Friday, November 30, 2012

kumpulan skripsi biologi PENGARUH Minat TERHADAP Prestasi Belajar Pada MATA KULIAH BIOLOGI SEL Mahasiswa SEMESTER VI


PENGARUH Minat TERHADAP Prestasi Belajar Pada MATA KULIAH BIOLOGI SEL Mahasiswa SEMESTER VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006


MOTTO


·       Kesungguhan, kesabaran, ketabahan serta perjuangan dan do’a adalah pintu meraih kesuksesan.
·       Tidak ada yang tidak bisa selama ada kemauan.
·       Allah akan memberi kemudahan bagi orang yang memberi kemudahan saudaranya.


Persembahan


Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku tersayang, dan sahabat-sahabatku serta adikku dan rekan-rekan seperjuangan yang selalu memberi nasihat serta dorongan dan do’a.

KATA PENGANTAR


            Puji syukur ke hadirat Allah SWT, sebab dengan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga skripsi yang berjudul “Pengaruh Minat Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Biologi Sel Mahasiswa Semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006” dapat terselesaikan.
            Skripsi ini sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi penulisan di sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong jurusan IPA Biologi.
            Penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Bapak Ketua STKIP Hamzanwadi Selong
2.      Ketua Program Studi Biologi STKIP Hamzanwadi Selong beserta staf.
3.      Bapak Drs. Muhammad Hasanussulhi selaku dosen pembimbing I dan ibu kami Apriana Azizah, M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang telah membantu dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat tersusun.
4.      Kedua orang tua dan rekan-rekan yang memberikan semangat dan do’a kepada penulis.
            Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih kurang sempurna, oleh sebab itu kritik dan saran para pembaca sangat diharapkan demi sempurnanya skripsi ini.


Pancor,………………………..2006

Penulis


ABSTRAKSI


            Penelitian yang berjudul “Pengaruh Minat Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Biologi Sel Mahasiswa Semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006” bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh minat terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Biologi Sel pada semester VI Biologi STKIP Hamzanwadi Selong.
            Penelitian ini dilakukan di STKIP Hamzanwadi Selong selama dua bulan mulai bulan Mei sampai Juni 2006. Populasi dari penelitian ini berjumlah 60 orang dengan sampel 30 orang. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan tehnik sampling dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
            Instrumen yang digunakan adalah dengan tes objektif. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Dalam penelitian ini menggunakan tehnik uji normalitas data dan pengujian hipotesis dengan rumus product moment. Hipotesa dalam penelitian ini adalah ada pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Biologi Sel. Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dibuat ringkasan perbedaan mean antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah melakukan percobaan, pada kelompok eksperimen nilai terendah 31, tertinggi 70 dan rata-ratanya 50,167 dan kelompok kontrol nilai terendah 36, tertinggi 80 dan rata-ratanya 60,400
            Untuk pengujian hipotesis product moment yang didapatkan t-hitung: 3,711 dan untuk t-tabel: 2,013, maka hipotesis alternatif diterima. Kriteria hipotesis ini, jika t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ho ditolak atau signifikan dan hipotesis berarti terbukti. Dengan demikian berarti minat sangat efektif dalam peningkatan prestasi belajar pada mahasiswa.


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

            Minat dan prestasi belajar merupakan rangkaian yang ada pada setiap orang dan minat itu hampir bisa kita katakan suatu kebutuhan, sebagaimana yang dikatakan ahli bahwa minat itu timbul jika sesuatu kebutuhan hidup tidak terpenuhi (Decroly, dalam Soedjono, hal: 39 tahun 1936). Pada dasarnya juga minat dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar yang diperoleh merupakan predikat sekaligus sebagai kriteria dan indikator untuk menilai mahasiswa yang telah mampu menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi manapun mahasiswa mengikuti pendidikan. Prestasi belajar dapat diartikan pula sebagai perubahan tingkah laku belajar pada mahasiswa yang terjadi setelah mengadakan proses. Dengan demikian prestasi belajar tinggi yang diperoleh mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa telah siap menerima atau melanjutkan ke jenjang yang berikutnya.
Prestasi belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada mahasiswa yang terjadi setelah mengadakan proses belajar mengajar atau setelah mahasiswa itu belajar. Lembaga pendidikan formal bukan jaminan mutlak untuk mencetak manusia berprestasi, hal ini tergantung pada faktor yang mempengaruhi proses belajar. Fungsi pemberian pendidikan memang bukan sepenuhnya dan memang juga tidak mungkin diserahkan sepenuhnya pada lembaga pendidikan, sebab pengalaman belajar, itu pada dasarnya bisa diperoleh sepanjang hidup manusia kapan dan di manapun termasuk di lingkungan masyarakat dan keluarga sendiri.
            Dalam menyiapkan tenaga ahli yang siap pakai dan terdidik, pendidikan formal memiliki peranan yang sangat penting sebagai salah satu sarana yang efektif digunakan dalam menyiapkan tenaga-tenaga pendidik atau calon-calon guru. Dalam rangka mengoptimalkan keberhasilan mahasiswa sebagai calon guru dalam proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan nanti oleh pemerintah dalam dunia pendidikan, Perguruan Tinggi memfokuskan Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guna dalam mewujudkan generasi penerus sesuai harapan.
            Nasoetion, 1996/1997, hal: 36 dalam TAP MPRS No. XXVII/MPRS/1996 tentang GBHN yang menyangkut masalah pendidikan, khususnya yang membahas tentang tujuan pendidikan mengungkapkan antara lain :
membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan UUD 45 dan isi UUD 45, yang berisi: (1) mempertinggi mental, moral, budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama (2) mempertinggi kecerdasan dan keterampilan (3) membina atau memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat.
            Pada hakekatnya segala pengetahuan, keterampilan dan sikap hidup yang dimiliki seseorang adalah hasil belajar baik dari pendidikan formal, informal maupun non formal. Dalam TAP MPRS No. XXVII/MPR/1966 tentang GBHN yang menyangkut masalah tujuan pendidikan yaitu membentuk manusia pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki oleh pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan isi Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mencapai dasar dan tujuan pendidikan tersebut di atas, maka isinya adalah sebagai berikut :
  1. Mempertinggi mental, moral, budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama.
  2. Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan.
  3. Membina atau memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat.
Dari konsep pendidikan di atas, sistem pendidikan Nasional Indonesia terbagi menjadi tiga yaitu : sub pendidikan formal, sub pendidikan informal dan sub pendidikan non formal. Jadi tujuan umum pendidikan di Indonesia telah ditetapkan oleh MPRS, Sidang Umum Tahun 1966 yang lalu. Dalam rangka membentuk manusia pancasila sejati.
SKTIP adalah merupakan suatu lembaga pendidikan Perguruan Tinggi yang ada di Lombok Timur yang akan mencetak calon-calon guru yang profesional yang siap pakai. Di samping itu pula di lembaga STKIP tidak hanya mencetak calon-calon guru yang profesional, namun juga STKIP merupakan tempat memperdalam wawsan ilmu pengetahuan lebih dalam lagi terhadap mata pelajaran umum lainnya yang sudah kita pelajari khususnya Biologi.
Sebagaimana yang dipaparkan diatas bahwa STKIP merupakan lembaga pendidikan yang mencetak calon-calon guru yang profesional yang siap pakai, namun peneliti melihat adanya kesenjangan disebabkan kurangnya minat belajar mahasiswa pada mata pelajaran khususnya pada program study Biologi dengan kurangnya minat belajar maka prestasi pada mahasiswa akan menurun sedangkan prestasi merupakan bukti keberhasilan dalam belajar. Oleh sebab itu peneliti akan melihat/meninjau bagaimana keberhasilan mahasiswa dalam proses belajar di STKIP khususnya prgoram study Biologi, sehingga peneliti tertarik untuk membuat judul

“Pengaruh Minat Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Biologi Sel Mahasiswa Semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006”.

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas diidentifikasikan masalah yang diduga mempengaruhinya.
1.      Sejauh mana minat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa?
2.      Minat belajar yang bagaimana yang dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa?

C.    Pembatasan Masalah

            Penelitian ini, penelitian ini dibatasi pada obyek penelitian : pengaruh minat terhadap prestasi belajar. Subyek penelelitian : pada mahasiswa biologi semester VI A sebanyak 30 orang dan semester VI B sebanyak 30 orang pada mata kuliah Biosel di STKIP Hamzanwadi Selong tahun akademik 2005/2006.

D.    Rumusan Masalah

            Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut :
Bagaimana pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mahasiswa Biologi STKIP Hamzanwadi Selong tahun akademik 2005/2006 Semester VI A dan VI B pada pada mata kuliah Biologi Sel.

E.     Manfaat Penelitian

            Manfaat penelitian ini ada dua (1) manfaat teoritis, dan (2) manfaat praktis.
1.      Manfaat Teoritis
a.       Diharapkan bermanfaat bagi peneliti dan peneliti lain dan sebagai acuan untuk menemukan konsep baru dalam pembelajaran Biologi.
b.      Diharapkan bermanfaat bagi Dosen Biologi untuk mengembangkan strategi belajar mengajar Biologi.
2.      Manfaat Praktis
a.       Hasil penelitian ini bermanfaat bagi Dosen Biologi untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dengan memperhatikan faktor minat belajar mahasiswa biologi.
b.      Penelitian ini berguna untuk meningkatkan minat belajar Biologi di STKIP untuk mencapai prestasi yang lebih baik bagi mahasiswa biologi.

F.     Definisi Istilah Operasional

1.      Minat belajar
Minat belajar adalah suatu kecendrungan atau keinginan hati yang tetap di dalam perubahan tingkah laku untuk merangsang perasaan senang pada suatu objek yang dihubungkan dengan mahasiswa itu sendiri (WJS. Poerwadarminta, 1984, hal. 650)
2.      Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah keadaan mahasiswa dalam belajar dapat meningkatkan dan memperoleh hasil yang memuaskan. (WJS. Poerwadarminta, 1984, hal. 768).



BAB II
LANDASAN TEORI DAN RUMUSAN HIPOTESIS

A.    Deskripsi Teoritis

            Dalam hal ini dibahas: (1) Hakekat Pembelajaran IPA (Biologi), (2) Minat belajar, (3) Prestasi belajar
1.      Hakekat Pembelajaran IPA (Biologi)
Pengertian Hakekat Pembelajaran IPA (Biologi)
            Istilah hakekat digunakan itu keliru, namun yang dimaksud adalah untuk menjawab pertanyaan; apakah sebenarnya IPA itu ? IPA (Biologi) adalah pengetahuan yang diuji kebenarannya melalui metode ilmiah. Jadi metode IPA (Biologi) itulah yang menentukan apakah pengetahuan itu ilmiah atau tidak. Dengan kata lain metode ilmiah merupakan ciri khusus yang dapat dijadikan identitas IPA (Biologi) sehingga dapat dikenal metodologinya. Akan tetapi pada zaman sekarang ini, dimana ilmu pengetahuan telah demikian banyak, tentunya manusia tidak mengetahui secara pasti apakah suatu pengetahuan tertentu itu dapat melalui metode ilmiah atau tidak, dan apakah kita percaya uraian dari guru atau dosen, atau dari buku-buku lain. Kalau demikian halnya, kita bisa menilik IPA (Biologi) atau bukan IPA (Biologi) dari sumber informasinya.
            Untuk mencukupkan pengenalan terhadap IPA (Biologi) maka dapat diadakan explorasi  kecil-kecilan berbagai sumber pustaka untuk mendapatkan pendapat sederhana tentang apa sebenarnya IPA (Biologi) itu. Sebagai awal kutipan Nas, L.K. dalam bukunya The Nature of Natural Science dalam Karso, dkk tahun 1993/1994, hal: 20, mengemukakan “Science is a way of looking of the world”. Jadi sains atau IPA (Biologi) dipandang sebagai suatu cara atau metode untuk dapat mengamati sesuatu, dalam hal ini adalah dunia (Nas dalam Karso)
            Nas, dalam Karso, dkk tahun 1993/1994, hal: 20, mengemukakan selanjutnya, cara memandang sains terhadap sesuatu itu berbeda dengan cara memandang biasa atau cara memandang seorang filosof. Cara memandang IPA (Biologi) bersifat analitis, IPA (Biologi) melihat sesuatu secara lengkap dan cermat dihubungkannya dengan objek yang lain sehingga keseluruhannya membentuk suatu persfektif baru tentang objek yang diamati. Dalam pendapat Nas di atas yang perlu digaris bawahi adalah bahwa IPA (Biologi) dipandang sebagai suatu cara atau pola berpikir terhadap sasaran dengan seksama, cermat dan lengkap.
            Nas, dalam Karso, dkk, tahun 1993/1994, hal: 20, menandaskan : “The whole science is nothing more then a refinement of everyday thinking” Maksud dari kalimat di atas adalah suatu cara metode berpikir atau pola berpikir, yang tidak sama dengan pola berpikir sehari-hari, dimana berpikir itu menjalani “refienement” sehingga cermat dan lengkap bahwa sains atau IPA (Biologi) itu merupakan suatu pola pikir dan pendapat ini diperkuat oleh Einstein dalam Drs. Karso, tahun 1993/1994, hal: 21, dikatakan bahwa “Science is the attempt to make the chaotic deversity of our sense experience correspond to a logically uniform system of taough, in this system single experiences must be correlated with the theoretic structure in such a way that the resulting coordination is unique anconvincing”. Yang digaris bawahi di sini adalah bahwa sains atau IPA (Biologi) dipandang sebagai : a logaically uniform system of tough, sains atau IPA (Biologi) merupakan suatu pola pikir logis dan uniform.
            Ahli mengatakan oleh J.D. Bernal berjudul Science in History dalam Karso, dkk tahun 1993/1994, hal: 21, bahwa : untuk menjawab pertanyaan apa arti dari IPA (Biologi)? jawabannya berbeda-beda baik menurut kurun waktu maupun dari siapa jawaban itu datang. Dan pengertian perkembangan menjadi pengetahuan yang benar secara rasional, artinya bebas dari tahayul atau kepercayaan dan berkembang menjadi pengetahuan yang ilmiah dan objektif. Oleh J.D. Bernal, untuk memahami sains atau IPA (Biologi) itu ada lima aspek antara lain :
1)      IPA (Biologi) itu sebagai suatu institusi.
2)      IPA (Biologi) itu sebagai suatu metode.
3)      IPA (Biologi) itu sebagai suatu kumpulan pengetahuan.
4)      IPA (Biologi) itu sebagai suatu faktor utama dalam memelihara dan mengembangkan produksi.
5)      IPA (Biologi) itu sebagai suatu faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan dan sikap manusia terhadap alam semesta dan manusia.
Menurut Nagel, dalam Karso, dkk tahun 1993/1994, hal: 23, IPA dapat dilihat dari tiga aspek antara lain :
1)      Aspek tujuan : IPA (Biologi) sebagai alat untuk menguasai alam dan untuk memberikan sumbangan kepada manusia.
2)      IPA (Biologi) dapat dilihat sebagai suatu pengetahuan yang sistematik dan tangguh dalam arti merupakan suatu hasil atau kesimpulan yang didapat dari berbagai peristiwa.
3)      IPA (Biologi) adalah merupakan suatu metode untuk memecahkan suatu masalah.
            Dari pendapat para ahli di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa : IPA (Biologi) dapat mengalami perkembangan dari zaman ke zaman dan metode ilmiah dapat digunakan untuk mengenal apakah sesuatu itu ilmiah atau tidak. Maka harus diadakan tinjauan dari berbagai segi dan IPA (Biologi) dapat diartikan pula sebagai :
1)      Sebagai institusi, yaitu eksistensinya dalam masyarakat yang merupakan suatu bidang profesi.
2)      Sebagai kumpulan pengetahuan ilmiah yang disusun secara logis dan sistematis.
3)      Sebagai suatu metode yang mempunyai langkah-langkah tertentu yang merupakan pola berpikir deduktif maupun induktif.
4)      Sebagai suatu alat untuk menguasai dan memelihara alam dan mengembangkan reproduksi.
5)      Sebagai suatu faktor untuk mempengaruhi kepercayaan, pola pikir dan sikap manusia terhadap alam semesta.
            Dari uraian di atas, IPA (Biologi) dilihat dari dua dimensi, IPA (Biologi) itu disusun secara sistematis dan IPA (Biologi) itu dilihat dari segi proses metodologi untuk mendapatkan IPA itu.

2.      Minat Belajar
a.      Pengertian Minat Belajar
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia Susunan (WJS Poerwadarminta, h. 650) minat artinya perhatian, kesukaan (kecendrungan hati) pada sesutu keinginan. Jadi bisa disimpulkan minat adalah kecendrungan yang tetap, untuk memperhatikan dan melakukan kegiatan yang diminati dan diperhatikan yang disertai rasa senang, dan minat itu tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh, bila siswa melihat dari hasil pengalamannya belajar akan membawa kemauan, kemungkinan besar ia akan berminat dan bermotivasi untuk mempelajarinya.
Sedangkan belajar diartikan perkembangan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dengan cara bertingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik/yang buruk. Dan belajar merupakan suatu proses yang dialami dalam belajar. dan proses yang terjadi secara internal dalam diri individu.
Ahli mengatakan minat itu timbul jika suatu kebutuhan hidup tidak terpenuhi (Declory, 1936: 39). Jadi berdasarkan uraian di atas menurut para ahli dapat disimpulkan minat belajar adalah suatu kecendrungan atau keinginan hati yang tetap di dalam perubahan tingkah laku untuk merangsang perasaan senang terhadap suatu obyek yang berhubungan dengan keadaan diri mahasiswa itu sendiri.
b.      Dasar Pengajaran Pusat Minat / Perhatian
Dapat disebut beberapa dasar yang terpenting dalam pusat minat itu sebagai berikut :
1.      Semua bahan pengajaran yang diajarkan di lembaga harus merupakan suatu keseluruhan dengan mengambil suatu kebutuhan sebagai pusat
2.      Pengajaran harus “Van kivde aus” yaitu : kebutuhan yang tumbuh dari perhatian mahasiswa lah yang menentukan pangkal dan haluan pengajaran.
3.      Dalam mengolah bahan pengajaran mahasiswa harus selalu aktif jasmani maupun rohani.
4.      Bahan pengajaran diambilkan dari lingkungan hidup (Heimet Kunde, Ekologi) agar mahasiswa mengamati, mengetahui, menyelidiki, menghayati dan mencintai lingkungan sebagai orang dewasa.
5.      Declory menyebutkan juga mahasiswa harus menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.
6.      Antara akademik dan keluarga harus ada hubungan demi kepentingan pendidikan.
Dalam menentukan pusat minat/perhatian oleh (Declory, 1936: 39) berpendapat bahwa itu harus disesuaikan dengan perhatian mahasiswa (dasar psikologis). Jadi dapat kita sebut pula minat itu merupakan suatu kebutuhan sebab minat mahasiswa itu timbul dari kebutuhan mahasiswa itu sendiri dan merupakan pendorong bagi mahasiswa melaksanakan usahanya, baik kebutuhan, makan, membela diri, untuk belajar, bekerja dan lain-lain.
c.       Macam-Macam Perhatian /Minat
1.      Atas dasar intensitasnya, yaitu banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas baik secara intensif maupun tidak intensif.
2.      Atas dasar cara timbulnya, baik secara spontan maupun perhatian yang disengaja.
3.      Atas dasar luasnya obyek yang dikenai perbuatan baik terpencar maupun terpusat atau bersangkut dengan pekerjaan maupun kegemaran.
Akan tetapi karena minat merupakan gejala psikologis, tentu berbeda pada setiap individu ada yang berminat rendah, sedang, ada juga yang berminat tinggi.
Di dalam proses belajar mengajar aktivitas Dosen dalam mengajar antara lain :
1.      Memberi bahan pengajaran
2.      Dosen mengajukan masalah-masalah, tugas-tugas, belajar kepada mahasiswa baik secara individu maupun kelompok.
3.      Dosen memberi bantuan mempelajari bahan pengajaran atau memecahkan masalah.
4.      Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya.
5.      Dosen memberi sumber belajar yang diperlukan oleh mahasiswa.
6.      Dosen memberikan bimbingan belajar kepada mahasiswa.
7.      Dosen memotivasi belajar mahasiswa penghargaan.
8.      Dosen menggunakan berbagai metode mengajar.
9.      Dosen melaksanakan penilaian dan monitoring terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa.
10.  Dosen menjelaskan tercapainya tujuan belajar dan menyimpulkan pengajaran serta tindak lanjut. Kreasi atau pemahaman baru yang diperoleh merupakan kebutuhan, akan didapatkan mahasiswa secara maksimal jika mempunyai konsentrasi tinggi dalam belajar.
d.      Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Untuk mengembangkan prestasi para mahasiswa, minat merupakan gejala psikis yang harus dapat prioritas perhatian agar minat tumbuh dan berkembang secara optimal, minat merupakan salah satu gejala psikis yang harus dipupuk agar tetap berkembang dan bertahan. Untuk mengembangkan minat para mahasiswa perlu dibina. Sedangkan pembinanya yang perlu diperhatikan masalah yang menjadi faktor penyebabnya, dengan keberhasilan mengatasi masalah. Faktor ini akan dapat membangkitkan minat, sehingga dengan minat melakukan aktivitas pendidikan. Kita tahu bahwa belajar dalam dunia pendidikan sangat perlu karena tanpa belajar seseorang tidak bisa melakukan sesuatu yang ditujukan. Dengan melalui belajar segala apa yang diperlukan semua akan tercapai.
(Rothwall, 1961: 24) agar suatu proses belajar berhasil maka mahasiswa harus punya prinsip dalam belajar.
Antara lain :
1.      Prinsip kesiapan. Di sini mahasiswa harus punya kesiapan dalam proses pembelajaran. Kesiapan-kesiapan itu antara lain : kematangan dan
pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi dan lain-lain yang memungkinkan mahasiswa dapat belajar.
2.      Prinsip minat. Tujuan untuk belajar diperlukan untuk suatu proses belajar yang terarah. Minat adalah suatu keinginan dari mahasiswa untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu sendiri dan memelihara kesungguhan. Secara alamiah mahasiswa selalu ingin tahu seyogyanya didorong dan bukan dihambat dengan memberikan aturan yang sama untuk mahasiswa.
3.      Prinsip perspesi. Artinya kecendrungan mahasiswa percaya sesuai dengan keinginan ia memahami situasi.
4.      Prinsip tujuan. Artinya gambaran yang jelas yang diterima oleh pikiran mahasiswa pada saat proses belajar mengajar.
5.      Prinsip perbedaan individual. Di sini proses pengajaran Dosen harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individu dalam ruangan kelas sehingga proses belajar baik.
6.      Prinsip transfer dan reteni. Di sini pelajaran itu dikatakan bermanfaat bila mahasiswa dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru.
7.      Prinsip belajar kognitif. Di sini adanya pengenalan dan penemuan masalah dalam belajar.
8.      Prinsip efektif. Di sini bagaimana mahasiswa itu menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.
9.      Prinsip psikomotor. Di sini bagaimana mahasiswa itu mampu mengendalikan aktivitas raganya.
10.  Prinsip evaluasi. Ini dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya bagi mahasiswa. Jadi dengan adanya prinsip belajar, maka dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa.

3.      Prestasi Belajar
a.      Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi adalah suatu hasil yang telah dicapai dan dilakukan (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Susunan: WJS Poerwadarminta, h. 768, 1984). Pengertian di atas menunjukkan bahwa prestasi merupakan hasil dari suatu proses yang telah dikerjakan, berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran dan segala sikap dan pengetahuan seseorang tidak lain hanyalah hasil belajar.
Kata “Belajar” berarti perkembangan dan perubahan bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Drs Syaiful Bahri Djumjrah, 73). Ahli juga mengatakan belajar adalah proses perubahan yang relatif tetap dalam prilaku individu sebagai hasil dari pengalaman (Fontana, 1981: 2). Dalam pendidikan, keluarga juga punya peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, penggunaan waktu belajar sangat memerlukan perhatian dari orangtua pada umumnya agar waktu itu digunakan seefisien mungkin untuk mendapatkan prestasi yang baik.
Dapat dikaji bahwa prestasi belajar Biologi yang dapat dinyatakan dengan angka-angka yang selalu nyata berubah-ubah. Pada data administrasi pada nilai IP mahasiswa. Jadi prestasi pada penelitian ini maksudnya adalah perubahan hasil yang telah dicapai di dalam belajar yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang telah diajarkan, dinyatakan dengan angka nilai perolehan data administrasi dosen atau di lembaga.
Prestasi itu adalah hasil berupa belajar yang dapat diukur dan diklasifikasikan.
b.      Aspek-Aspek Prestasi Belajar
Dari pengertian di atas, prestasi belajar di sekolah atau lembaga dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk diantaranya : kognitif atau ilmu pengetahuan, afektif atau sikap, dan psikomotor atau keterampilan. Tiga aspek di atas dirincikan ke dalam aspek yang lebih spesifik / dalam.
Untuk memperoleh hasil prestasi belajar yang baik bagi para mahasiswa maka mereka / atau mahasiswa harus punya prinsip dalam belajar. dalam hal ini “Brunner” menjadikan enam prinsip dalam belajar.
1.      Makin tinggi tingkat perkembangan intelektual makin tinggi pula kemampuan ketidak tergantungan individu terhadap stimulus yang diberikan.
2.      Pertumbuhan seseorang tergantung pada perkembangan kemampuan internal untuk menyimpan dan memproses informasi data yang diterima dari luar diolah secara mental.
3.      Perkembangan intelektual meliputi peningkatan kemampuan untuk mengutarakan pendapat dan gagasan melalui simbol.
4.      Untuk mengembangkan kognitif seseorang diperlukan interaksi yang sistematik antara pengajaran dan si belajar.
5.      Perkembangan kognitif meningkatkan kemampuan seseorang untuk memikirkan beberapa alternatif secara serentak, memberikan perhatian terhadap beberapa stimulus dan situasi sekaligus (Tim Dosen IKIP Malang, 200: 10).
Untuk memperjelas mengenai aspek-aspek prestasi belajar ini adalah sebagaimana yang dikenal dengan istilah “taksonomi pendidikan oleh Bloom” antara lain :
a.       Cognitive Domain / Ilmu Pengetahuan
1.      Pengetahuan
Mendefinisikan, mendeskripsikan, mengidentifikasikan, mendaftar-kan, mengingat kembal, menyebutkan, menyatakan.
2.      Pemahaman
Dengan pemahaman mahasiswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana diantara
3.      Penerapan atau Aplikasi
Pada penerapan atau aplikasi, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan, memiliki sesuatu yang ditentukan (bukti, aturan atau cara). Secara tepat untuk diterapkan dalam suatu situasi baru dan menerapkan secara benar, kata kerja operasionalnya adalah mengubah, menghitung, menemukan, mengoperasikan, meramalkan, menunjukkan, memecahkannya.
4.      Analisis
Mahasiswa diminta untuk menganalisis hubungan atau situasi yang kompliks atas konsep-konsep dasar. Kata kerja operasionalnya adalah: memperincikan, membedakan, menyimpulkan, dan memilih.

5.      Sintesis
Dalam hal ini mahasiswa harus mampu untuk menyatakan naskah dan pertanyaan yang harus disusun sedemikian rupa, adanya pola baru.
6.      Evaluasi
Dalam hal ini mahasiswa harus menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki untuk menilai suatu kasus yang diajukan
b.      Affektif Domain / Sikap Hidup
Domain ini berkenaan dengan sikap, mahasiswa itu perlu sekali dalam proses belajar mengajar. Tanpa kemampuan ini, belajar tidak bisa berhasil dengan baik, rincian setiap aspek yang bisa digunakan dalam pengembangan bahan pelajaran dapat dicantumkan antara lain:
1.      Menerima (receiving)
Adanya kemampuan untuk memperhatikan kegiatan
2.      Menanggapi (Responding)
Adanya keinginan untuk melakukan suatu tugas
3.      Menghargai (Valuing)
Memberikan nilai pada suatu tugas atau kegiatan
4.      Mengatur (mengorganisasikan/Organisation)
Mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang lebih universal kepada perbaikan.
5.      Menjadikan pola hidup (Characteriszation by value)
Adanya pola hidup yang mantap.

c.       Psikomotor Domain (Keterampilan Fisik)
Oleh Simpson “Dikemukakan ada 5 aspek dalam pengembangan keterampilan antara lain :
1.      Persepsi (Perception)
2.      Kesediaan bertindak (Set)
3.      Menirukan dan mencoba (Guided Response)
4.      Gerak mekanik (Mekanism)
5.      Gerak kompleks (Complex over response)
Domain psikomotor (ketarampilan) ini meliputi keterampilan dan kemampuan pada mahasiswa untuk beraktifitas dengan menggunakan informasi.
c.       Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Belajar sebagai proses atau aktifitas disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal / faktor-faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa itu adalah banyak sekali macamnya, terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu untuk memudahkan hal tersebut, maka dapat dilakukan klasifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Antara lain :
1.      Faktor dari luar diri mahasiswa (eksternal)
Ini digolongkan menjadi 2, antara lain:
a.       Faktor non sosial seperti keadaan udara, tempat, buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran.
b.      Faktor psikologis seperti: jasmani, fisik mahasiswa.

2.      Faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa
Ini digolongkan menjadi 2 :
a.       Faktor fisiologis seperti : kesehatan tubuh, fungsi-fungsi alat tubuh, adanya sifat, kreatif, rasa ingin tahu.
b.      Faktor fsikologis yang ada pada mahasiswa antara lain : adanya keinginan mendapatkan perhatian orang tua, rasa aman, adanya sifat kreatif untuk maju.
Maslow (menurut Frandsen, 1961: 234) mengemukakan motif-motif untuk belajar itu adalah :
1.      Adanya kebutuhan fisik.
2.      Adanya kebutuhan rasa aman.
3.      Adanya kebutuhan akan kecintaan, hubungan.
4.      Adanya kebutuhan mendapat kehormatan.
5.      Adanya sifat mengemukakan pendapat.
            Dari pendapat para ahli itu hanyalah sekedar penyebutan jumlah kebutuhan saja yang tentunya bisa ditambah sebagai motivasi untuk meningkatkan minat belajar.

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Tujuan Penelitian
1.      Untuk melihat sejauh mana pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Biosel mahasiswa semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006.

B.     Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini bertempat di STKIP Hamzanwadi Selong, Kabupaten Lombok Timur, tahun akademik 2005/2006 pada semester genap, dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni tahun 2006 pada mata kuliah Biosel.

C.    Jenis Penelitian

Metode punya kedudukan penting dalam penelitian ilmiah. Oleh sebab itu penelitian dituntut menggunakan metode penelitian yang tepat dan jelas. Metode adalah cara memperoleh data dalam penelitian (Suharsimi Arikunto, 1998: 126). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen karena gejala yang diteliti belum ada secara wajar. Sehingga peneliti perlu melihat keadaannya. Untuk melihat bagaimana pengaruh minat terhadap prestasi belajar Biosel pada mahasiswa Biologi semester VI A dan VI B.

D.    Populasi dan Sampel

1.      Populasi Penelitian
Dalam penelitian senantiasa dihadapkan oleh populasi. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi Arikunto, 1998: 108). Berdasarkan pendapat diatas, maka populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Biologi STKIP Hamzanwadi Selong tahun akademik 2005/2006, diantaranya semester VIA dan VIB sebanyak 60 orang.
2.      Sampel Penelitian
            Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 1999: 109). Untuk menentukan subjek penelitian ini digunakan sampel kelompok. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, apabila subjek yang diteliti kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi (Suharsimi Airkunto, 1998: 108). Berdasarkan pernyataan di atas, maka dari seluruh populasi (60 orang), diambil sebagai sampel sebanyak 30 orang, disebabkan oleh keterbatasan waktu dan biaya peneliti.
Tabel : Keadaan Populasi Mahasiswa Biologi Semester VIA dan VIB STKIP Hamzanwadi Selong tahun akademik 2005/2006.

No
Semester
Mahasiwa
Total
1
VIA
30
30
2
VIB
30
30

Total
60

E.     Tehnik Pengumpulan Data

Pada bagian ini diuraikan : (1) Identifikasi variabel, (2) Instrumen dan tehnik pengumpulan data, (3) Validitas dan realibilitas instrumen, (4) Uji coba instrumen.
  1. Identifikasi Variabel
Penelitian ini melibatkan dua variabel yang variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini berupa minat, sedang variabel terikatnya adalah prestasi belajar Biologi.
  1. Instrumen dan Tehnik Pengukuran
Dalam suatu penelitian, seringkali pengertian instrumen dan metode dikacaukan atau disamakan, padahal antara instrumen dengan metode tersebut berbeda. Metode adalah cara memperoleh data dalam penelitian, sedangkan instrumen adalah alat pada waktu peneliti menggunakan suatu metode. (Suharsimi Arikunto, 1998: 126).
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, untuk mengumpulkan datanya adalah berupa tes prestasi terdiri dari 20 soal. Yang dimaksud dengan tes prestasi yang digunakan adalah jenis tes objektif, Adapun untuk instrumen tes digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu, sehingga tes prestasi  seharusnya diberikan sesudah mahasiswa mempelajari materi yang akan diteskan dalam pelaksanaan penelitian (Suharsimi Arikunto, 1998: 128).
Instrumen untuk prestasi belajar dapat dilihat pada lampiran I.
3.      Validitas dan Realibilitas Instrumen Tes Prestasi Belajar
a.      Validitas Instrumen
            Instrumen yang baik memiliki syarat-syarat, meliputi uji validitas dan reliabilitas disamping harus diuji tingkat kesukaran dan daya beda soal. Berkenaan dengan validitas instrumen, Suharsimi Arikunto (1998: 144) menjelaskan bahwa “suatu alat ukur dapat dikatakan valid apabila alat ukur tersebut dapat mengukur yang hendak diukur secara tepat”. Instrumen dikatakan valid, paling tidak harus memenuhi validitas isi dan susunan.
           
keterangan :
Ypbi = koefisien korelasi biserial
Mp    = rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya.
Mt     = rerata skor total
St      = standar deviasi dari skor total
P        = proporsi siswa yang menjawab benar.
Arikunto, 2001 hal. 132
Untuk hasil uji validitas butir tes hasil belajar lihat pada lampiran II.
b.      Reliabilitas Instrumen
            Reliabilitas kaitannya dengan kepercayaan. Untuk uji reliabilitas instrumen, dilaksanakan setelah mendapat hasil akhir dari uji coba instrumen dan rumus yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah dengan rumus KR-20. Rumus yang dimaksud adalah sebagai berikut :
keterangan:
k        = instrumen soal
Pi       = banyak yang menjawab soal
Qi        = 1-Pi
vt       = varians total
(Suharsimi Arikunto, 1998: 163)
Untuk hasil uji reliabilitas tes lihat pada lampiran III.

4.      Uji Coba Instrumen
            Uji coba instrumen sangat penting dalam suatu penelitian sebab data merupakan cermin dari variabel yang diteliti dan gunanya sebagai alat untuk membuktikan hipotesis. Oleh sebab itu benar atau tidaknya data, tergantung pula pada dari valid dan reliabelnya suatu instrumen dalam pengumpulan data (Suharsimi Arikunto, 1998: 144).
            Pengujian instrumen untuk variabel terikat yaitu dengan tes obyektif yaitu diberikan kepada mahasiswa Biologi semester VII B. Cara uji instrumen dengan menggunakan ujicoba satu kali. Adapun cara yang dilakukan dengan uji satu kali sebagai berikut :
a.       Mengujicobakan instrumen pada mahasiswa.
b.      Memberi nilai kepada mahasiswa untuk satu soal.
c.       Untuk mendapatkan indeks reliabilitas tes dengan rumus KR-20.

F.     Tehnik Analisa Data

Analisa data merupakan bagian yang amat penting dalam penelitian, sebab dengan analisa data sangat berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Untuk memperoleh hasil yang lebih jelas dari masing-masing data pada masing-masing variabel serta untuk menguji hipotesis penelitian terlebih dahulu dilakukan analisa data dengan langkah-langkah pengukuran sebagai berikut :

  1. Tekhnik Uji Persyaratan Analisis
a.      Uji Normalitas Data
      Pengujian terhadap normalitas data masing-masing kelompok dilakukan dengan menggunakan tekhnik dengan rumus chi kuadrat (x2).
keterangan :
x2 = chi kuadrat
fo = frekuensi yang diobservasi
fh = frekuensi yang diharapkan    (Suharsimi Arikunto, 1998: 259)
Untuk uji normalitas data lihat pada lampiran VII dan VIII.
b.      Tekhnik Uji Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu jawaban yang sifatnya sementara terhadap permasalahan peneliti sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi Arikunto, 1998: 243)
Adapun rumus yang digunakan adalah korelasi produk moment.
keterangan :
rxy = koefisien korelasi yang dicari
x = data variabel bebas
y = data variabel terikat
n = banyak sampel            (Suharsimi Arikunto, 1998: 146)
Untuk menguji signifikan dengan rumus uji t.
(Suharsimi Arikunto, 1998: 263).
Ketentuan Pengujian :
a.       Jika t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka Ho ditolak, berarti signifikan pada taraf uji 0,05.
b.      Jika t-hitung lebih kecil dari t-tabel, maka Ho diterima, berarti tidak signifikan pada taraf uji 0,05.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan diuraikan hasil penelitian secara berurutan yaitu: a) Uji persyaratan analisis, b) Uji hipotesis, c) Hasil penelitian dan pembahasan.
A.    Uji Persyaratan Analisis
            Uji persyaratan analisis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan uji normalitas.
1.      Uji Normalitas Data
            Pembuktian normalitas data adalah dimaksudkan untuk menguji apakah skor dalam variabel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Variabel yang diselidiki normalitasnya adalah penguasaan sifat-sifat perpangkatan (x) dan penyelesaian persamaan eksperimen sederhana (y). Untuk menganalisis variabel tersebut digunakan tekni Chi Kuadrat (x2). Hasil x2 dalam interval kepercayaan 95%. Derajat kebebasan untuk uji adalah (k-3) dimana k adalah banyaknya kelas interval.
Rangkuman hasil uji normalitas data disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 01: Rangkuman hasil analisis normalitas data
No
Variabel
X2 hitung
X2 tabel
Keterangan
1
Prestasi belajar kelompok eksperimen
1,7591
4,75
Normal
2
Prestasi belajar kelompok kontrol
2,6532
14,1
Normal

            Pada tabel di atas menunjukkan bahwa semua harga x2-hitung lebih kecil dari x2-tabel yang ditentukan. Ini berarti bahwa variabel X serta Y mengikuti distribusi normal. Dengan demikian, prestasi belajar pada materi Biologi Sel di Semester VI Mahasiswa Biologi STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006 berdistribusi normal. Hasil selengkapnya untuk uji normalitas ini disajikan pada lampiran VII dan VIII.
B.     Uji Hipotesis
            Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini berupa hiotesis alternatif (Ha) yang berbunyi: Adanya pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Bilogi sel pada mahasiswa semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006 dan hipotesis nolnya (Ho) berbunyi; tidak ada pengaruh minat terhadap prestasi belajar Biologi sel mahasiswa semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006.
            Adapun langkah-langkah pengujian hipotesis ini adalah sebagai berikut :
Dari analisis data pada lampiran, jika kita masukkan ke dalam rumus korelasi product moment akan diperoleh hasil analisis data (lihat pada lampiran VI).
Diket :        åx = 1505
                   åy = 1812
                   åx2 = 80387
                   åy2 = 117136
                   åxy = 97024

Rumus korelasi product moment :
    
    
    
    
     = 0,9986473125
  r = 0,99
 r2 = 0,9801

Untuk t-hitung:
  
    
    
jadi t-hitung = 3,711

Untuk t-tabel dilakukan uji dua pihak dengan taraf signifikasi 5% dan derajat kebebasan n - 2 = 30 – 2 = 28.
Untuk mencarinya digunakan rumus interpolasi sebagai berikut :
t-tabel = t (1 – ½ a) (dk = n – 2)
             = t (1 – ½ a) (30 – 2)
             = t (1 – 0,025) (28)
             = t (0,975) (28)
           
                  
                    
       8,00 + 4x   = 9x + 18,18
          4x + 9x   = 8,00 + 18,18
                13x   = 26,18
                    x   =
                         = 2,013
Jadi nilai t-tabel = 2,013
Kesimpulan: karena t-hitung > t-tabel yaitu 3,711 > 2,013, maka Ho ditolak artinya Ha diterima secara signifikan.

C.    Pembahasan Hasil Penelitian
            Penelitian ini mengkaji masalah prestasi belajar mahasiswa yang diusahakan peningkatannya melalui minat belajar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar Biologi berkontribusi positif dan sangat berpengaruh bila ditinjau dari segi prestasi belajar pada mahasiswa STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006. Adanya kontribusi yang positif dan signifikan antara minat dan prestasi belajar pada mahasiswa STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006 disebabkan karena minat belajar biologi membangkitkan aktivitas dalam belajar dan meningkatnya perhatian dan dorongan untuk berfikir realistis serta membentuk metode diskusi serta memupuk kreatifitas dan daya fikir mahasiswa sehingga mahasiswa medapatkan prestasi belajar dalam pembelajaran dengan baik. Untuk uji hipotesis penelitian menggunakan uji-t. Dari hasil analisis tersebut diperoleh t-hitung 3,711 dan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai t-tabel 2,013, maka disimpulkan t-hitung > t-tabel sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan Ho berbunyi bahwa tidak ada pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Biologi Sel mahasiswa Semeseter VI STKIP Hamzanwadi Selong tahun akademik 2005/2006, dan Ha berbunyi ada pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Biologi Sel mahasiswa Semester VI STKIP Hamzanwadi Selong tahun akademik 2005/2006. Dengan demikian bahwa ada pengaruh minat terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Biologi sel mahasiswa semester VI STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK

A.    Kesimpulan
            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Bahwa prestasi belajar mahasiswa Biologi semester VIA dan VIB STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006 termasuk dalam kategori tinggi pada mata kuliah Biologi Sel.
2.      Bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar Biologi mahasiswa semester VIA dan VIB STKIP Hamzanwadi Selong Tahun Akademik 2005/2006.

B.     Saran dan Tindak
            Berdasarkan kesimpulan di atas, bahwa minat belajar turut mempengaruhi meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, maka dapat diajukan saran tindak sebagai berikut :
1.      Kepada Dosen, khususnya dosen Biologi diharapkan dapat memberikan contoh bagi tumbuhnya minat mahasiswa untuk bisa mempelajari Biologi lebih baik lagi, sehingga prestasi mahasiswa dalam pelajaran Biologi akan semakin baik.
2.      Bagi sekolah, khususnya STKIP Hamzanwadi Selong diharapkan secara terus menerus memberikan dorongan sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang mempunyai bakat dan kemampuan dalam ilmu Biologi sehingga timbul ahli-ahli Biologi dalam bidang penelitian murni.
3.      Kepada peneliti lain, diharapkan dan disarankan untuk meneliti lebih dalam terhadap faktor-faktor penyebab lainnya dalam rangka meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, khususnya dalam mata pelajaran Biologi.


DAFTAR PUSTAKA

AG. Soejono, 1987. Aliran Baru dalam Pendidikan. CV Ilmu, Bandung.
Karto, 1993. Dasar-Dasar Pendidikan MIPA. Universitas Terbuka, Jakarta.
Noehi Nasoetion, 1993. Evaluasi Proses dan Hasil Belajar IPA. Universitas Terbuka, Jakarta.
Pudyo Sutanto, 2002. Kecendrungan Pembelajaran IPA- Biologi. Pelatihan IPA-Biologi MTS.
Sadirman AM, 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sika, 1999. Biologi Sel. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universtias Negeri Malang.
Sudjana, 1980. Metodologi Statistik. Bandung.
Suharsimi Arikunto, 1986. Prosedur Penelitian. Bina Aksara, Jakarta.
Supardi, 2002. Teori Belajar Kognitif dan Aplikasi dalam Pembelajaran. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.
Sumadi Suryabrata, 2003. Psikologi Pendidikan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Supardi, 2002. Teori Belajar Kognitif dan Aplikasi dalam Pembelajaran. Teknologi Pembelajaran. Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang.
Syaiful Bahri Jamrah, 1982. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Rineka Cipta.
Uswatun Hasanah, 1982. Etos Kerja Sarana Menuju Puncak Prestasi. Baru Group.
Udin S., Winata Putra dan Tita Rosita, 1993. Belajar dan Pembelajaran. Universitas Terbuka, Jakarta.
Wardani dan Heru Mugiarso, 1993. Perkembangan Peserta Didik. Universitas Terbuka, Jakarta.


Lampiran I
INSTRUMEN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SEL

Petujuk :
Pilih jawaban yang benar menurut anda!

1.      Sel hidup tersusun atas kumpulan elemen, yang terbanyak hampir 99% dari berat sel adalah elemen ….
a. C, H, O, N, P, Z, S        b. C, H, O, N              c. C, H, O, P           d. C, H, O S
2.      Pada kebanyakan sel di luar membran sel terdapat pelindung, misalnya pada sel tumbuhan terdapat dinding sel, sedangkan pada sel hewan terdapat pelindung yang disebut….
a. Glikokaliks        b. Glikolisis                 c. Glikolipida              d. Glikoprotein
3.      Molekul lipida bersifat amfipatik, arti dari yang bergaris bawah adalah …
a.       Tiap molekul mempunyai dua kutub yang sifatnya berbeda
b.      Tiap molekul mempunyai dua kutub yang sifatnya sama
c.       Tiap molekul mempunya satu kutub yang sifatnya beda
d.      Tiap molekul mempunyai satu kutub yang sifatnya sama
4.      Obat-obatan yang mencegah terjadinya mitosis digolongkan obat …
a. Antimitotik        b. Antimiotik               c. Mitonik                    d. Antimitonik
5.      Dalam satu sel terdapat satu pasang sentrio yang saling tegak lurus. Sentriol tersusun dari 9 set mikrofobula yang tersusun dalam lingkaran, masing-masing set tersusun dari 3 mikrotubula yang menyatu disebut…
a. Triplet                b. Flagela         c. Silia             d. Aksonem
6.      Salah satu contoh protein transmembran ialah …
a. Glikoforin          b. Glikolisis                 c. Glikosilasi                d. Glikolipida
7.      Pada fagositosis, materi berbentuk partikel, vakuola yang berbentuk berukuran > 250 mm, disebut…
a. Fagosom            b. Pinosom                  c. Lisosom                   d. Fagosit
8.      REH (Retikulo Endoplasma Halus) berfungsi untuk …
a.       Menghasilkan lipida dan untuk detosifikasi
b.      Untuk sintesis protein, membran
c.       Menghasilkan lipida
d.      Protein yang diekspor ke luar sel
9.      Pada sel tumbuhan yang sedang membelah Aparatus Golgi (AG) berperan dalam
a.       Pembentukan dinding sel baru
b.      Sintesis proteoglikan untuk matriks ekstra sel
c.       Pembelahan dinding sel lava
d.      Untuk sintesis protein dan membran
10.  Organel yang polimorfik, artinya mempunyai bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi disebut …
a. Lisosom             b. Peroksisom              c. Sitosol         d. Sitoskelet
11.  Heterofagosom merupakan …
a.       Gabungan dari fagosom dengan lisosom primer
b.      Gabungan dari autosom dengan lisosom primer
c.       Vakuola yang berisi sisa materi yang tidak dicerna
d.      Gabungan dari fagosom dengan autosom primer
12.  Hilangnya ekor berudu selama metamorfosis karena dicerna oleh enzim katepsin yang terdapat di dalam lisosom. Merupakan contoh dari …
a.       Proses perkembangan dan pemulihan organ
b.      Perombakan organel sel
c.       Proses perkembangan
d.      Proses pemulihan organ
13.  Heterolisosom merupakan …
a.       Fusi antara lisosom primer dengan endosom
b.      Fusi antara lisosom primer dengan fagosom
c.       Fusi antara lisosom primer dengan autosom
d.      Fusi antara lisosom sekunder dengan endosom
14.  Organel membran pada sel hewan yang mengandung enzim oksidase dan katalase yang berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida disebut …
a. Peroksisom        b. Lisosom                   c. Sitosol                     d. Sitoskelet
15.  Secara umum sel hewan mengandung lebih banyak mitokondria daripada sel tumbuhan, mengapa ?
a.       Karena energi pada sel tumbuhan tidak hanya dihasilkan mitokondria tapi juga oleh kloroplas
b.      Karena energi pada sel hewan tidak hanya dihasilkan oleh mitokondria tapi juga oleh kloroplas
c.       Karena energi pada sel tumbuhan hanya menghasilkan kloroplas
d.      Karena energi pada sel hewan, hanya menghasilkan mitokondria
16.  Proses pembentukan ATP di dalam mitokondria merupakan rangkaian beberapa reaksi biokimia yang terjadi di dalam sel. Adapun urutan dari rangkaian tersebut adalah …
a.       Glikolisi à siklus kreb à transport elektron à oksidasi fosforilasi
b.      Glikolisis à transport elektron à oksidasi fosforilasi
c.       Glikolisis à siklus kreb à transport elektron
d.      Siklus kreb à transport elektron à oksidasi fosforilasi
17.  Penggandaan mitokondria yang telah ada di dalam sel dengan cara pembelahan mitokondria itu sendiri menyerupai proses pembelahan sel. Sedangkan mitokondria yang tua atau mati akan dicerna oleh …
a. Lisosom             b. Peroksisom              c. Sitosol                     d. Sitoskelet
18.  Bagian sitoplasma yang berada di antara organela disebut …
a. Sitosol               b. Lisosom                   c. Periksiom                 d. Sitoskelet
19.  Basa nitrogen ada dua macam yaitu purin dan pirimidin. Basa purin pada DAN dan RNA adalah …
a. Adenin dan Guanin                   c. Urasil dan Sitosin
b. Timin dan Sitosin                      d. Adenin dan Timin
20.  Komponen kimia terbanyak dari membran sel maupun membran intrasel adalah fosfolipida yang tersusun dari ……. dan ……
a. Asam lemak dan gliserol                       c. Asam lemak dan steroid
b. Asam lemak dan glikolipida                 d. Asam lemak dan glukosa

Lampiran III

UJI RELIABILITAS TES RUMUS KR-20 (KUDER-RICHARDSON)
DAN DENGAN TABEL R PRODUCT MOMENT
UNTUK PRESTASI BELAJAR

Dari tabel kerja didapatkan data sebagai berikut :
- = 7716
-  =
= (478)2 = 228484
- n = 30
- k = 20
- = 4,48
= 7,716 =
= 7716 – 7616,1
X2 = 99,9
Maka :
=
=
= (1,053) (0,3545)
     rh = 0,373

Dengan kriteria :         rh > rt à tes reliabel
                                    rh < rt à tes tidak reliabel
Maka N = 30, dari tabel r product moment diperoleh
N = 0,361 dengan taraf kepercayaan 95%
Jadi, rh > rt, maka tes tersebut reliabel

Lampiran VII

Uji Normalitas Data

Kelompok Eksperimen


No
Interval
Batas
Nyata
Z
Skor
Batas
Daerah
Luas
Daerah
Fh
Fo
Fo-Fh
(Fo-Fh)2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
31-35
36-40
41-45
46-50
51-55
56-60
61-65
66-70
30,5
35,5
40,5
45,5
50,5
55,5
60,5
65,5
70,5
-2,31
-1,15
-0,75
-0,36
0,03
0,41
0,80
1,20
1,59
4896
3749
2734
1406
0120
1591
2881
3849
4441
1147
1015
1328
1286
1471
1290
968
592
3,446
3,0450
3,9840
3,8580
4,4130
3,8700
2,9040
1,7760
6
4
3
1
1
8
4
3
2,559
0,955
-0,984
-2,858
-3,413
4,13
1,096
1,224
6,5484
0,9120
0,9682
8,1681
11,6485
17,0569
1,2012
1,4981






27,287


48,0014

x2 hitung =
                                         = 1,7591
Jadi  didapatkan niai x2 hitung = 1,7591
Untuk x2 tabel dengan db (k-3) pada taraf kepercayaan 95%
Nilai x2 tabel adalah : x2 (0,95) (8-3)
                                    X2 (0,95) (5) = 4,75
Didapatkan nilai x2 tabel sebesar 4,75
Karena nilai x2 hitung < x2 tabel, maka didapat data tersebut berdistribusi normal.

Lampiran VIII

Uji Normalitas Data

Kelompok Kontrol

No
Interval
Batas
Nyata
Z
Skor
Batas
Daerah
Luas
Daerah
Fh
Fo
Fo-Fh
(Fo-Fh)2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
36-40
41-45
46-50
51-55
56-60
61-65
66-70
71-75
76-80
81-85
35,5
40,5
45,5
50,5
55,5
60,5
65,5
70,5
75,5
80,5
85,5
-1,55
-1,24
-0,93
-0,62
-0,30
-0,01
0,31
0,63
0,94
1,25
1,56
4394
3925
3238
2324
1179
0040
1217
2357
3264
3944
4406
469
687
914
1145
1139
1177
1140
907
680
467
1,407
2,0612
2,7420
3,4350
3,4170
3,4310
3,4200
2,7210
2,0400
1,3860
6
3
1
3
1
1
2
5
7
1
4,593
0,939
-1,742
-0,435
-2,417
-2,531
-1,42
2,279
4,96
-0,386
21,0956
0,8817
3,0345
0,1892
5,8418
6,4059
2,0164
5,1938
24,6116
0,1489






26,1600


69,4094

x2 hitung =
                                         = 2,6532
Jadi didapatkan nilai x2 hitung = 2,6532
Untuk x2 tabel dengan db (k-3) pada taraf kepercayaan 95% nilai x2 tabel adalah
x2 (0,95) (10-3)
x2 (0,95) (7) = 1,41
Didapatkan nailai x2 tabel adalah 14,1.
Karena nilai x2 hitung < x2 tabel, maka data tersebut berdistribusi normal
Hipotesis penelitian
 


PENGARUH Minat TERHADAP Prestasi Belajar Pada MATA KULIAH BIOLOGI SEL Mahasiswa SEMESTER VI

1 comment: