Monday, October 29, 2012

kumpulan skripsi geografi PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR GURU PADA SMPN 1 LABUHAN HAJI



 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR GURU PADA SMPN 1 LABUHAN HAJI
TAHUN PELAJARAN 2008/2009


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
             Aktivitas murid, atau siswa yang lebih suka bermain-main pada saat mata pelajaran berlangsung masih menjadi pemandangan yang selalu ada di setiap sekolah. Metode pengajaran strategi yang digunakan dalam belajar serta pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru dalam menarik minat belajar siswanya haruslah sangat diperhatikan.
             Penerapan metode/strategi/pendekatan pembelajaran yang terlalu monoton/tidak bervariasi bisa menurunkan minat belajar pra siswa. Dan itu semua sangatlah berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran tersebut, dan juga tuntas dan tidak tuntasnya mereka dalam mata pelajaran tersebut. Misalkan seorang guru dalam pembelajarannya menggunakan metode/strategi pengajarannya menggunakan metode ceramah yang hanya menjelaskan di depan kelas tanpa ada aktivitas lain yang melibatkan siswa, membuat para siswa jadi kurang tertarik dan tidak konsentrasi dalam mendengarkan penjelasan gurunya. Karena menurut mereka, itu sangat membosankan dan membuat mereka menjadi ngantuk dan tidak mendengarkan guru yang sedang menjelaskan di kelas.
B.     Identifikasi Masalah
1.      Kurangnya minat siswa dalam belajar pada pelajaran tersebut.
2.      Pelajarnanya kurang menarik.
3.      Strategi belajar mengajar yang diterapkan oleh seorang guru.
4.      Metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran.
5.      Pendekatan pembelajarannya.
C.    Pembatasan Masalah
1.      Metode pengajaran dalam pembelajaran.
2.      Strategi belajar megnajar yang digunakan.

D.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah miant belajar siswanya?
2.      Kendala apa yang sering dihadapi ssiwa dalam belajar?
3.      Mengapa murid atau siswa lebih suka bermain-main daripada mendengarkan penjelasan gurunya?
E.     Tujuan Penelitian
             Strategi dan metode belajar yang baik yang diterapkan oleh seroang guru dalam mengajar siswanya sangatlah berpengaruh dan membantu dalam prestasi dan minat belajar siswanya. Pelajaran yang diajarkan akan menjadi lebih menarik, siswanya akan menjadi lebih semangat dalam belajar, lebih aktif inovatif dan lebihl paham terhadap apa yang disampaikan oleh gurunya.
F.     Manfaat Penelitian
             Dengan diterapkannya strategi dan metode pembelajaran yang baik dan bervariasi, siswa menjadi lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar yang akan mempengaruhi pemahaman mereka terhadap mata pelajaran tersebut, dengan strategi dan metode pembelajaran yang variatif dan komunikatif siswa akan lebih gampang menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh bapak/ibu guru. Semua itu akan berpengaruh terhadap tuntas atau tidak tuntasnya siswa dalam mata pelajaran tersebut.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Landasan Teori
             Strategi merupakan pendekatan yang dipakai pengajar dalam manipulasi informasi, memilih sumber-sumber dan menentukan tugas/peranan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (Gerlach, dan Ely).
             Belajar menurut para ahli :
-          Menurut pendapat tradisional, belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan.
-          Menurut ahli pendidikan tradisional, belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atua perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.
-          Ernest R. Hilgara dalam bukunya dikatakan bahwa seseorang yang belajar, kelakuannya akan berubah daripada sebelumnya.
-          Dalam kamus paedagogik dikatakan bahwa belajar adalah berusaha memiliki pengetahuan atau kecakapan.
             Bisa disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklkah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar.
             Mengajar merupakan tugas utama bagi seorang guru. Hakikat mengajar adalah membantu para pelajar memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya dan cara-cara bagaimana belajar.
             Delapan keterampilan dasar mengajar:
1.      Keterampilan bertanya
2.      Keterampilan memberi penguatan
3.      Keterampilan mengadakan variasi
4.      Keterampilan menjelaskan
5.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
6.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
7.      Keterampilan mengelola kelas
8.      Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
             Strategi belajar mengajar adalah cara, siasat atau keseluruhan aktivitas yang dilakukan oleh seorang guru untuk menciptakan tujuan pendidikan (Borich, 1988).
             Secara umum strategi belajar mengajar dapat diktegorikan ke dalam dua kelompok strategi yakni :
1.      Strategi yang diarahkan pengajar (teacher-directed strategies)
2.      Strategi yang terpusat pada pebelajar (student-directed strategies)
Yang termasuk ke dalam kelompok strategi yang diarahkan kepada pengajar antara lain ceramah, tanya jawab, dan DRIL dan latihan, sedangkan yang termasuk kelompok strategi yang terpusat kepada pebelajar antara lain, belajar kelompok, penyingkapan yang terbimbing (guided discovery).
             Borich (1988) mengelompokkan strategi belajar mengajar menjadi 2 yaitu:
1.      Direct intsruction strategies
Hasil belajarnya: fakta, hukum, dan urutan tindakan.
2.      Indirect instruction strategies
Hasil belajarnya: konsep, pola dan abstraksi.
             Variabel strategi belajar mengajar:
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi belajar mengajar ialah tujaun, bahan pelajaran, alat dan sumber, siswa dan guru.
2.      Yang perlu dipertimbangkan dari faktor siswa di dalam menggunakan strategi belajar mengajar seperti perbedaan setiap siswa.
3.      Dari faktor alat dan sumber yang perlu dipertimbangkan ialah jumlah dan ciri alat/sumber pelajaran.
4.      Dari faktor guru yang akan mepengaruhi penggunaan strategi belajar mengajar ialah kemampuan menguasai bahan pelajaran dan kemampuan membelajarkan siswa.
             Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Udin Saripudin, 1994: 78).
             Inquiry (inkuiri) adalah salah satu cara belajar yang bersifat mencari sesuatu secara kritis, analitis, argmental (ilmiah) dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju suatu kesimpulan yang meyakinkan, karena didukung oleh data (Kosasih Djahiri, 1978/1979).
             Model inkuiri merupakan pengajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan, sehingga memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai. Model pengajaran inkuiri merupakan model pengajaran yang terpusat pada siswa. Dalam pengajaran ini siswa menjadi aktif belajar.
             Tujuan utama model pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan keterampilan intelketual, berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah secara ilmiah.
             Tekanan utama pembelajaran dengan strategi inkuiri adalah: (i) pengembnagan kemampuan berpikir individual lewat penelitian, (ii) peningkatan kemampuan mempraktekkan metode dan teknik penelitian, (iii) latihan keterampilan intelektual khusus, yang sesuai dengan cabang ilmu tertentu, dan (iv) latihan menemukan sesuatu (Joyce dan Weil, 1980).
             Peranan guru yang penting adalah (i) menciptakan suasana bebas berpikir sehingga siswa berani bereksplorasi dengan penemuan dan pemecahan masalah, (ii) fasilitator dalam penelitian, (iii) rekan diskusi dalam klasifikasi dan pencarian alternatif pemecahan masalah, serta (iv) pembimbing penelitian, pendorong keberanian berpikir alternatif dalam pemecahan masalah.
             Peranan siswa yang penting adalah (i) mengambil prakarsa dalam pencarian masalah, (ii) pelaku aktif dalam belajar melakukan penelitian, (iii) penjelajah tentang masalah dan metode pemecahan, dan (iv) penemu pemecahan masalah. Peranan tersebut sesuai dengan penekanan model inkuiri yang digunakan.
             Evaluasi hasil belajar pada model inkuiri meliputi: (i) keterampilan pencarian dan perumusan masalah, (ii) keterampilan pengumpulan data atau informasi, (iii) keterampilan meneliti tentang objek, seperti benda, sifat benda, kondisi atau peristiwa dan perilaku, (iv) keterampilan menarik kesimpulan, dan (v) laporan.
             Tujuan/kegunaan inkuiri:
1.      Mengembangkan sikap, keterampilan siswa untuk mampu memecahkan masalah serta mengambil keputusan secara objektif dan mandiri.
2.      Mengembangkan kemampuan berpikir siswa.
3.      Membina mengembangkan sikap penasaran (ingin tahu leibh jauh) dan cara berpikir objektif mandiri kritis analitis baik secara individu maupun kelompok.

             Guru menjadi pust pembelajarna yaitu menjelaskan di depan kelas menggunakan metode ceramah dan siswa hanya mendengarkan penjelasan guru. Media yang digunakan terbatas hanya menggunakan buku panduan mata pelajaran, tidak didukung dengan media lain seperti alat peraga yang bisa menarik minat siswa untuk lebih berkonsentrasi dalam memperhatikan pembelajaran apalagi metode yang digunakan oleh seorang guru yang kurang bervariasi sangat monoton yaitu pembelajarannya berpusat pada guru menjadikan siswanya pasif karena tidak dilibatkan dalam aktivitas belajar. Disamping itu karakteristik setiap siswa itu berbeda-beda, dan sangatlah penting untuk diperhatikan agar dia bisa memberikan pelajaran dan bimbingan pada siswa dengan baik dan bisa diterima serta dipahami oleh setiap siwanya. Dengan diterapkannya strategi belajar mengajar yang menggunakan model pembelajaran inquiry yaitu model pembelajaran yang berpusat pada siswa menjadi siswa menjadi lebih aktif, keterampilan intelektualnya bagus, berpikir kritis,dan mampu memecahkan masalah.



BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Desan Penelitian
             Desain penelitiannya berlokasi di SMPN 1 Labuhan Haji dan membutuhkan waktu + 1 bulan.
B.     Variabel Penelitian
1.      Variabel bebas (independent variable)
            Ubahan bebas atau variabel bebas ialah ciri-ciri tertentu yang merupakan akibat pada umumnya dalam tata waktu terjadinya lebih dahulu. Berdasarkan pengertian ini maka sebagai variabel bebas dalam pengertian ini adalah model pembelajaran inquiry.
2.      Variabel terikat (dependent variable)
            Ubahan terikat atau variabel terikat adalah ciri-ciri tertentu yang merupakan akibat yang umumnya dalam urutan tata waktu terjadinya kemudian. Dalam hal ini yang menjadi ubahan terikatnya adalah strategi belajar mengajar.
C.    Populasi dan Sampel
1.      Populasi
            Apabila seorang peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wialyah, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi (Suharsimi Arikunto, 1925, hal. 190). Pendapat lain: seluruh individu yang menjadi subyek penelitian yang intinya akan dikenai generalisasi disebut populasi (population) (Netra, 1974, hal. 10).
            Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMPN 1 Labuhan Haji, baik laki-laki maupun perempuan.
2.      Sampel Penelitian
            Sampel merupakanbagian dari populasi. Sehubungan dengan hal ini, suatu pendapat menyatakan bahwa jika kita hanya meneliti sebagian dari populasi maka disebut penelitian sampel. Sampel adalah sebagai natau wakil dari populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 1985: hal. 92).
            3 hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel:
1)      Kecermatan kerangka sampel
2)      Besarnya sampel
3)      Teknik pengambilan sampel
            Berdasarkan populasi di atas, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel acak sederhana (simple random sample) yaitu setiap objek penelitian memiliki kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Penentuannya dapat dilakukan dengan undian.
D.    Teknik Pengumpulan Data
             Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik wawancara.
1.      Teknik observasi merupakan metode pengumpulan data dengan mengamati langsung di lapnagan.
Teknik observasi dibedakan menjadi 2 yaitu:
-          Teknik observasi langsung yaitu mengamati gejala-gejala pada objek yang dilakukan secara langsung di lap.
-          Teknik observasi tidak langsung, pengumpulan data pencatatan gejala-gejala pada objek yang pelaksanaannya secara tidak langsung.
2.      Teknik wawancara, merupakan teknik komunikasi langsung antara peneliti dan sampel.
Pedoman wawancara ada 2 yaitu:
-          Pedoman wawancara tidak berstruktur yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar wawancara.
-          Pedoman wawancara yaitu pedoman wawancara yang disusun secara rinci.
E.     Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Satistik


DAFTAR PUSTAKA

Dr. I.G.A.K. Wardani, M.Sc.Ed (2004), Pemantapan Kemampuan Mengajar.
Netral, IB (1974), Metodologi Penelitian, Penerbit: Biro FIP UNUD Singaraja.
Prof. Dr. H. Nursin Sumaatmadja, dkk (2003), Konsep Dasar IPS, Jakarta, Penerbit Universitas Terbuka (2003).
Suharsimi Arikunto (1985), Evaluasi Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya (1986)
Zainal Aqib (2002), Profesionalisme Guru dalam Pembelajarna, Surabaya, Penerbit Insan Cendekia








































PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR GURU PADA SMPN 1 LABUHAN HAJI

0 comments:

Post a Comment