakan  PPL, perlu meningkatkan  kerjasama yang baik dengan  mahasisaw  praktek agar tujuan  pendidikan  Nasional dapat mencapai  seperti yang diharapkan .
Kepada dosen  pembimbing PPL, mahasiswa hendaknya di banmgku kuliah lebih banyak diberikan  latihan mengajar seperti membuat analisis program tahunan, RPP, program semesteran dan  membuat analisis materi  pelajaran, sehingga mahasiswa  sebagi calon guru dapat menjadi lebih siap  untuk terjun ke lapangan.
Kerja sama yang baik antara mahasiswa PPL dengan pihak sekolah sangat dinilai progresif dalam menenangkan pemikiran dengan penuh kedewasaan. Hal ini akan melahirkan tingkatan kualitas pendidikan yang utuh. Sebab terjalinnya suasana interaksi tersebut adalah momentum terbagi kebaikan dalam menuntun kepribadian bangsa.
Segala aturan dan sisipan makna oleh mahasiswa PPL ikut menyertakan dan menegakkan. Akan tetapi salah satu peraturan ekonomi pengajaran oleh pihak sekolah dinilai dari sisi obyektifnya kurang monoton. Sehingga keprofesionalisnya Mahasiswa PPL tidak seimbang. Kalau ini terdampingi, maka pada pandangan subyektifnya akan seimbang.  










LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PROGRAM S1

0 comments:

Post a Comment


Get this widget!