Tuesday, October 16, 2012

kumpulan skripsi dan artikel bahasa inggris UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP N 10 MATARAM TERHADAP MATA PELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP N 10 MATARAM TERHADAP MATA PELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW TAHUN PELAJARAN 2011
BAB I
 PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam perkembangan untuk mewujudkan diri individu terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara. Undang-Undang pasal 3 tahun 2003 tentang tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang berdemokratis serta bertanggung jawab. Namun tujuan pendidikan ini sampai sekarang belum terealisasikan sepenuhnya karena masih banyak terdapat permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu permasalahan pendidikan Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang masih relative rendah. Ada dua factor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu factor internal yang berupa, intelegensi, minat, bakat dan motivasi sedangkan factor eksternalnya berasal dari lingkungan keluarga, berupa cara orang tua mendidik, suasana rumah, dari lingkungan sekolah berupa metode mengajar, kurikulum, dari lingkungan masyarakat berupa kegiatan siswa dalam masyarakat, teman  bergaul.
Dalam penelitian ini materi pelajaran PKn yang akan diteliti adalah tentang peraturan hokum dan norma. Alasan peneliti mengambil materi tersebut sebagai materi penelitian adalah berdasarkan hasil observasi diperolah nilai rata-rata ulangan harian PKn siswa kelas VII SMPN 10 mataram tahun ajaran 2011 pada materi tersebut adalah 65, selain itu materi ini merupakan materi dasar dalam pembelajaran PKn sehingga dibutuhkan suatu metode mengajar yang dapat membantu siswa untuk menemukan dan memahami konsep.
Pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu menghasilkan kompetensi siswa dalam hal : (1). Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu-isu kewarganegaraan, (2). Berpartisipasi secara aktif, bertanggungjawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti korupsi, (3). Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri yang berdasarkan karakter masyarakat agar dapat hidup bersama bangsa-bangsa lain. (Fajar, 2005 : 143)
Hariyanto (2007 : 20) mengatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan berfungsi untuk membentuk warga negara secara cerdas dan terampil, berkarakter baik serta seti kepada bangsa dan negara indonesia berdasarkan pancasila dan UUD
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di kelas VII-B SMP N 10 Mataram dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan ditemukan permasalahan yang dihadapinya antara lain : (1). Rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PKn seperti bertanya dan menjawab pertanyaan guru, (2). Rendahnya daya nalar siswa, hal ini terlihat ketika menjelaskan tentang materi baik secara lisan maupun tulis, (3). Kurangnya minat baca siswa
Hal-hal tersebut mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini kurang memberi makna pada diri siswa. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : (1). Kreatifitas bertanya kurang, (2). Kurangnya perhatian siswa pada saat kegiatan belajar mengajar, (3). Penggunaan media pembelajaran kurang optimal
Permasalahan ini tidak hanya berasal dari siswa saja melainkan dari guru juga yaitu kurangnya kemampuan dan kreatifitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran sehingga prestasi siswa berkurang. Disamping itu juga guru lebih sering memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah. Hal ini dikemukakan oleh Mukhtar Buchari (kompas, 28 feb 2003) bahwa banyak guru disekolah selama ini hanya memberikan kemampuan menghafal dan bukan kemampuan berfikir secara kreatif sehingga hasil pendidikan kita tidak mempunyai makna
Untuk mencapai tujuan dan fungsi tersebut proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan mestinya dapat membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya baik kognitif, afektif dan psikomotorik agar menjadi warga negara yang memahami, mampu menyikap dan berprilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Maka dari itu diperlukan adanya metode yang bisa membuat prestasi anak itu bisa meningkat yaitu dengan menggunakan metode Jigsaw karena dimana metode ini merupakan metode yang cukup bagus dalam meningkatkan prestasi anak
Sebagai gambaran awal, dari survey peneliti mengambil data atau nilai rata-rata ulangan harian materi pokok peraturan norma dan hukum mata pelajaran PKn pada semester I tahun pelajaran 2010 yang dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini.
Tabel 1.1 Nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran PKn pada semester I tahun pelajaran 2010
No
Materi Pokok
Nilai rata-rata
KKM
1
Norma dan Hukum
67
70
2
Proklamasi
65
70

Untuk itu peneliti mencoba mengadakan suatu Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul “ UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP N 10 MATARAM TERHADAP MATA PELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW TAHUN PELAJARAN 2011 ”   
B.       Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas peneliti dapat merumuskan bahwa “ Bagaimana Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII-B SMP N 10 Mataram Terhadap Mata Pelajaran PKn Dengan Menggunakan Metode Jigsaw Tahun Ajaran 2011 “
C.       Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-B SMP N 10 Mataram terhadap mata pelajaran PKn dengan menggunakan metode Jigsaw tahun pelajaran 2011
D.       Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.  Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, mengembangkan strategi pembelajaran dan dapat menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pembelajaran terutama pembelajaran PKn materi pokok Norma dan Hukum pada siswa kelas VII-B SMP N 10 Mataram

2.     Guru
Sebagai salah satu pedoman bagi guru dalam memilih metode pembelajaran khususnya pada materi pokok Norma dan Hukum.
`
3.     Siswa
Dapat membantu siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa  pada mata pelajaran PKn khususnya pada materi pokok Norma dan Hukum.









BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.   Deskripsi Teori
1.   Tinjauan tentang Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan pengajaran, karena dengan prestasi belajar dapat memberikan gambaran terhadap keberhasilan seorang siswa dalam belajar serta memberikan gambaran tentang keberhasilan pengajaran. Oleh sebab itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tujuan pembelajaran yang dilakukan.
Berkaitan dengan hal tersebut Suhartinah dan Hanafi (2001 : 29) menyatakan bahwa dengan mengetahui prestasi belajar, kita dapat mengetahui kedudukan siswa dalam kelas, apakah pintar, sedang atau kurang. Prestasi belajar dinyatakan dengan huruf, angka dan simbol dan pada periode tertentu, prestasi belajar siswa ditunjukkan dalam bentuk raport.
Prestasi artinya hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan. Apabila dikaitkan dengan belajar maka prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh setelah belajar. Prestasi menurut Syaiful (1999;119) diartikan sebagai hasil dari suatu  kegiatan setelah melakukan kegiatan yang telah dikerjakan, yang diciptakan, yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja baik secara individual maupun kelompok dalam kegiatan tertentu.
Ciri-ciri prestasi belajar adalah belajar membawa perubahan, perubahan yang dimaksud adalah didapatkannya kecakapan baru dan perubahan ini terjadi karena adanya usaha.
Dengan demikian prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil dari taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan pengetahuan maupun perubahan tingkah laku.
Prestasi adalah hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu (Riswan, 2008)
Winkel (1996) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. S. Nasution (1996) prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan dan diciptakan baik secara individual maupun kelompok (Djamarah : 1994 : 19)
Dari pendapat beberapa para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan seseorang dalam mencapai keberhasilan / kesempurnaan dalam kegiatan belajarnya.
Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni : kognitif, afektif dan psikomotorik, sebaliknya dikatakan prestasi belajar kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut
1)     Segi (ranah) Kognitif
Segi ini memiliki enam taraf dan memiliki tujuan yang lebih banyak berkenaan dengan prilaku dalam aspek berfikir / intelektual
a)     Pengtahuan
b)     Pemahaman
c)     Aplikasi
d)    Analisis
2) Segi (ranah) Afektif
Segi ini memiliki lima taraf atau hasil belajar yang tidak dapat dilihat bahkan diukur seperti halnya dalam bidang Kognitif, yang dapat diketahui hanya ucapan verbal serta kelakuan non verbal seperti ekspresi pada wajah, gerak-gerik tubuh sebagai indikator apa yang terkandung dalam hati siswa dan bertujuan berkenaan dengan aspek perasaan, nilai, sikap dan minat, prilaku siswa
a)     Memperhatikan
b)     Merespon
c)     Menghayati nilai
d)    Mengorganisasikan
e)     Memberi nilai
3)   Segi (ranah) Psikomotorik
Ranah ini kurang mendapat perhatian para pendidik dibandingkan dengan kedua ranah lainnya, tujuannya berkenaan dengan aspek keterampilan motorik atau gerak dari peserta didik / siswa
a)     Persepsi
b)     Set / kesiapan
c)     Respon mekanitis
d)    Respon kompleks
e)     Adaptasi
1.1  Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
a.       Faktor Intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri yaitu kecerdasan / intelegensi, bakat dan minat, motivasi
b.      Faktor Ekstern adalah faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya diluar diri siswa yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan dan masyarakat
Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.”
Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.” Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempunyai tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar terutama belajat keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil akan prestasi yang baik. Apalagi seorang guru atau orang tua memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya maka akan merusak keinginan anak tersebut.
Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang. Hampir tidak ada orang yang membantah, bahwa belajar pada bidang sesuai dengan bakat akan memperbesar kemungkinan keberhasilannya. Sesuai dengan definisi yang diutarakan oleh Crow and Crow adalah suatu kualitas yang nampak pada tingkah laku manusia pada suatu lapangan seperti musik, seni pengarang, kecakapan dalam matematika, keahlian dalam bidang mesin, atau yang lainnya. (Nurkancana dan Sumartana, 2002:190-191)
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan seseorang dalam berbagai bidang seperti dalam halnya menyanyi, menari dan belajar atau yang merupakan sesuatu yang melekat dalam diri seseorang
 Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.”
Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.”
Muhibbin (1999:135) berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.”
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar atau modal awal untuk bakat tertentu
1.2 Fungsi prestasi belajar
Menurut Masidjo (2001) ada dua fungsi prestasi belajar siswa :
a.                   Dapat `digunakan oleh guru untuk menemukan kekurangan-kekurangannya dalam pelaksanaan kegiatan program belajar mengajar
b.             Untuk dapat mengetahui sifat-sifat siswa yang sangat berguna dalam keperluan diagnosa bagi siswa-siswanya yang membutuhkan
2.  Tinjauan tentang Metode Jigsaw
Metode  jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian.
Jigsaw telah dikembangkan dan diuji coba oleh Elliot Aroson dan teman-teman dari Universitas Texas, dan diadopsi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins
Langkah-langkah pembelajaran Jigsaw
a.    Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang)
b.    Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab
c.    Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggungjawab untuk mempelajarinya, misalnya jika materi yang disampaikan mengenai norma. Maka seorang siswa dari satu kelompok mempelajari tentang makna norma, siswa yang lain dari kelompok satunya mempelajari macam-macam norma, begitupun siswa lainnya
d.   Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok ahli untuk mendiskusikannya
e.    Setiap anggota kelompok ahli setelah kembali kekelompoknya bertugas mengajar teman-temannya
f.     Pada pertemuan dan diskusi kelompok asal siswa-siswa dikenai tagihan berupa kuis individu
Gambar :2.1 ilustarai yang menunjukkan team Jigsaw (5-6 orang yang heterogen)
.            .           .
             .
.            .           .     
.            .           .
             .
.            .           .     
  .         .          .
            .
  .         .          .    
 .          .           .
            .
  .          .           .

.            .           .
             .
.            .           .     
.            .           .
             .
.            .           .     
  .         .          .
            .
  .         .          .    
 .          .           .
            .
  .          .           .

Tiap kelompok ahli memiliki satu anggota dari team asal (kelompok ahli)
Tabel 2.1 Pendekatan pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw
No
Metode Jigsaw

1.
2.
3.
4
.
5.
Tujuan Kognitif
Tujuan sosial

Struktur tim
Pemelihan topik


Tugas utama
Informasi akademik sederhana
Kerja kelompok dan kerja sama

Kelompok kerja heterogen dengan 5-6 orang anggota menggunakan pola kelompok asal dan ahli
Biasanya guru
Siswa mempelajari materi dalam kelompok ahli kemudian membentuk anggota kelompok asal mempelajari materi itu





Ciri-ciri pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw
1)    Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajarnya
2)    Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah
3)    Bilamana mungkin anggota keompok berasal dari ras, budaya, suku dan jenis kelamin berbeda-beda
4)    Penghargaan lebih berorientasi kelompok dari pada individu
Tabel 2.2 Tingkat penghargaan kelompok
Rata-rata kelompok
Penghargaan
15
20
25
Good Team (tim yang bagus)
Great Team (tim yang hebat)
Super Team (tim yang super)

Kelebihan pembelajaran kooperatif Learning Tipe Jigsaw, menurut Muslimin (2000)
1)      Dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit
2)      Dapat memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik
3)      Memberi peluang kepada siswa yang berbeda latarbelakang dan kondisi untuk saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama dan belajar menghargai satu sama lain
4)      Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi


B.  Kerangka Berpikir
Prestasi belajar merupakan hasil dari proses belajar, proses belajar yang dilalui perlu adanya motivasi dan minat. Pada umumnya siswa-siswi sekolah menengah kebanyakan minat dan motivasi belajarnya masih kurang sehingga untuk mencapai prestasi belajar sangat menurun. Motivasi dan minat sangat dibutuhkan oleh siswa karena memang dalam belajar PKn harus kita pelajari karena pelajaran ini berisi tentang norma-norma, nilai-nilai dan moral.
Karena tinggi rendahnya kadar kegiatan belajar siswa dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakna oleh guru. Adapun metode pembelajaran yang digunakan dalam penyampaian materi pelajaran sebelumnya adalah dengan metode ceramah dan diskusi, ini berarti penyajian teori lebih didominasi oleh guru yang mengakibatkan kurangnya keterlibatan atau peran aktif siswa dalam pembelajaran.
Metode pembelajaran Jigsaw ini dapat melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam belajar mencari dan menemukan sendiri pemecehan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn, sehingga pencampaian ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal dapat terpenuhi.


C.  Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian. Hipotess merupakan jawaban yang sifatnya sementara terhadap permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Hipotesis belum tentu benar. Benar tidaknya suatu hipotesis tergantung hasil pengujian dari data empiris. (Riyanto, 2001:16)
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan metode Jigsaw dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-B SMP N 10 Mataram tahun ajaran 2011


BAB III
METODE PENELITIAN

A.      Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Karena disini permasalahan yang dihadapi oleh siswa dapat terlihat langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Pada penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam beberapa siklus yang terdiri dari beberapa pertemuan (Arikunto, 2008).
Menurut Depdiknas (2005), mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang melakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.
B.      Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII-B SMP N 10 Mataram pada tahun pelajaran 2011. Kelas VII-B sendiri terdiri dari 43 orang siswa. Kondsi siswa heterogen baik dari segi prestasi, ekonomi, sosial dan sebagainya. Penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa siswa kelas VII-B memiliki masalah prestasi belajarnya masih kurang pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan dimana SMP N 10 Mataram memiliki beberapa kelas yang sangat bagus dan bersih seperti   kondisinya kelas VII-B  yang lumayan bagus. Hal tersebut diduga terjadi karena belum adanya metode pembelajaran yang tepat digunakan oleh guru untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dengan rincian : Observasi awal dilaksanakan oleh peneliti bersamaan dengan pelaksanaan PPL yakni dari bulan juli sampai dengan bulan agustus 2010, penyusunan proposal dan pengurusan izin penelitian dari bulan februari sampai bulan april 2011
C.      Faktor-faktor yang diteliti
Adapun faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah:
1.     Faktor Siswa : Melihat prestasi belajar siswa kelas VII-B pada pelajaran PKn ketika menggunakan metode pembelajaran Jigsaw
2.       Faktor guru : Melihat pelaksanaan pembelajaran yang digunakan oleh Guru seperti pembuatan RPP, Silabus, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran PKn
D.      Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanan, pelaksanaan tindakan, observasi / evaluasi dan refleksi. Keempat tahap tersebut dapat disajikan dalam bagan dibawah ini:

1.     Perencanaan
Pada tahap perencanaan dilakukan kegiatan sebagai berikut:
a.       Membuat Rencana Pembelajaran PKn (RPP)
b.      Menyiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa dan guru
c. Menyiapkan lembar kerja siswa
d. Menyiapkan tes hasil belajar dalam bentuk essay untuk mengetahui prestasi belajar siswa
2.     Pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan yaitu melaksanakna rencana pembelajaran dengan tahapan antara lain: pendahuluan, pengembangan, penerapan dan penutup dengan menggunakan metode Jigsaw
3.     Observasi atau Evaluasi
Evaluasi adalah merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan. (Suharsimi, 2004:1-2)
Observasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan tindakan yaitu : aktivitas belajar siswa dan guru dengan rencana yang telah disusun.
4.     Refleksi
Refleksi dilakukan dengan memperhatikan hasil analisis data observasi serta mengkaji kelebihan, kekurangan dan hambatan yang muncul serta untuk mendapatkan alternatif pemecahan yang terbaik. Adapun kekurangan dan hambatan selama mengikuti proses pembelajaran, selanjutnya diadakan perbaikan untuk pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus berikutnya.


E.   Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.     Lembar Observasi
Instrumen ini dirancang oleh penliti untuk mengumpulkan data mengenai kegiatan guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi yang berisi deskriptor-deskriptor dalam setiap indikator perilaku siswa dan guru yang sudah dimodifikasi yang akan diamati selama proses belajar mengajar berlangsung.
2.     Tes Hasil Belajar
Instrumen ini disusun oleh peneliti yang disetujui oleh guru dengan berpedoman pada kurikulum dan buku paket PKn. Tes hasil belajar siswa dalam bentuk essay yang diambil dari buku paket ini dibuat guna mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siwa dalam menguasai materi yang telah disampaikan.
F.   Tekhnik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data aktvitas guru dan siswa pada saat proses pembelajaran dengan menerapkan metode Jigsaw, yang dikumpulkan dengan teknik observasi atau pengamatan langsung. Adapun instrumen yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah pedoman observasi dan memberikan tes kepada siswa

Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran, maka data hasil observasi yang berupa skor diolah dengan rumus:
     A= (Sudjana,2002:20)
Keterangan :
A   = Skor rata-rata aktivitas siswa.
 = Jumlah skor aktivitas belajar seluruh siswa.
n   = Banyaknya siswa
i    = Banyaknya indikator
G.  Analisis Data
1.     Data Prestasi Belajar Siswa
Setelah memperoleh data tes hasil belajar, maka data tersebut dianalisis dengan mencari ketuntatasan belajar yang kemudian dianalisis
1.1  Ketuntasan Individu
Setiap siswa dikatakan tuntas pada proses pembelajaran dengan metode Jigsaw pada mata pelajaran PKn jika memperoleh nilai 70.
 1.2  Ketuntasan Klasikal
Untuk mengetahui prestasi belajar yang diperoleh siswa secara klasikal selama proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Dimana :
KB      = Ketuntasan belajar
P          = banyaknya siswa yang memperoleh nilai > 65
N         = banyaknya siswa
Ketuntasan belajar dikatakan tercapai jika KB > 85% (Sudjana, 2008).

H.     Indikator Penelitian
Adapun yang menjadi indikator keberhasilan tindakan kelas (classroom Action Research) adalah pencapaian prestasi dan aktivitas belajar siswa dengan ketentuan sebagai berikut:
1.     Prestasi belajar siswa dikatakan meningkat apabila ketuntasan klasikal bisa tercapai.
2.     Penerapan Metode Jigsaw dikatakan optimal apabila dalam pelaksanaannya ada RPP, Lembar Kerja Siswa dan Alat Bantu







UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP N 10 MATARAM TERHADAP MATA PELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW

0 comments:

Post a Comment


Get this widget!