Monday, November 5, 2012

kumpulan skripsi fisipol GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR



GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN
MOTIVASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT AIKMEL
KABUPATEN LOMBOK TIMUR


KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, karunia serta taufik-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini sesuai jadwal. Serta hanya kepada-Nya lah berserah diri.
            Skripsi ini dihajatkan terutama sebagai persyaratan menyelesaikan studi Strata Satu (S-1) pada Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Sunan Giri Surabaya. Di dalam penulisan Skripsi ini, Penulis berusaha menggambarkan gaya kepemimpinan yang memilki pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai.
            Sewaktu dalam proses penyelesaian Skripsi ini, Penulis mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak, moril maupun materil, dan semoga amal baik semua pihak tersebut tercatat sebagai ibadah dan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Karenanya melalui kesempatan ini, Penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada yang terhormat :
1.    Bapak Drs. Tjipto Hadi, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik Sunan Giri Surabaya beserta staf yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian serta fasilitas yang dibutuhkan.
2.    Bapak Drs. Triono Budi Santoso, M.Pd selaku pembimbing pertama dan Bapak DK. Syahrul Anam, M.Pd selaku pembimbing kedua, yang dengan sabar dan tekun banyak memberikan bimbingan, arahan, motivasi dan masukan sampai Skripsi ini dapat terselesaikan.
3.    Bapak Camat yang telah memberikan ijin dan kesempatan beserta informasi-informasi penting tentang seluk beluk kepemimpinan di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
4.    Kepada teman-teman seperjuangan dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah ikut serta membantu dalam penyelesaian Skripsi ini.
            Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karenanya lontaran kritik dan saran yang konstruktif sangat Penulis harapkan untuk kesempurnaannya. Tidak ada gading yang tak retak, dan sebagai satu karya ilmiah, maka Skripsi ini adalah kerja tanpa akhir.
            Semoga Skripsi ini bermanfaat bagi Penulis khususnya dan para pemerhati pada umumnya, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr .Wb.

Aikmel,                           2007

Penulis

                  
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian tujuan organisasi pada umumnya termasuk organisasi pemerintahan. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Siagian (1988:20) bahwa “Adalah suatu kenyataan kehidupan organisasional bahwa pemimpin memainkan peran yang amat penting bahkan dapat dikatakan amat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan”. Kemudian Thoha (1993:35) menyatakan bahwa “Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal ditentukan oleh pimpinan”.
Dari pendapat di atas, maka dikatakan bahwa kepemimpinan merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi. Pemimpin merupakan pemegang peranan sentral dalam suatu organisasi dan merupakan penggerak bagi sumber-sumber, alat-alat, manusia dan bahan lainnya dalam organisasi. Pentingnya kepemimpinan dalam organisasi, termasuk di dalamnya adalah organisasi pemerintahan, maka dalam organisasi pemerintahan dibutuhkan seorang pemimpin yang handal untuk dapat membuat keputusan-keputusan ke arah pencapaian tujuan. Untuk mencapai tujuan organisasi maka pemimpin harus mampu menggerakkan dan mengarahkan pegawai atau bawahannya yang bekerja di dalam organisasi agar berprestasi yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Dengan demikian fungsi pemimpin atau atasan dalam suatu organisasi, diantaranya menggerakkan dan mengendalikan perilaku pegawai yang bekerja di dalam organisasi tersebut. Sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan secara baik dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Agar kondisi demikian tercapai, maka pemahaman terhadap perlunya kepemimpinan harus ditambah dengan pemahaman tentang gaya kepemimpinan. Hal ini penting karena tidak semua bawahan atau pengikut mau dengan begitu saja didorong dan diarahkan oleh pemimpin. Jadi, karena pentingnya gaya kepemimpinan ini pada bawahan, maka perlu diterapkan gaya yang tepat sehingga dengan demikian bawahan atau pengikut benar-benar secara sukarela dan tulus menyumbangkan segenap kemampuannya dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam kepemimpinan, ada hubungan antara pemimpin dan bawahan terutama bawahan yang dikenakan dalam proses memimpin, potensinya dapat efektif apabila termotivasi ke arah pencapaian tujuan. Karena itu, berkaitan dengan motivasi ini, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan dengan berbagai gayanya penting dalam rangka memotivasi bawahan untuk bersama-sama dalam pencapaian tujuan. pemimpin dengan berbagai kewenangannya mempunyai tujuan memotivasi bawahannya. Begitu pula sebaliknya, bawahan dengan adanya kepemimpinan yang baik dalam organisasi membuat mereka terdorong dan termotivasi searah dengan kepemimpinannya untuk mencapai tujuan organisasi.
Demikian halnya di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur, setiap pegawai yang ada di dalamnya mempunyai karakter dan kepribadian serta sikap dan perilaku yang berbeda-beda. Hal ini tentunya dapat menjadi penyebab lahirnya bermacam-macam kebutuhan yang melatar belakangi motivasi mereka dalam bekerja. Banyak pegawai yang telah memiliki masa kerja yang cukup lama dan berpengalaman dalam bidang kerjanya. Mereka merasa nyaman dengan suasana kerja yang telah mereka rasakan selama ini, kenyataan ini tentunya menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang telah diterapkan selama ini mempunyai efek yang positif terhadap lingkungan kerja yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan motivasi kerja dari para pegawai.
Pada sisi lainnya, setiap pegawai di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur tentunya mempunyai persepsi yang tidak sama terhadap atasannya, dalam hal ini Camat. Hal ini tentunya akan mengakibatkan adanya persepsi ataupun anggapan yang berbeda-beda dari setiap pegawai terhadap gaya kepemimpinan atasannya, apakah dianggap sangat baik atau justru sebaliknya.
Motivasi disini berarti menggerakkan bawahan yang bekerja dalam suatu organisasi atau lembaga pemerintahan. Serta pimpinan organisasi pemerintahan berupaya memotivasi pegawainya dalam bekerja sehingga penyelenggaraan organisasi pemerintahan dapat terlaksana dengan baik.
Penelitian ini perlu dilakukan untuk dapat memotivasi pegawai Kantor Camat Aikmel khususnya dan pegawai pada umumnya agar mampu meningkatkan motivasi kerja serta dapat menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif dan bergairah lagi dalam bekerja.

1.2.        Permasalahan
Sebagaimana diuraikan di atas, sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang pemimpin untuk dapat mengetahui dan memahami perilaku bawahannya sehingga pimpinan mengarahkan bawahan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Demikian pula pimpinan organisasi pemerintahan, sudah kewajiban untuk mengetahui, memahami, menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan iklim kerja yang kondusif dalam kehidupan organisasional. Untuk mencapai kondisi yang demikian, pimpinan tentunya tidak hanya berperan sebagai atasan yang keinginna dan kemauannya harus diikuti oleh bawahannya, tetapi juga harus disertai penerimaan di kalangan bawahan. Dengan kata lain, tidak hanya atas pengangkatan dan penunjukan semata, tapi karena kualitas kepemimpinannya yang diaraskan mendorong jiwa dan semangat kerjanya dalam iklim yang demokratis di tubuh anggotanya. Dan untuk itu pimpinan dalam hal ini perlu menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat, sehingga dengan demikian dapat meningkatkan motivasi para pegawai agar secara bersama-sama menuntaskan pekerjaan yang diemban.
Sehubungan dengan uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah “Bagaimana Gaya Kepemimpinan dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur?”

1.3.        Tujuan dan Manfaat
1.3.1.    Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
a.    Untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
b.    Untuk mendeskripsikan tentang keadaan atau kondisi motivasi kerja pegawai di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur sehubungan dengan gaya kepemimpinan yang telah ditetapkan.
1.3.2.    Manfaat
Sehubungan dengan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini memiliki kontribusi sebagai berikut :
a.    Dengan adanya penelitian ini, dapat memberi masukan bagi Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur tentang gaya kepemimpiinan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai.
b.    Bermanfaat guna pemecahan masalah, terutama berkaitan dengan permasalahan peningkatan motivasi pegawai dalam bekerja.
c.    Dapat memberikan masukan tambahan ilmu pengetahuan sosial, khususnya dalam bidang administrasi publik terutama bagi penulis dan masyarakat pada umumnya.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.         Jenis Penelitian
Penelitian dapatlah dinyatakan sebagai aktivitas dan metode berfikir yang dilakukan secara sengaja dan bertujuan. Oleh karena itu maka haruslah dilaksanakan secara terencana dan sistematis, sehingga dengan demikian nantinya dapat memberikan jawaban atas sesuatu masalah.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka penelitian ini pada dasarnya menggunakan jenis penelitian yang mendeskripsikan keadaan atau objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan data dan fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Karena penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, maka metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang oleh Bogdan dan Taylor didefinisikan: “Sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati” (Moleong, 1998: 3). Jadi dengan metode ini dihasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari fenomena sosial atau orang-orang yang diamati, baik melalui observasi, wawancara maupun dokumentasi yang relevan.

Adapun pertimbangan-pertimbangan yang dipergunakan metode ini adalah :
1.    Metode kualitatif lebih mudah menyesuaikan apabila berhadapan dengan kenyataan ganda.
2.    Metode kualitatif ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden.
3.    Metode kualitatif ini lebih peka dan lebih menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola yang dihadapi.
            Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini berusaha untuk menggambarkan gaya kepemimpinan yang telah diterapkan guna meningkatkan motivasi kerja para pegawai yang ada di lingkungan Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

3.2.         Fokus Penelitian
Pembahasan fokus sangat penting dan berkaitan erat dengan masalah maupun data yang akan dikumpulkan, maka agar penelitian ini nantinya lebih terarah dan mudah dalam hal pencarian data, terlebih dahulu harus ditetapkan fokusnya.
Fokus penelitian menurut Loncoln dan Guba adalah sebagai berikut :
“Penelitian kualitatif menghendaki diterapkannya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, batas menentukan kenyataan ganda yang kemudian mempertajam fokus. Kedua, penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi peneliti dan fokus. Dengan kata lain, bagaimanapun penetapan fokus sebagai masalah penelitian penting artinya dalam usaha menemukan batas penelitian’ (Moleong, 1998:7).

Berdasarkan pengertian di atas, maka fokus penelitian merupakan pokok permasalahan awal yang dipilih untuk diteliti. Penetapan fokus penelitian mengungkapkan tentang substansi dari data yang akan dikumpulkan dan dalam pengumpulan data tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan di lokasi penelitian.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti menetapkan fokus penelitian sebagai berikut :
1.    Gaya kepemimpinan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai, yang terdiri dari :
§  Metode pengambilan keputusan, yang dimaksud adalah metode atau cara pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan itu melibatkan bawahan atau tidak.
§  Pengawasan kerja, adalah kegiatan pengawasan kerja yang dilakukan pimpinan terhadap pegawainya dalam bekerja.
§  Aktivitas mengarahkan dan mendukung, adalah cara pimpinan dalam mengarahkan dan mendukung pegawai dalam melaksanakan tugasnya.

2.    Motivasi kerja pegawai, yang terdiri dari :
a.    Motivasi melaksanakan tugas pekerjaan.
b.    Motivasi dalam melaksanakan perintah atasan.
c.    Motivasi dalam melaksanakan peraturan jam kerja.

3.3.         Pemilihan Lokasi dan Situs Penelitian
Upaya untuk menentukan lokasi dan situs penelitian merupakan kegiatan yang sangat berpengaruh dalam memperoleh hasil yang optimal dalam pelaksanaan penelitian. Lokasi yang dimaksud adalah dimana peneliti melakukan penelitian yakni di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Lokasi ini dipilih, sebagaimana yang telah diungkapkan pada bab terdahulu, karena keberadaan Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan khususnya dalam otonomi daerah.
Sedangkan untuk menangkap keadaan atau fenomena yang sebenarnya dari objek yang diteliti merupakan situs penelitian. Jadi yang dimaksud dengan situs penelitian adalah lokasi atau tempat peneliti melakukan penelitian guna memperoleh data maupun informasi yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Adapun yang menjadi situs dalam penelitian ini adalah Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur yang ada di Aikmel yang mencakup segenap ruang-ruang kerja yang ada pada Sekretariat itu.
Penetapan situs didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi atau tempat tersebut lebih memungkinkan untuk memperoleh data atau informasi yang akurat dan relevan dengan permasalahan penelitian. Disamping juga demi kemudahan dalam melakukan pengambilan data dan observasi harian.

3.4.         Sumber dan Jenis Data
Sumber data yang dimaksud adalah menyangkut orang atau informasi yang dipilih secara sengaja oleh peneliti sebagai nara sumber, karena dianggap menguasai bidang permasalahan termasuk sumber data tertulis.
Dalam penelitian ini, informasi yang sudah dipilih oleh peneliti adalah :
1.    Camat
2.    Sekretis Camat
3.    Kepala Seksi
4.    Seluruh staf yang berada di Kantor Camat Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
            Menurut Lofland dan Lofland, menyatakan bahwa: Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan dokumen dan lain-lain” (Moleong: 1998:112)
            Berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam penelitian ini jenis data yang digunakan dibagi dua yaitu :
1.    Data primer, adalah data yang diperoleh dari orang-orang atau informan yang secara sengaja dipilih untuk menjadi sumber data yang ada relevansinya dengan permasalahan penelitian terutama dengan yang menjadi fokus penelitian.
2.    Data sekunder adalah data yang diambil dari dokumen-dokumen, laporan-laporan serta arsip-arsip yang berkaitan dengan penelitian meliputi struktur organisasi dan arsip-arsip kepegawaian.

3.5.         Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data merupakan usaha secara operasional dalam pelaksanaan penelitian yang dapat memberikan pengaruh positif bagi pelaksanaan analisis dari interpretasi data.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang relevan dengan permasalahan penelitian ini adalah :
1.    Wawancara (interview), merupakan teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab atau wawancara langsung dengan responden atau informan yang telah dipilih secara sengaja oleh peneliti. Isi atau pokok dari wawancara ini meliputi segala hal yang menjadi fokus penelitian.
2.    Pengamatan (observasi), merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melihat atau mengamati secara langsung fenomena objek yang diteliti, sehingga memungkinkan untuk memperoleh gambaran dari fenomena yang sulit diperoleh dari wawancara. Dalam penelitian ini yang diobservasi adalah bagaimana perilaku Camat selaku pimpinan organisasi dan perilaku para pegawai yang ada. disamping itu, peneliti juga mengamati keadaan atau suasana pada saat rapat staf yang bersifat rutin dan insidentil yang sudah diberi izin oleh pejabat yang berwenang.
3.    dokumentasi, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara meneliti dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan penelitian. Dokumen ini meliputi struktur atau bagian organisasi dan arsip-arsip kepegawaian.

3.6.         Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam suatu penelitian, sebagai suatu alat dan teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam suatu penelitian.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka yang menjadi instrumen  atau alat yang digunakan dalam penelitian, disamping peneliti sendiri instrumen yang lainnya adalah :
1.    Pedoman wawancara (interview guide), merupakan suatu petunjuk atau pedoman yang dipergunakan oleh peneliti untuk mengadakan wawancara langsung dengan responden.
2.    Catatan lapangan (field note), merupakan catatan yang berisi pokok-pokok informasi yang diperoleh peneliti selama melakukan wawancara maupun pengamatan di lapangan.


3.7.         Analisis Data
Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermann yang terdiri dari tiga komponen analisis yaitu :
1.    Reduksi data, yaitu data yang diperoleh di lokasi penelitian (data lapangan) dituangkan dalam uraian atau laporan yang lengkap dan terinci. Laporan lapangan akan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, kemudian dicari tema atau polanya. Reduksi data berlangsung secara terus menerus selama proses penelitian berlangsung. Selama pengumpulan data berlangsung diadakan tahap reduksi data, selanjutnya membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gagasan dan menulis memo.
2.    Sajian data (display data), yaitu untuk memudahkan bagi peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian.
3.    Penarikan kesimpulan, yaitu melakukan verifikasi secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung, mulai sejak awal memasuki lokasi penelitian dan selama proses pengumpulan data. Peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari pola, tema, hubungan persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya yang dituangkan dalam kesimpulan yang masih bersifat relatif. Akan tetapi dengan bertambahnya data melalui proses verifikasi secara terus menerus maka akan diperoleh kesimpulan yang bersifat “Grounded”. Dengan kata lain setiap kesimpulan senantiasa terus dilakukan verifikasi selama penelitian berlangsung (Miles & Huberman, 1992:15-20)
4.    Dengan uraian analisa di atas, maka dalam penyajian data dan analisa nantinya merujuk kepada poin-poin di atas, sehingga hasil dari penelitian untuk skripsi ini dapat terarah dalam pembahasan.


GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR

0 comments:

Post a Comment