Wednesday, October 17, 2012

kumpulan skripsi administrasi negara ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MEMILIH JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI TEMPAT KULIAH (PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2010/2011)


ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MEMILIH JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI TEMPAT KULIAH (PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2010/2011)

A.                     Latar Belakang
       Saat ini dunia berada dalam kondisi yang serba maju dan bebas. Kemajuan teknologi yang tidak terbatas terjadi setiap hari, menit, bahkan detik, perkembangan–perkembangan teknologi terjadi di setiap belahan dunia. Kedinamisan pergerakan kemajuan tersebut sudah merupakan tuntutan yang secara otomatis harus dipenuhi untuk memberi kemudahan bagi setiap orang. Masyarakat semakin haus akan perubahan yang lebih maju untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kebebasan berinteraksi di luar batas negara sudah menjadi prasyarat pengembangan diri, baik dalam pengertian individu maupun kelompok atau organisasi. Hal tersebut mengindikasikan persaingan yang semakin ketat. Untuk dapat berperan dan bersaing dalam kondisi dunia yang semakin maju dan bebas, pendidikan menjadi syarat mutlak. Pendidikan menjadi sarana untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan melalui pengajaran yang diberikan.
       Pada dasarnya Faktor–faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi Negara sebagai tempat kuliah diantaranya: faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi serta faktor psikologis. Hal yang paling dominan dalam hal tersebut adalah faktor keluarga, individual, pekerjaan, situasi ekonomi, motivasi, persepsi, keyakinan dan sikap serta minat.

Serta Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 20 tentang mengenai perguruan tinggi.
       Berdasarkan uraian di atas, penulis meneliti tentang faktor–faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah dan diharapkan melalui penelitian tersebut, dapat diketahui kebutuhan dan keinginan mahasiswa akan Perguruan Tinggi Khususnya jurusan ilmu administrasi negara.

B.                     Rumusan Masalah
1.      Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah?
2.      Strategi kebijakan apa yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam rangka meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru dalam 3 tahun terakhir?





C.                Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa memilih  jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah.
2.      Untuk mengetahui apa saja Strategi kebijakan yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam rangka meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru dalam 3 tahun terakhir.
D.                Manfaat Penelitian
1.      Secara akademis, hasil penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai kebulatan studi stara satu (S1) pada jurusan Ilmu administrasi Negara pada Universitas Muhammadiyah Mataram.
2.      Perguruan Tinggi, sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kualitasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan mahasiswa khususnya jurusan ilmu administrasi negara.
3.      Peneliti, membandingkan teori–teori yang telah didapatkan selama perkuliahan melalui penelitian yang dilakukan, serta mengembangkan kemampuan berpikir analisis dan kritis terhadap masalah yang ada.
4.      Calon Mahasiswa, memberikan gambaran kepada calon mahasiswa sebelum memutuskan untuk memilih salah satu jurusan sebagai tempat mengikuti perkuliahan atau untuk menuntut ilmu.


BAB II
TINJAUAN TEORI
A.                Sejarah Asal Usul Administrasi
Dalam sejarah bahwa bangsa romawi telah melahirkan ilmu administrasi yang di budayakan oleh bangsa Eropa Barat (Eropa Kontinenntal). Administrasi yang diterapkan di indonesia adalah hasil adopsi bangsa belanda yang menjadi salah satu bangsa Eropa Barat. Beberapa negara memiliki istilah administrasi, misalnya menurut bahasa Italia menggunakan kata “administrazione”, bahasa Prancis “administration” bahasa Belanda “administratie” dan bahasa Inggris “management”.
Dari segi etimologis, administrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu administrare yang berarti melayani, membantu. Sedangkan dalam bahasa Inggris, menggunakan istilah administration yang sebenarnya dari kata Ad (intesif) dan ministrare (to serve) yang berarti melayani. Akhirnya diartikan melayani dengan baik. Administrasi sendiri dapat di lihat dari 2 sudut pandang, yakni:
1.      Administrasi dalam arti sempit
Secara sempit, administrasi berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang diartikan sebagai pekerjaan tulis menulis atau ketatausahaan/kesekretarisan. Pekerjaan ini berkaitan dengan kegiatan menerima, mencatat, menghimpun, mengolah, menggandakan, mengirim, menyimpan, dan sebagainya.
2.      Administrasi dalam arti luas
Secara luas, administrasi merupakan proses kerjasama beberapa individu dengan cara yang efisien dalam mencapai tujuan sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, administrasi dipandang dari 3 sudut pengertian yakni:
a.    Sudut proses
Administrasi merupakan proses kegiatan pemikiran, penentuan tujuan, sampai pelaksanaan kerja hingga akhirnya tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.
b.    Sudut fungsi
Administrasi merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok individu maupun individu itu sendiri, sesuai dengan fungsi yang telah dilimpahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya, misalnya: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan sebagainya.
c.    Sudut institusional
Administrasi merupakan personil-personil baik individu maupun sekelompok individu yang menjalankan kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.(Dewi, 2011: 2-5).
       Dengan demikian jurusan administrasi negara fisip UMM sudah memilki progam studi yang akan mencetak individu untuk memilki skil/kemampuan pada bidang administrasi sesuai dengan penjelasan teori tentang makna administrasi.
B.                Sejarah Perkembangan Administrasi Negara Di Indonesia
Administrasi negara sebenarnya sudah ada semejak dahulu kala, seperti yang disinggung di muka dalam catatan sejarah peradaban manusia, di asia Selatan termasuk di Indonesia, Cina, dan di Mesir kuno, dahulu sudah didapatkan  suatu sistem penataan pemerintahan. Sistem penataan tersebut pada saat sekarang ini dikenal dengan sebutan administrasi negara (Dewi, 2011).
Administrasi negara modern yang dikenal sekarang ini merupakan produk dari suatu masyarakat feodal, bangsawan, dan kaum ningrat kerajaan berusaha untuk mengokohkan sistem pemerintahnya. Dengan semakin tumbuhnya perkembangan masyarakat, sentralisasi kekuasaan dan pertanggungjawaban dalam pemerintahan monarki menimbulkan suatu kebutuhan untuk mendapatkan administrator yang cakap, penuh dedikasi, stabil, dan integritas. Administrator ini pada giliranya nanti akan menjadi tenaga spesialis pada masing-masing bidang dan jabatan yang beraneka dalam tataran pemerintahan nasional. Kebutuhan akan suatu sistem mulai dirasakan, yakni suatu sistem untuk menata sentralisasi kekuasaan dan pertanggungjawaban pemerintahan (Thoha, 2005: 18).
Menurut Dewi (2011), menyatakan bahwa asal usul administrasi perjalanan dalam tumbuh kembangnya di indonesia:
1.   Tahun 1954: Edward H. Lithfield dan Allan C. Ramkin (Amerika Serikat) meneliti konsep administrasi kepegawaian di indonesia dengan mengadakan kegiatan pelatihan (training Administration on Indonesian).
2.   Tahun 1957: akhirnya pemerintah memberikan momentum pendirian lembaga Administrasi Negara ( LAN) di jakarta.
3.   Tahun 1959: Lyton K. Caldwell dan Howard Ltimn (Amerika Serikat) datang ke Indonesia memberikan motivasi pemerintah untuk mengembangkan ilmu administrasi dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
4.   Sejalan dengan proses pengembangan LAN indonesia mengizinkan berdirinya fakultas-fakultas ilmu administrasi di perguruan tinggi negeri dan swasta. Pokok bahasan yang di kaji dalam fakultas ilmu administrasi, membahas tentang :
a. Filsafat administrasi
Membahas hakikat administrasi melalui pandangan dasar, prinsip-prinsip, dan norma-norma dalam kedudukannya di lingkungan masyarakat, hubungannya dengan unsur pendukung administrasi, secara sistematis dan lebih mendalam.
b. Teori administrasi
Membahas secara ilmiah bagaimana administrasi mempengaruhi kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat tanpa memberikan komentar atau pandapat. Fungsi dari teori administrasi adalah:
1)      Pentujuk untuk mengambil keputusan/tindakan.
2)      Pentujuk menghimpun data/keterangan yang diperlukan
3)      Pentujuk memperoleh pengetahuan yang baru
4)      Alat menjelaskan karakteristik administrasi.
Membahas administrasi sebagai seni dalam penerapan sehari-hari dengan berbagai teknik/metode.
           d. Teknologi administrasi
membahas penerapan administrasi yang memanfaatkan penggunaan mesin sebagai teknologi modern seperti komputer, PDA, telepon, faximile, dan lain-lain.
Administrasi Negara (public administration) adalah suatu “Species” dalam lingkungan “genus” administrasi (administration) yang bermakna sebagai kegiatan manusia yang koperatif. walaupun demikian dewasa ini di rasa masih terdapat kesulitan untuk menjelaskan dengan kata-kata yang singkat tentang apa yang dimaksud dengan administrasi, khususnya administrasi negara. Oleh karena itu setiap usaha menyusun definisi yang ringkas selalu gagal karna administrasi negara memang memiliki aneka wajah. Dari cara pendekatanya (Pamudji, tanpa tahun : 19)
Dengan ini administrasi di Indonesia sudah mulai berkembang, baik dalam pembelajaran yang menyakut filsafat, teori, praktik, dan teknologi seperti di perguruan tinggi yang ada di Fisip UMM, dengan kata lain pemerintah sudah memiliki tenaga spesialis pada masing-masing bidang dan jabatan yang beraneka ragam dalam tataran pemerintahan nasional untuk masalah-masalah menyangkut administrasi.
C.                Faktor –faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
1.           Faktor – faktor budaya
Faktor–faktor budaya memberikan pengaruh paling luas pada keinginan  dan perilaku konsumen.
a.       Budaya (culture)
Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan susunan nilai – nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari anggota suatu masyarakat dari keluarga dan institusi penting lainnya. Menemukan produk baru yang diinginkan konsumen dapat dilakukan dengan berusaha selalu mencoba menemukan pergeseran budaya.
b.      Sub kebudayaan
Sikap kebudayaan mengandung sub kebudayaan (subculture) yang lebih kecil, atau kelompok orang – orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Subkebudayaan meliputi kewarganegaraan, agama, kelompok, ras, dan derah geografis. Banyak sub kebudayaan yang membentuk segmen pasar penting, dan orang pemasaran seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.


Hampir setiap masyarakat memilki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas–kelas sosial (social classes) adalah bagian–bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota–anggotanya mempunyai nilai–nilai, kepentingan, dan perilaku yang sama. Kelas sosial tidak ditentukan oleh satu faktor saja, misalnya pendapatan, tetapi ditentukan sebagai suatu kombinasi pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kesejahteraan, dan variabel lainnya. Dalam beberapa sistem sosial, anggota–anggota dan kelas–kelas yang berbeda menggunakan aturan– aturan tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial masyarakat. Orang–orang dalam kelas sosial cenderung menunjukkan perilaku membeli yang serupa.
       Dari hal-hal yang di atas dapat di definisikan bahwa faktor budaya sering terjadi di karnakan oleh individual dan sikap nilai-nilai dasar kehidupan, maka sering kali prilaku seseorang cendrung pada keinginan, satu kelompok, dan status tinggi. Ini lah yang menjiwai seseorang dalam memilih jurusan administrasi negara.
2.           Faktor–faktor Sosial
a.       Kelompok acuan
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok (group) kecil. Kelompok secara langsung mempengaruhi dan dimilki seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups). Beberapa di antaranya adalah kelompok primer yang memiliki interaksi reguler tetapi informal – seperti keluarga, teman – teman, tetangga, dan rekan sekerja. Beberapa di antaranya adalah kelompok sekunder, yang lebih formal dan memiliki lebih sedikit interaksi reguler. Kelompok sekunder ini mencakup organisasi – organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional, dan serikat buruh.
Kelompok acuan (reference group) berfungsi sebagai titik banding / referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. Kelompok acuan mengarahkan seseorang pada perilaku dan gaya hidup baru, mempengaruhi sikap dan konsep diri orang tersebut, dan memberikan dorongan untuk menyesuaikan diri sehingga akan mempengaruhi pilihan produk dan merek orang itu.
b.      Keluarga
Anggota keluarga dapat sangat mempengaruhi perilaku pembeli. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.
c.       Peran dan status
Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat ditetapkan baik lewat perannya maupun statusnya dalam organisasinya. Peran (role) seseorang meliputi kegiatan–kegiatan yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang–orang yang ada di sekitar individu tersebut.
Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Seseorang seringkali memilih produk yang menunjukkan status individu tersebut dalam masyarakat.
d.      Individual
Sebagian pakar menganggap bahwa setiap perilaku kelompok, termasuk yang tergolong kekerasan seperti kasus kerusuhan Heydel yang dikemukakan dalam awal bab ini selalu berawal dari perilaku individual.perilaku kekerasan yang dapat dilakukan oleh individu menurut kelompok pakar ini adalah agresivitas yang dilakukan oleh individu secara sendirian, baik secara spontan (tidak sengaja) maupun direncanakan, dan perilaku kekerasan yang dilakukan bersama orang lain.
Jika kita amati urutan peristiwa Heydel di atas, sangat boleh jadi kasus ini berawal dari faktor perilaku individual, seperti minum minuman keras, menusuk suporter pihak lawan, melawan polisi, dan mengejek suporter lawan serta saling melempari suporter lawan (oleh sekelompok kecil orang). (Sarwono, 2005: 208).
       Dalam faktor sosial sering kali mengacu pada pilihan yang berkaitan dengan orang lain jarang sekali memilih keputusan yang mendasari keinginan diri sendiri karna hanya melihat apa yang orang katakan dan hanya faktor individual saja yang memilih berdasarkan atas diri sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Itu lah dasar seseorang memilih jurusan administrasi negara karna faktor sosial.
3.           Faktor–faktor pribadi
a.       Umur dan tahap siklus hidup
Seseorang mengubah barang dan jasa yang dibeli selama hidup orang tersebut. Selera terhadap makanan, pakaian, meubel, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan usia. Pembelian juga dibentuk oleh tahap siklus hidup keluarga tahap–tahap yang mungkin dilalui keluarga sesuai dengan kedewasaan anggotanya.
b.      Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Orang pemasaran mencoba mengidentifikasi kelompok–kelompok pekerja yang memiliki minat yang rata–rata lebih tinggi pada barang dan jasa yang dihasilkan. Bahkan dapat berspesialisasi menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan satu kelompok pekerjaan tertentu.
c.       Situasi ekonomi
Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produknya. Pemasar mengamati tren pendapatan, tabungan pribadi, dan tingkat bunga. Jika indikator–indikator ekonomi menunjukkan datangnya resesi, orang pemasaran dapat mengambil langkah–langkah untuk merancang ulang, mereposisi, dan menetapkan kembali harga produk dengan cepat.
d.      Gaya hidup
Orang–orang yang berasal dari dari sub kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan dapat memiliki gaya hidup yang cukup berbeda. Gaya hidup (lifestyle) adalah pola kehidupan seseorang. Pemahaman kekuatan – kekuatan ini dengan mengukur dimensi–dimensi AIO utama kosnumen – activities (pekerjaan, hobi, belanja, olahraga, kegiatan sosial), interest (makanan, mode, keluarga, rekreasi), dan opinions (mengenai diri suatu individu, masalah–masalah sosial, bisnis, produk). Gaya hidup mencakup sesuatu yang lebih dari sekedar kelas sosial ataupun kepribadian seseorang. Gaya hidup menampilkan pola perilaku seseorang dan interaksinya di dunia.
e.       Kepribadian dan konsep diri
Kepribadian tiap orang yang bebeda mempengaruhi perilaku membelinya. Kepribadian (personality) adalah karakteristik psikologis yang unik, yang mengahsilkan tanggapan yang relatif konsisten dan menetap (lasting) terhadap lingkungan seseorang. Kepribadian biasanya diuraikan berdasarkan sifat–sifat seseorang seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi, dan agresivitas. Kepribadian dapat berguna untuk menganalisis perilaku konsumen atas suatu produk maupun pilihan merek.

4.           Faktor – Faktor Psikologis
a.       Motivasi
Seseorang mempunyai kebutuhan pada suatu saat. Ada kebutuhan biologis, yang muncul dari keadaan yang memaksa seprti rasa lapar, haus, atau merasa tidak nyaman. Kebutuhan lainnya bersifat psikologis, muncul dari kebutuhan untuk diakui, dihargai, ataupun rasa memiliki. Kebanyakan kebutuhan ini tidak akan cukup kuat untuk memotivasi orang tersebut untuk bertindak pada suatu waktu tertentu. Suatu kebutuhan akan menjadi motif apabila dirangsang sampai suatu tingkat intensitas yang mencukupi. Sebuah motif atau dorongan adalah kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan.
Adapun pengertian Yang lain tentang motivasi Adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan) (Djaali, 2009 : 101).
b.      Persepsi
Seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak. Bagaimana cara seseorang bertindak dipengaruhi oleh persepsinya mengenai situasi tertentu. Dua orang dengan motivasi yang sama dan dalam situasi yang sama mungkin mengambil tindakan yang jauh berbeda karena dua orang tersebut memandang situasi secara berdeda. Adanya perbedaan pandangan dari orang–orang untuk suatu situasi yang sama, dikarenakan semua orang belajar melalui arus informasi yang melewati lima alat indera : pelihat, pendengar, pencium, peraba, dan pengecap. Namun, masing–masing individu menerima, mengatur, dan menginterpretasikan informasi sensor syaraf ini dengan cara sendiri–sendiri.
Persepsi (perception) adalah proses di mana seseorang memilih, mengatur, dan mengintepretasikan informasi untuk membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
c.       Pembelajaran
Ketika seseorang melakukan tindakan, orang tersebut belajar. Pembelajaran (learning) menggambaran perubahan perilaku individu yang muncul karena pengalaman. Hampir semua perilaku manusia berasal dari belajar. Proses belajar berlangsung melalui drive (dorongan), stimuli (rangsangan), clues (petunjuk), responses (tanggapan), dan reinforcement (penguatan), yang saling mempengaruhi.
d.      Keyakinan dan sikap
Dengan melakukan dan lewat pembelajaran, orang – orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Pada gilirannya, kedua hal ini mempengaruhi perilaku membeli orang - orang. Suatu keyakinan (belief) adalah pemikiran deskriptif seseorang mengenai sesuatu. Orang pemasaran tertarik pada keyakinan yang dirumuskan seseorang mengenai barang dan jasa tertentu, karena keyakinan ini menyusun citra produk yang mempengaruhi perilaku membeli.
Orang–orang memiliki sikap terhadap agama, politik, pakaian, musik, makanan dan hampir setiap hal lainnya. Sikap (attitude) menggambarkan penilaian, perasaan, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang atas sebuah obyek atau gagasan. Sikap menempatkan seseorang dalam suatu kerangka pemikiran mengenai suka atau tidak sukanya akan sesuatu, mendekati atau menjauhi sesuatu.
Sikap sulit diubah. Sikap seseorang mengikuti suatu pola, dan untuk mengubah satu sikap saja mungkin memerlukan penyesuaian yang akan menyulitkan dengan sikap lainnya (Philip Kotler dan Gary Armstrong, Principle Marketing, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga 2004 : 196. (dalam kutipan www. makalahtugaspaper.blogspot.com).
e.       Minat
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitasi tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya (Djaali, 2009 : 121).

D.                Proses pembuatan Keputusan
Proses pembuatan Keputusan bukan merupakan tindakan tunggal yang terisolasi, melainkan merupakan tahapan berbentuk anyaman yang tidak dapat di pisahkan satu dengan yang lainnya. John Dewey (1910) mengajukan pandangan bahwa proses pemecahan masalah merupakan upaya menjawab pertayaan dalam tiga fase berikut: (1). Masalah yang di hadapi, (2). Alternatif-alternatif yang dimiliki, (3). Alternatif yang terbaik.
Herbert A. Simon (2006), menawarkan model pemecahan masalah sebagai berikut:
1.      Intelijen : pencarian informasi lingkungan internal dan eksternal;
2.      Desain : penentuan dan analisis langkah-langkah;
3.      Pilihan : memilih salah satu langkah untuk diimplementasikan, dengan pertimbanagan langkah tersebut paling efektif dalam mencapai tujuan pembuat keputusan.
Eilon (2006), menggambarkan proses pembuatan keputusan dalam delapan langkah berikut :
1.      Masukan informasi
2.      Analisis informasi yang tersedia;
3.      Penentuan ukuran kinerja dan biaya;
4.      Penciptaan model yang mewakili situasi keputusan;
5.      Perumusan pilihan (strategi) yang tersedia bagi pembuat keputusan;
6.      Perkiraan hasil dari setiap pilihan;
7.      Penentuan kriteria dalam memilih pilihan uang tersedia;
8.      Penetapan keputusan bagi situasi keputusan yang di hadapi.
Model yang ditawarkan baik oleh Simon maupun Eilon memberikan kerangka kerja dalam proses pembuatan keputusan, langkah-langkah tersebut perlu dipahami sebelum melakukan pembuatan keputusan. Langkah ini dapat dilakukan dengan urutan yang berbeda dan seringkali tidak selesai dalam satu siklus, melainkan merupakan interaksi yang dilakukan hingga tercapai tujuan yang diinginkan pembuatan keputusan.

E.                Prosedur Peningkatan Mutu
kegiatan peningkatan mutu dalam suatu siklus dimulai dengan pembentukan tim peningkatan mutu oleh satuan pendidikan atau dapat juga menugaskan salah satu komponen dalam struktur organisasi penjaminan mutu yang ada. Tim ini bertugas menyusun rekomendasi peningkatan mutu yang di ajukan kepada pengelola satuan pendidikan. Rekomendasi peningkatan mutu disusun berdasarkan hasil laporan monitoring dan evaluasi, evaluasi diri, dan audit mutu baik internal maupun eksternal serta memperhatikan masukan dari seluruh stakeholders. Rekomendasi ini berupa usulan tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh pengelola satuan pendidikan mencapai standar mutu yang telah ditetapkan atau usulan standar mutu baru (hasil bechmarking) yang lebih tinggi dari pada standar yang telah dicapai. Tim peningkatan mutu ini juga melakukan proses bencmarking.

F.                 Sasaran Program Studi Administrasi Negara
Sasaran progam studi Administrasi Negara Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram adalah dalam upaya menghasilkan sarjana yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan praktis dalam konsentrasi administrasi pembangunan dan kebijakan publik, sehingga menjadi aktor yang handal baik secara individual maupun secara institusional di era global.
Untuk menterjemahkan 4 (empat) butir misi progam studi ilmu administrasi negara ke dalam progam pengembangan yang implementatif, maka ditetapkan sasaran utama pengembangan progam studi ilmu administrasi negara secara menyeluruh. Dengan demikian sasaran studi ilmu administrasi negara adalah:
1.         Lama studi mahasiswa progam studi ilmu administrasi negara adalah 3,5- 4 tahun dengan indeks prestasi kumulatif minimal 3,00 yang dibekali dengan pengetahuan, sikap, ilmiah, religius, mandiri dengan kemampuan manejerial di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
2.         Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian yang unggul pada bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
3.         Mempererat kemitraan kolaboratif dengan lembaga dan stakeholder pada bidang kajian kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Metode penelitian
Jenis penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif yaitu menguraikan dengan kata-kata menurut pendapat responden, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitian, menganalisis dengan kata-kata apa yang melatarbelakangi respoden berprilaku (Husaini Usman, 2009:130).
Sedangkan pendapat lain mengatakan penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang berusaha menggambarkan obyek penelitian secara jelas dan cermat, berusaha menuturkan permasalahan dan memecahkan masalah secara sistematis (Narbuka dan Ahmadi, 2008:44).
Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang berusaha melukiskan keadaan obyek, suatu kondisi atau lingkungan tertentu untuk menggambarkan, melukiskan dan menganalisis secara umum permasalahan serta fenomena yang terjadi secara sistematis.
Dengan kata lain penelitian ini hanya menggambarkan fenomena penelitian apa adanya dari sumber data berupa tulisan, perilaku atau lisan tanpa adanya suatu uji hubungan antara variable. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa data tentang faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan administrasi negara sebagai tempat kuliah di Universitas Muhammadiyah Matram tahun 2010/2011”.

B.     Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian dilakukan pada Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram. Pengambilan lokasi tersebut merujuk pada tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara, maka obyek penelitian ditentukan berdasarkan tempat peneliti kuliah. Selain itu, mengingat di fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang menyiapkan jurusan ilmu administrasi negara dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri yang ada di kota Mataram sehingga menjadi alternatif pilihan calon mahasiswa dalam memilih jurusan sebagai tempat kuliah.

C.         Teknik Penentuan Subyek Penelitian
1.    Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 1999:57).  Adapun yang menjadi populasi di bawah ini adalah :
a. Dekan Fakultas
b. Seketaris Dekan
c. Kaprodi Administrasi Negara
d. Dosen Senior
e. Mahasiswa Administrasi Negara Angkatan Tahun 2010/2011 dan 2011/2012.
2.    Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, sedangkan teknik pengambilan sampel disebut dengan sampling (Sugiono, 1997 : 56). Pendapat lain mengatakan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Arikunto, 1993:104). Berdasarkan pendapat di atas dan mengingat keterbatasan waktu,biaya dan tenaga, maka metode penentuan subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel. Oleh karena itu yang menjadi sampel sekaligus populasi dalam penelitian ini adalah Dekan Fakultas, Seketaris Dekan, Kaprodi Administrasi Negara, Dosen Senior, dan Mahasiswa Angkatan Tahun 2010/2011 dan 2011/2012 dengan total jumlahnya yaitu 24 orang.

D.         Teknik Pengumpulan Data
Riset atau penelitian merupakan aktivitas ilmiah yang sistematis, terarah dan bertujuan, sehingga data atau informasi yang dikumpulkan harus relevan dengan persoalan yang akan diteliti. Berdasar pada metode pengumpulan data yang telah dikemukakan, diperlukan cara teknis dan operasional di lapangan untuk melaksanakan metode studi kasus dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:


1.      Observasi
Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan prilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam, dan bila respoden yang diamati terlalu besar.
2.      Wawancara
Wawancara merupakan proses interaksi dan komunikasi. Melalui wawancara dapat memperoleh informasi dengan cara bertanya baik langsung atau tidak langsung kepada responden yaitu mahasiswa jurusan ilmu administrasi negara Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram angkatan tahun 2010/ 2011 dan mahasiswa angkatan tahun 2011/2012, Dosen Senior, Ketua Prodi,  Seketariatan Dekan, Dekan Fakultas.
3.      Dokumenter dapat berupa tulisan-tulisan atau keterangan-keterangan, catatan-catatan, lembaran-lembaran dan lain-lain. Seorang ahli mengatakan pencatatan dokumenter adalah metode dimana sumber-sumber yang kebanyakan dipakai dalam menyelidiki adalah jenis dokumenter (Winarno Surachmat, 2006:123).
Berdasarkan pendapat tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pencatatan dokumenter adalah suatu cara penggunaan metode dokumenter untuk mengumpulkan data tentang strategi kebijakan fakultas dan jurusan dalam penerimaan mahasiswa baru dan analisis faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram tahun 2010/2011.


E.          Jenis Data dan Sumber Data
1.      Jenis Data
Sebagaiman tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui apa faktor–faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah tahun 2010/2011”. Menurut seorang ahli, bahwa jenis data dinagi menjadi 2 macam antara lain :
a.       Jenis data kualitatif yaitu jenis data yang di gambarkan dengan kata-kata atau kalimat dan dipisah-pisahkan menurut ategori untuk memperoleh kesimpulan.
b.      Jenis data kuantitatif yaitu jenis data eksprimen yang berjenis interval. Data kuantitatif dapat dibagi dua yaitu data dari variabel deskrit disebut data diskrit, berupa frekuensi, dan data dari variabel kuantum disebut data kuantum berupa ordinal interval, ratio.(Suharsini Arikunto, 2004:89).
Dari pendapat tersebut maka jenis data yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah jenis data-data kuanlitatif dengan mengunakan variabel yang berjenis interval yaitu faktor–faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram Tahun 2010/2011”.
2.               Sumber Data
Seluruh informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapat melalui dua cara yaitu
a.       Data primer adalah data yang dihimpun secara langsung dari sumbernya dan diolah sendiri oleh lembaga bersangkutan untuk di mmanfaatkan. Data primer dapat berbentuk opini subjek secara individual atau kelompok, dan hasil observasi terhadap karakteristik benda (fisik ), kejadian, kegiatan dan hasil suatu pengujian tertentu
b.      Data sekunder adalah sumber data yang dikutip dari sumber lain dalam bentuk dokumen seperti literatur, brosurs, dan karangan para ahli yang dianggap mempunyai hubungan dengan masalah yang diteliti serta diperoleh dari hasil proses belajar mengajar.
(Rosady Ruslan, 2010: 138).
      Dalam penelitian data primer diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi data dosen dan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik.
F.          Analisis Data
Metode analisis data merupakan langkah terpenting dalam penelitian. Dalam hal analisis data kualitatif. Bagian menyatakan, bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipaham dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain (Sugiyono, 2010: 334).



Dalam penggunaan metode analisis ini dilakukan dengan tahap sebagai berikut:
1.      Identifikasi
Identifikasi merupakan penentu atau penetapan identitas. Identifikasi yang dimaksud disini adalah identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa memilih jurusan administrasi sebagai tempat kuliah. Identifikasi tersebut juga dilakukan untuk mengetahui strategi kebijakan yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam rangka meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru.

2.      Klasifikasi
Klasifikasi berarti penyusunan bersistem di kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan (KBBI, 1993: 445). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa klasifikasi merupakan kegiatan menempatkan fakta sesuai dengan hubungan logis. Sehingga penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan administrasi sebagai tempat kuliah  dapat dapat ditempatkan hubungan antara fakta yang ada dengan penjelasan yang dilakukan oleh peneliti.


3.      Interpretasi
Tahap interpretasi atau penafsiran merupakan penjelasan atau penerangan yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian. Sehingga penafsiran yang dilakukan dapat memberikan penjelasan secara nyata sesuai dengan fakta. Dalam penelitian ini, tentu faktor yang dimaksud yaitu berkaitan dangan faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan administrasi sebagai tempat kuliah  serta strategi kebijakan yang diambil oleh jurusan dan prodi tersebut.



BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Data
1.            Gambaran Umum Universitas Muhammadiyah Mataram
       Universitas Muhammadiyah Mataram (UM. Mataram) berdiri pada tanggal 25 juli 1980 yang pengelolaanya dilakukan oleh pimpinan wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat/Majelis pendidikan dan pengajaran dan kebudayaan. Selanjutnya pembinaan dilakukan oleh yayasan perguruan tinggi Muhammadiyah sesuai dengan Akta Notaris Nomor 355 tanggal 21 Oktober 1981 dan disesuaikan dengan Akta notaris Nomor 16 tanggal 8 Agustus 1986.
       Pada awal berdiri pada tahun 1980 Universitas Muhammadiyah Mataram memiliki tiga fakultas dan enam progam studi, yaitu :
a.                   FKIP               :   Pendidikan Moral Pancasila/Civic Hukum
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
b.                   FISIPOL         :  Ilmu Administrasi Negara
   Ilmu Administrasi Niaga
Ilmu Pemerintahan
c.                   FATEK           :  Teknik Sipil
       Dengan status terdaftar sampai dengan tingkat sarjana muda, pengembangan dan peningkatan jumlah fakultas dan progam studi dilakukan oleh UM. Universitas Muhammadiyah Mataram merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta milik persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di mataram sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dan terletak di selatan kota mataram yang berada di daerah pagesangan dan mempunyai luas wilayah 50.983 m2.
       Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah UM. Mataram adalah perguruan tinggi berakidah islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah serta berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang melaksanakan serta ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Untuk itu Universitas Muhammadiyah Mataram harus mampu menjadi sumber ilmu pengetahuan serta pembentukan sumber daya manusia yang reponsif terhadap kebutuhan masyarakat agar mendapatkan dukungan dan partisipatif aktif dari pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan pengetahuan, teknologi, dan seni.

2.                   Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram (Fisip UM. Mataram) didirikan bersamaan dengan 3 Fakultas lain di lingkungan UM. Mataram 1980, yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Mataram, dengan Akte Notaris Abdurrahim, SH No. 335/1981 tanggal 24 Oktober 1981, kemudian diperbarui dengan Akte Notaris Abdurrahim, SH No. 16/1986. Peresmian berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram ditandai dengan perolehan status terdaftar dari Dirjen Dikti Depdiknas No.0171/O/1982 tanggal 10 Mei 1982, bersamaan dengan itu juga diangkat dekan pertama yaitu Drs. Arifin.
Pada awal berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan satu-satunya yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), terdiri dari 2 jurusan meliputi jurusan administrasi dengan program studi ilmu administrasi Negara dan ilmu administrasi niaga dan jurusan ilmu pemerintahan dengan program studi ilmu pemerintahan, Fakultas tersebut yang hingga saat ini menghasilkan ribuan aluminya yang telah tersebar pada berbagai dinas instansi pemerintah maupun swata di NTB, dan antara mereka tidak sedikit yang telah menjadi pejabat/pimpinan maupun selaku politisi.
Dalam perkembangan selanjutnya, Fakultas ini memperoleh status diakui dari Dirjen Depdiknas dengan Nomor 0350/O/1991 tanggal 19 Juni 1991, kemudian memperoleh status terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 02130/AK-II.1/UM8IAN/XII/1998 untuk program studi Ilmu Administrasi Negara, Nomor:02128/AkII.1/UM8ISN/XII/1998, untuk Program Studi Ilmu Administrasi Niaga, dan Nomor: 02131/Ak-II.1/UM8IMA/XII/1998 untuk Program Studi Ilmu Pemerintahan pada Tanggal 22 Desember 1998. Pada awalnya hanya memiliki 3 program studi, kemudian bertambah menjadi 5 program studi yaitu tambahan program D3 Ilmu Perpustakaan pada tahun 2002 dan program D3 Administrasi Perbankan Syariah tahun 2003
Dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2005, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram telah terjadi beberapa kali pergantian pimpinan fakultas. Dekan yang pertama Drs. Lalu Abdurracham, Drs. H. Lalu Moh. Tasim, dan saat ini dijabat oleh Drs. Abdurrahman, MM.
a.         Struktur Organisasi Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial
                   Struktur Organisasi merupakan gambaran secara sistematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang mempunyai tujuan sama bagi perusahaan agar dapat menjalankan usahanya dengan baik, lancar, efisien, menguntungkan dan dapat memberi manfaat yang banyak bagi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Ada pun struktur Organisasi Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial
Tahun 2012 sebagai berikut :
1)        Unsur Pimpinan, yaitu Dekan
2)        Unsur Pembantu Seketaris Dekan
3)        Unsur pelaksana Ialah Kepala Progam Studi
       Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial Terdiri dari Dekan, Seketaris Dekan dan beberapa perangkat di Fakultas seperti Kepala Progam Studi dan Kepala Tata Usaha sebanyak-banyaknya 4 (empat) serta jabatan fungsional. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya perangkat Fakultas harus bertanggung jawab untuk melayanin kebutuhan para mahasiswa dalam rangka mencapai mutu yang sesuai prosedur dari Universitas Muhammadiyah Mataram.Untuk memperoleh gambaran Tentang Struktur Organisasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Tahun 2012 Dapat di lihat Pada gambar Struktur di bawah ini :

Berdasarkan srtuktur organisasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik tahun 2012 diatas dapat di simpulkan nama-nama yang ada di struktur organisasi tersebut antara lain :
1.        DEKAN                                                   : Drs. H. Abdurrahman, MM
2.        SEKETARIS DEKAN                            : Drs. M. Junaidi, MM
3.        SENAT                                                    :
a.       ( ketua ) Drs. H. Abdurrahman, MM
b.      ( Seketaris) Drs. M. Junaidi, MM
Anggota :
1)       Drs. Mustamin H. Idris.MS
2)       Drs. Mintasrihardi MH
3)      Drs. Amil, MM
4)      Mardiah, S.sos, M.si
5)      Drs. Junaidi, AM.MP
6)      Drs. H. Muhammad Ali, M.si
7)      DR. Ir. Abdul Kahar AK.M.Sc.MM
8)      Rahmat Yuliawan, SE
9)      Amien Saleh, S.sos
10)  Drs. Marwan, MM
4.        KEPALA. PRODI PEMERINTAH       : Drs. Iwan Tanjung, S.ip, M.pa
5.        KEPALA PRODI NEGARA                 : Mardiah, S.sos, M.si
6.        KEPALA PRODI NIAGA                     : Drs. Alfian Hidayat, S.ip, MA
7.        KEPALA PRODI PERPUSTAKAAN  : Drs. Lubis, S.sos
8.        KEPALA TATA USAHA                      : Jaswadi
9.        KEUANGAN                                          : Ariastati, S.sos
10.    AKADEMI DAN SIMAK                     : -     Edi Junaidin
-          Surahman Hidayat, ST
11.    ADMINISTRASI                                                : -     Sri Wahyuni
-          Erna
12.    PERLENGKAPAN                                : Nur’awi

       Susunan Organisasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik :
a.       Dekan
b.      Seketaris Dekan
c.       Kepala Progam Studi, minimal ada 4 (empat)
d.      Kepala Tata Usaha disesuaikan dengan kebutuhan.
Kepala Progam Studi ada 4 yaitu :
a.         Kepala Progam Studi Ilmu Pemerintahan
b.         Kepala Progam Studi Ilmu Administrasi Negara
c.         Kepala Progam Studi Ilmu Administrasi Niaga
d.        Kepala Progam Studi Ilmu Perpustakaan
Kepala Tata Usaha ada 3 yaitu :
a.         Urusan Keuangan
b.         Urusan Akademik dan Simak
c.         Urusan Administrasi






            Berdasarkan data di atas ( Tabel 4.1 ) diketahui, bahwa di Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram tahun 2012, dikutip tanggal 03 Mei 2012, berjumlah 46 orang, 2 orang dosen kopertis, 19 dosen tetap dan 25 dosen luar biasa. Sedangkan yang sedang studi S2 sebanyak 3 orang dan yang S3 sebanyak 5 orang, nama-nama yang sedang studi lanjut dibawah ini sebagai berikut :
a.       Drs. H. Abdurrahman, MM
b.      Drs. H. Muhammad Ali, M.si
c.       Rahmat Yuliawan, SE. MM
d.      Drs. Marwan
e.       Drs. Ibrahim Abdullah, MM
f.       Ayatullah Hadi, S.IP
g.      Amin Saleh, S.sos
h.      Siti Atiks Fahmi, S.sos. M.si

Demikian hal ini juga Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram jurusan administrasi negara memiliki mahasiswa yang aktif saja, dan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah mahasiswa dapat dilihat tabel 4.2 di bawah ini :


3.                   Deskripsikan Progam Studi Ilmu Administrasi Negara
Progam Studi Administrasi Negara merupakan salah satu progam studi di lingkungan jurusan ilmu administrasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik di universitas muhammadiyah mataram yang dimana Progam Studi Ilmu Administrasi mempunyai sebuah yaitu (1) visi, (2) misi, (3) tujuan, dan (4)  Kurikulum dalam rangka untuk menjadikan lembaga pendidikan tinggi yang mandiri dan unggul berdaya saing serta mampu menghasilkan lulusan yang berakhlaq mulai. Untuk lebih jelasnya maksud dari Progam Studi Ilmu Administrasi akan dijelaskan di bawah ini :
a.              Visi Ilmu Administrasi Negara : “menjadikan Progam Studi unggulan dan pusat pengembanagan riset di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan untuk menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa.”
b.             Misi dari Progam Studi Ilmu Administrasi Negara :
1)        Menyelenggarakan pembelajaran berdasarkan pada pembagian kosentrasi manajemen pemerintah dan manajemen publik.
2)        Menyelenggarakan penelitian pada bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan ( setiap semester dosen harus memiliki penelitian minimal satu kali dalam setahun dan bila memiliki waktu dan ruang di wajibkan melakukan penelitian setiap sebulan).
3)        Menyelenggarakan pelatihan dan publikasi di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan. Dosen harus melakukan pembinaan pada staf lurah dan camat ang berkaitan tentang publik servis.
4)        Membangun kemitraan dengan berbagai lembaga dan stakeholders dalam pengembangan kajian kebijakan publik dan administrasi pembangunan. Setiap progam studi harus menjalin kerjasama dengan instansi pemerintahan dan swasta.
c.       Tujuan Progam Studi Ilmu Administrasi Negara :
1)      Menghasilkan sarjana yang memiliki kompetensi pada bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan yang kompetentif
2)      Menghasilkan riset yang berkualitas di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan dalam rangka pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
3)      Mengembangkan pelatihan dan publikasi di bidang administrasi negara dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.
4)      Menjadi pusat penegembangan kajian kebijakan publik dan administrasi pembangunan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
5)      Mengembangkan kerjasama kolaboratif dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam bidang pendidikan, riset, pelatihan, dan publikasi di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
6)      Mengembangkan sistem gugus kendali mutu ditingkat progam studi demi terciptanya Good Faculty Governance.
7)      Berperanserta mewujudkan visi misi Universitas Muhammadiyah Mataram menjadi perguruan tinggi yang unggul pada 2013.

d.      Kurikulum Progam Ilmu Administrasi Negara
Kurikulum merupakan mata kuliah yang harus di capai agar memenuhi standar strata 1 (satu) dan perangkat mata pelajaran dan progam yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidkan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan dari jurusan yang bersangkutan, Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
Kurikulum untuk mata kuliah (MK) Persemester progam studi ilmu administrasi negara ajaran baru dapat di lihat tabel dibawah ini sebagai berikut :

Tabel 4.3
Kurikulum Mata Kuliah progam Ilmu Administrasi Negara Tahun 2012

Smt
Kode MK
Nama Mata Kuliah
Bobot SKS
Unit/Jur/Fak Penyelenggara


(1)
(2)
(3)
(4)
(5)


I
SPU 01U
Pendidikan Agama Islam
2
Universitas


SPU 18F
Aplikasi Komputer dan Sofware
2
Fakultas


SPU 06U
Kemuhammadiyahan
2
Universitas


SPU 04U
Pendidikan Pancasila
2
Universitas


SPU14F
Bahasa Inggris I
2
Fakultas


SPU11F
Pengantar Sosiologi
2
Fakultas


SPU 08F
Pengantar  Ilmu Politik
3
Fakultas


SPU17F
Dasar-Dasar Logika
3
Fakultas


SPA21J
Pengantar Ilmu Adm. Negara
3
Jurusan


Total  SKS                                                                                   21


II
SPU02U
Pendidikan Agama Islam II
2
Universitas


SPU 16F
Asas-Asas Manajemen
3
Fakultas


SPU 15F
Bahasa Inggris II
2
Fakultas


SPA 22J
Pengantar Statistik Sosial
3
Jurusan


SPU 12F
Sistem Politik Indonesia
3
Fakultas


SPA 23J
Teori Organisasi
3
Jurusan


SPU 05U
Pendidikan Kewarganegaraan
2
Jurusan


SPA 33J
Kepemimpinan Publik
3
Jurusan


SPU19F
Komputer Perkanoran I
3
Fakultas


Total  SKS                                                                                    24


III
SPU03U
Pendidkan Agama Islam III
2
Universitas


SPA 55P
Perilaku Organisasi
3
Jurusan


SPA 24J
Teori Administrasi Negara
3
Jurusan


SPA 27J
Akuntansi  Publik
3
Jurusan


SPA 32J
Birokrasi Indonesia
3
Jurusan


SPA 26J
Kebijakan Publik
3
Jurusan


SPA 35J
Manajemen SDM
3
Jurusan


SPU 09F
Metode Penelitian Sosial
3
Fakultas


Total SKS                                                                                     23


IV
SPA 41J
Sistem Ekonomi Indonsia
3
Jurusan


SPA 37J
Network Planning
3
Jurusan


SPU 10F
Metode Penelitian Sosial II
3
Jurusan


SPU 20F
Komputer Perkantoran II
3
Jurusan


SPA  34J
Administrasi Keuangan Negara
3
Jurusan


SPA 26J
Etika Administrasi Negara
3
Jurusan


SPA 30J
Organisasi Adm. Internasional
3
Jurusan


SPA 38J
Publik relation
3
Jurusan


Total SKS                                                                                    24


  1. KONSENTRASI ADMINISTRSI PEMBANGUNAN



V
SPA 49K
Administrasi Pembangunan
3
Konsentrasi AP
SPA 50K
Pembangunan Perkotaan
3
Konsentrasi AP
SPA 51K
Pembangunan Parawisata
3
Konsentrasi AP
SPA 52K
Pembangunan Pertanian
3
Konsentrasi AP
SPA 53K
Pembangunan Pedesaan
3
Konsentrasi AP
SPA 54K
Perencanaan Pembangunan
3
Konsentrasi AP
SPA 25J
Etika Administrasi Negara
3
Konsentrasi AP
SPU 13F
Sistem Hukum Indonesia
3
Konsentrasi AP
Total SKS

24


B.   KONSENTRASI KEBIJAKAN PUBLIK



SPA 43K
Analisis Kebijakan Publik
3
Konsentrasi KB

SPA 44K
Study Implementasi Kebijakan
3
Konsentrasi KB

SPA 45K
Evaluasi Kebijakan Publik
3
Konsentrasi KB

SPA 46K
Formulasi Kebijakan Publik
3
Konsentrasi KB

SPA 47K
Kebijakan Fiskal
3
Konsentrasi KB

SPA 48K
Analisis Dampak Sosial
3
Konsentrasi KB

SPA 25J
Etika administrasi Negara
3
Konsentrasi KB

SPU 13F
Sistem Hukum Indonesia
3
Konsentrasi KB

Total SKS

24

VI
SPA 39J
Seminar Masalah Administrasi
3
Jurusan
SPA 40J
Negara Magang/ PKL
4
Jurusan
SPU07U
KKN
4
LPM

Total SKS
11

VII
SPA 42J
Sistem Sosial Budaya Indonesia
3
Jurusan
SPA 28J
Teori Pembangunan
3
Jurusan
SPA 31J
Sistem informasi Manajemen
3
Jurusan
SPA 29J
Hukum Administrasi Negara
3
Jurusan
SPA 56J
Isu dan Kebijakan Otda
3
Jurusan
SPA 57J
Kebijakan Kependudukan
3
Jurusan
SPA 58J
Manajemen Perubahan Bencana
3
Jurusan
SPN 36J
Perbandingan Ilmu Adm. Negara
3
Jurusan

Total SKS                                                                              23
VIII
SPA 59J
SKRIPSI
6
Jurusan

TOTAL SKS
150








Sumber Data : Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram
       Bersdasarkan di atas ternyata fakultas ilmu sosial dan ilmu politik pernah melakukan pergantian kurikulum selama satu kali pada tahun 2010 untuk meningkatkan kualitas pendidikan pembelajaran pada progam studi Ilmu administrasi negara.
B.            Analisis Data
1.                  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Memilih Jurusan Administrasi Negara
          Berdasarkan hasil dari penelitian yang di lakukan terhadap beberapa respoden melalui wawancara kepada mahasiswa angkatan 2010/2011 dan 2011/2012 terkait dengan faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan administrasi negara ada beberapa faktor utama dari setiap keputusan yang di ambil dan di dapat dari respoden yaitu faktor individual, peluang kerja, minat dan keluarga, dari uraian tersebut dapat dikemukakan mengenai karakteristik dari responden sebagai berikut :
a.       Faktor individual
       Individual merupakan salah satu dimana seseorang mengambil keputusan berdasarkan diri sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun maupun lingkungan karna itu variabel ini sangat berpengaruh terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan administrasi negara adalah sebagai berikut :
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april 2012 dengan Amrul Fahmi angkatan 2011/2012 memilih faktor individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa keputusan yang diambil di karenakan di daerah tempat tinggal sangat minim sekali ilmu pengetahuan tentang administrasi negara  untuk itu aku mengambil jurusan tentang administrasi agar dapat untuk memperbaikin birokrasi.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Asri Bahktiar angkatan 2011/2012 memilih faktor individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa keputusannya mengambil jurusan administrasi negara bahwa untuk bisa masuk instansi pemerintah karena ingin mencari suasana baru dalam arti mencari pengalaman.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Amrul Hadi angkatan 2011/2012 memilih faktor individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa dirinya terjebak karena tidak ada pilihan lain karena tidak ada lagi tempat mengambil jurusan yang berkaitan dengan instansi birokrasi dan  hanya dapat informasi ternyata universitas muhammadiyah mataram memiliki jurusan yang berkaitan dengan instansi pemerintah dan memiliki status baik dan terkenal di masyarakat yang menyebabkan mahasiswa memilih menjadikan sebagai tempat kuliah.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Habib Tantowi angkatan 2010/2011 memilih faktor individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa dirinya tidak lulus jurusan yang lain sehingga menyebabkan memilih jurusan yang lain karena tidak ada pilihan lagi yang membuat memilih keputusan tersebut akan tetapi semua itu berkaitan tentang jurusan instansi pemerintah.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Husnul Azmi angkatan 2010/2011 memilih faktor individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa karena gak mau jadi guru ataupun yang lain asalkan berkaitan dengan jurusan perkantoran.
       Berdasarkan uraian di atas dan temuan di lapangan memberikan gambaran bahwa faktor individual yang di maksud ternyata sebagian mahasiswa memilih jurusan administrasi negara sebagai tempat kuliah karena universitas muhammadiyah mataram memiliki jurusan yang berkaitan dengan instansi birokrasi dan memiliki status baik di masyarakat, dari semua hal itu menjadikan pilihan seseorang mengambil keputusan berdasarkan diri sendiri tanpa pilihan dari orang lain.
b.      Faktor peluang kerja
       Peluang kerja merupakan dimana seseorang di butuhkan bekerja untuk menjalankan sebuah usaha itu tetapi tergantung dari seseorang memanfaati peluang tersebut karna itu variabel ini sangat berpengaruh terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan administrasi negara adalah sebagai berikut :
Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Harith Abdullah angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja sebagai faktor utama antara lain :
1)        Banyaknya sarana dan prasarana yang kurang akibat dari SDM yang belum memahami ilmu administrasi.
2)        Sebagian di daerah masih kurang ilmu administrasi negara yang menyebabkan peluang kerja ini cukup pesat.
3)        Semua kalangan instansi pemerintah dan swasta masih banyak yang membutuhkan yang berkaitan administrasi.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Husnul Khotimah angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja sebagai faktor utama antara lain :
1)      Setiap instansi pasti selalu membutuhkan karena berkaiatan dengan administrasi negara yang menjadikan sebuah peluang.
2)      Sebagian daerah sistem administrasi masih sangat kurang yang mengerti tentang administrasi negara sehingga menjadikan faktor terjadinya peluang terhadap SDM.
3)      Instansi swasta dan pemerintah setiap tahun membutuhkan peluang kerja yang berkaitan tentang administrasi negara.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Tuti Halawiyah angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja sebagai faktor utama antara lain :
1)      Sebagian masyarakat tidak mengetahui begitu luasnya peluang kerja untuk administrasi negara sehingga menjadikan persaingan semakin kecil.
2)      SDM setiap daerah masih kurang ilmu pengetahuan tentang administrasi negara sehingga membuka peluang kerja untuk jurusan administrasi negara.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Nurdin angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja sebagai faktor utama mengatakan bahwa di kalangan instansi birokrasi masih banyak sangat membutuhkan peluang kerja untuk administrasi negara karena minimnya ilmu pengetahuan tentang administrasi setiap daerah.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Dezzy Tanca Perdana angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja sebagai faktor utama mengatakan bahwa peluang kerja administrasi setiap tahun ini cukup pesat di karenakan pemerintah dan swasta sedang melakukan pembangunan kantor-kantor yang akan berakibat terjadinya sebuah peluang, apalagi ini merupakan instansi pemerintah dan swasta selalu berkaitan dengan ilmu administrasi negara.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Kalam Firman angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja sebagai faktor utama di karenakan administrasi negara sangat luas untuk peluang kerjanya yaitu kecamatan, kelurahan, instansi swasta, hukum, dan politik, maka dari pada itu peluang kerja cukup banyak untuk jurusan administrasi negara.
       Berdasarkan hasil penelitian dapat memberikan gambaran bahwa faktor peluang kerja terhadap mahasiswa dalam memilih keputusan dikarenakan setiap daerah dan instansi birokrasi masih banyak yang membutuhkan administrasi negara bukan itu saja masih banyak SDM belum mengerti tentang administrasi sehingga pelung kerja sangat terbuka lebar karena pendidikan yang sangat kurang dalam hal administarsi.
c.       Faktor Minat
       Minat merupakan sesuatu hubungan dengan diri sendiri dengan adanya ketertarikan terhadap temuan yang belum di mengerti yang membuat seseorang penasaran ingin mengetahui karena Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Pada dasarnya minat rasa saling suka dan aktivitas tanpa ada yang menyuruh karna itu variabel ini sangat berpengaruh terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan administrasi negara adalah sebagai berikut :
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Alwan Wijaya angkatan 2011/2012 memilih faktor Minat sebagai faktor utama sebagai berikut :
1)        Ingin mengethui apa itu ilmu administrasi negara
2)        Ilmu-ilmu apa saja yang di ajarkan dalam administrasi negara
3)        Administrasi negara juga bisa berkecipung di dunia kerja yang cukup luas karena bersangkutan dunia perekonomian dan perkantoran.
       Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Yudi Mariadi angkatan 2011/2012 memilih faktor Minat sebagai faktor utama mengatakan bahwa saya masuk mengambil jurusan administrasi negara ingin menegetahui apa isi dari pembelajaran administrasi negara karena setahu dari informasi administrasi pasti akan mengarah ke perkantoran tetapi malahan bisa  terjun ke arah lain dan ingin juga mengetahui berkecipung dimana saja administrasi dalam dunia pekerjaan.
      Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Dewi Yulianti 2010/2011 memilih faktor Minat sebagai faktor utama mengatakan bahwa administrasi negara sering di jumpai di daerah tempat tinggal yang membuat dirinya berminat ingin sekali mengambil jurusan administrasi negara, bukan itu juga di sebagian keluarga banyak yang bekerja di instansi perkantoran.
      Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Layam 2010/2011 memilih faktor Minat sebagai faktor utama mengatakan bahwa berdasarkan dari keputusan sendiri dari sejak kecil karena ingin sekali berkecipung di dunia perkantoran.
      Berdasarkan hasil di atas peneliti dapat uraikan bahwa faktor minat sering kali di karenakan beberapa  hal yaitu  rasa ingin mengetahui bagaimana ilmu administrasi dalam penerapan pembelajaran serta banyak daerah-daerah bekerja di instansi birokrasi yang membuat mahasiswa juga ingin masuk ke instansi. mahasiswa juga ingin sekali bisa mengetahui ke arah mana saja administrasi itu karena sebagian orang hanya memahami bahwa jurusan administrasi itu selalu berkecipung di dunia perkantoran padahal admnistrasi mempunyai potensi yang cukup luas, untuk itulah mahasiswa memilih jurusan administrasi negara sebagai tempat kuliah.
d.      Faktor Keluarga
       Keluarga merupakan sekelompok unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan satu sama lain karna itu variabel ini sangat berpengaruh terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan administrasi negara adalah sebagai berikut :
       Hasil wawancara pada tanggal 01 mei dengan Riana 2010/2011 memilih faktor Keluarga sebagai faktor utama mengatakan bahwa pihak keluarga dan pamanya semua menyuruh ambil jurusan administrasi negara karena ilmu yang di pelajarin menyangkut perkantoran dan urusan instansi birokrasi.
       Hasil wawancara pada tanggal 01 mei dengan arjono 2011/2012 memilih faktor Keluarga sebagai faktor utama mengatakan bahwa sebagian dari keluarga memberi support terhadap jurusan administrasi karena di setiap instansi birokrasi pihak keluarga bekerja dan sekalian saya ingin membantu untuk memperbaikin tata cara dalam pengurusan administrasi negara.
       Hasil wawancara pada tanggal 01 mei dengan Ayu Azmi 2011/2012 memilih faktor Keluarga sebagai faktor utama mengatakan bahwa jurusan administrasi negara mendapatkan dorongan dari keluarga karena sebagian besar bekerja pada instansi bank.
       Hasil wawancara pada tanggal 01 mei dengan Rony Saputra angkatan 2011/2012 memilih faktor Keluarga sebagai faktor utama mengatakan bahwa pihak keluarga ingin sekali bisa bekerja pada bidang perkantoran seperti di kelurahan dan bisa memperbaikin sistem administrasi di tempat daerah yang sedang kekurangan dalam memperbaikin administrasi.
       Berdasarkan hasil penelitian bisa dapat di ambil kesimpulan ternyata pihak keluarga bisa juga menjadi faktor terhadap keputusan mahasiswa karna dorongan yang kuat dari keluarga dan juga sebagian keluarga banyak yang bekerja pada bidang perkantoran yang membuat mahasiswa tertarik mengambil jurusan administrasi negara.

2.                  Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan Dalam Penerimaan Mahasiswa
       Berdasarkan hasil dari penelitian yang di lakukan terhadap beberapa respoden melalui wawancara terhadap beberapa orang yang ada di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik terkait Strategi kebijakan apa yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam rangka meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru dengan melakukan  penjabaran visi, misi, dan tujuan dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik.
        Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012 dengan Dekan Fakultas Drs. H. Abdurrahman, MM Mengatakan bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a.         Melakukan kerja sama dengan sejumlah SLTA se NTB, dengan melakukan upaya promosi yang menjelaskan langsung pada calon-calon mahasiswa di sekolah dengan upaya memberikan penjelasan langsung apa-apa yang menjadi keunggulan dari sejumlah prodi yang ada baik yang menyangkut peluang kerja, maupun kosentrasi unggulan yang di tawarkan.
b.         Meningkatkan kualitas pelayanan, dengan jalan meningkatkan kualitas dosen, dimana pada tahun 2007 kondisi dosen Fisipol yang berpendidikan SI 85,71 % sedangkan S2 baru mencapai 14,28 %, karena itu sekarang ini berubah menjadi S2 sebanyak 16 orang (69,56 %), S3 sebanyak 1 orang (4,34 %) dan yang sedang studi lanjut S3 1 orang (4,34 %) sehingga kondisi dosen yang masih tinggal 3 orang (13,04 %). Untuk Tahun 2012 ada 4 orang (17,39%) dan dosen yang S3 juga sedang studi lanjut.
c.         Membuat regulasi, tentang di wajibkanya mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan minimal 75% hasilnya menunjukan terjadinya peningkatan motivsi mahasiswa unutk tetap aktif mengikuti proses pembelajaran dengan benar, jika tidak mahasiswa yang bersangkutan tidak di perkenankan untuk mengikuti ujian akhir semester. Dengan surat keputusan nomor : 117/II.3.AU/SK.D/I/2009 dari dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
d.        Manambah fasilitas/ sarana pembelajaran berupa pemasangan LCD di masing-masing ruang kuliah untuk mempermudah pelayanan proses pembelajaran. Semua biaya untuk pemasangan LCD di lakukan oleh pihak Universitas dan keputusan di ambil dari hasil rapat pimpinan bersama.
e.         Adanya fasilitas internet area untuk mempermudah bagi mahasiswa melakukan akses data, dengan ini mempermudah bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri.( untuk membukanya cukup buka login  proxy.unmuh.net )
f.          Peningkatan aktivitas kemahasiswaan sebagai ajang proses pendidikan manajemen dan kepemimpinan di kalangan organisasi kemahasiswaan.
g.         Semua prodi telah terakreditasikan oleh badan akreditasi nasional perguruan tinggi (BAN. PT).
       Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012 dengan Seketaris Dekan Fakultas Drs. M. Junaidi, MM Mengatakan bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a.         Meningkatkan kualitas dosen
Dalam hal ini tingkat pendidikan dosen harus di tingkatkan agar proses perkulihan menjadi sistematis karna berpegaruh pada kegitan pembelajaran pada mahasiswa
b.         Mengadakan dan melengkapi sarana dan prasana serta fasilitas
Dengan meningkatkan fasilitas pada semua perkuliahan akan menghasilkan mahasiswa yang kompeten dan juga demi kelancaran proses perkuliahan.
c.         Menigkatkan kualitas proses akademik, yaitu
1)        Menumbuhkan kultur pendidikan.
2)        Meningkatkan kualitas penelitian.
3)        Meningkatkan kualitas pengabdian pada masyrakat.
4)        Mengembangkan kajian bidang ilmu sosial dan politik, administrasi dan manajemen publik, ilmu ekonomi, digital library dan perpustakaan online serta yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
d.        Memantapkan sistem manajemen organisasi fakultas
Dengan cara ini akan membuat sistem pelayanan yang berada di fisipol teratur, serta memiliki kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi progam dalam rangka meningkatkan sistem pelayanan terhadap mahasiswa maupun yang lain.
       Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012 terhadap Kepala Progam Jurusan atas nama Mardiah. S.Sos., M.Si Mengatakan bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a.       Lembaga Perencanaan
Lembaga yang mengatur kegiatan dalam mempromosikan kampus Universitas Muhammadiyah Mataram pada menjelang progam tahun ajaran baru. ( Lembaga Panitia Promosi Uuniversitas Muhammadiyah Mataram )
b.      Meningkatkan sarana dan prasarana seperti fasilitas ruangan yang memadai, internet, lap, dan perpustakaan.
c.       Memperbaruhi mutu maksudnya menjamin status akreditasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik setiap priode. bukan itu saja kinerja setiap dosen dan pegawai pelayanan harus di tingkatkan agar sistem perkuliahan berjalan yang diinginkan oleh pihak fakultas.

d.      Kerja sama antar lembaga
Untuk mempermudah seluruh mahasiswa dalam mencari peluang kerja karna baik pihak fakultas maupun progam studi dengan stakeholder dan lembaga/instansi pemerintah telah bekerja sama.
e.       Evaluasi kurikulum/ perubahan kurikulum
Untuk mengetahui pendidikan apa yang harus di tempuh karna setiap tahun terjadi perubahan pada sistem pendidikan tergantung dari perubahan dari sistem pendidikanya dan terhadap kebutuhan lapangan pekerjaan.
f.       Peningkatan mutu tenaga pelayanan
Untuk meningkatkan kinerja sistem permatakulihaan terhadap kegiatan mahasiswa untuk itu dosen dan karyawan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik harus cepat, mudah, jelas, dan informatif terhadap pelayanan.
g.      Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa yaitu Himpunan mahasiswa progam studi yang melakukan kegiatan beberapa kegiatan seperti :
1)      Seminar ( untuk meningkatkan keorganisasian).
2)      Bedah buku ( untuk memilih buku apa saja yang di perlukan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran).
3)      Kuliah tambahan ( seperti sertifikasi al.quran ).
       Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012 terhadap Dosen Administrasi Negara yang bernama Drs. Junaidy AM,MP Mengatakan bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a.       Penyebaran brosur Universitas Muhammadiyah Mataram setiap ajaran baru.
Memberi informasi kepala calon mahasiswa tentang ilmu administrasi negara ( Lembaga Panitia Promosi Uuniversitas Muhammadiyah Mataram ).
b.      Mengajak kerja sama antar lembaga instansi swasta dan pemerintah untuk lapangan pekerjaan.
       Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012 dengan Drs. Amil, MM Mengatakan bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a.       Ketersedian fasilitas penunjang seperti ruang kuliah dan media pembelajaran.
b.      Ketenagakerjaan tenaga dosen yang berkualitas.
       Berdasarkan hasil dari bebrapa respoden dapat di simpulkan bahwa ternyata fakultas ilmu sosial dan ilmu politik melakukan strategi dan langkah-langkah dalam meningkatkan penerimaan mahasiswa ajaran baru seperti meningkatkan kualitas kinerja baik karyawan dan dosen agar proses pembelajaran terhadap kuliah berjalan lancar serta memperbaruhi mutu pendidkan dan kurikulum setiap periode agar menjamin status akreditasi.
       Dengan kata lain akan meningkatkan skill setiap mahasiswa yang dapat membuat minat lembaga dan instansi untuk mengambil mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terhadap kebutuhan lapangan pekerjaan, bukan itu saja fasilitas seluruh perkuliahan harus nyaman dan memiliki beberapa sistem pendukung yaitu internet, perpustakaan, dan media pembelajaran.
       Dalam hal ini juga pihak fakultas ilmu sosial juga melakukan kerja sama antar lembaga untuk menegembangkan kebutuhan lapangan pekerjaan yang sangat berguna untuk mahasiswa. Mahasiswa pun memiliki kegiatan keorganisasian dalam meningkatkan gaya kepemimpinan untuk mengembangkan imajinasi pengembangan entrepenur seseorang.


BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.         Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih progam studi ilmu Administrasi Negara Sebagai Tempat Kuliah adalah sebagai berikut :
a.       Faktor individual yaitu dimana seseorang mengambil progam studi ilmu administrasi negara berdasarkan tanpa ada paksaan dari siapapun maupun lingkungan.
b.      Faktor peluang kerja yakni dimana seseorang di butuhkan bekerja untuk menjalankan sebuah usaha itu tetapi tergantung dari seseorang memanfaati peluang tersebut. Peluang kerja ternyata dapat mempengaruhi mahasiswa memilih progam ilmu administrasi negara karna setiap individu menginginkan untuk bisa bekerja baik di lembaga instansi swasta maupun pemerintah.
c.       Faktor minat sesuatu hubungan dengan diri sendiri dengan adanya ketertarikan terhadap temuan yang belum di mengerti yang membuat seseorang penasaran ingin mengetahui karena Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Pada dasarnya minat rasa saling suka dan aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat mahasiswa terhadap jurusan Administrasi Negara karna ingin mengetahui apa saja yang di pelajarin terhadap progam ilmu administrasi negara.
d.      Faktor Keluarga merupakan sekelompok unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan satu sama lain. faktor keluarga sering kali menjadi setiap pilihan mahasiswa karna mengikuti arus lingkungan yang telah di tentukan oleh keluarga yang menjadikan dorongan kuat untuk mahasiswa memilih progam ilmu administrasi negara
2.         Adapun Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru yaitu dengan melakukan beberapa hal seperti melakukan kerja sama bersama lembaga perencanaan dalam mempromosikan Universitas Muhammadiyah Mataram Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terhadap masyarakat dan para calon-calon mahasiswa, serta meningkatkan kualitas pelayanan yang menyangkut sarana dan prasana agar membuat mahasiswa tertarik untuk mengambil studi di Universitas Muhammadiyah Mataram Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, pihak fakultas dan jurusan juga harus meningkatkan kinerja dosen, akademik, karyawan dalam urusan administrasi,  dan semua status sudah akreditasi secara priode, memberikan mahasiswa untuk berorganisasi dalam meningkatkan kepemimpinan dan manajemen yang akan menambah wawasan dan pengalaman setiap mahasiswa. Dengan ini akan memberikan pengaruh besar terhadap keinginan masyarakat untuk masuk di fakultas ini.
B.     Saran
       Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan menyadari masih banyak kekurangan sehingga kami menyaranakan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Kepada para peneliti lain disarankan agar hasil penelitian ini dapat dimanfatkan sebagai acuan. Acuan dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai pengambilan keputusan yang benar, serta bisa diguanakan untuk mahasiswa dalam memilih setiap jurusan yang ada.
2.      Untuk menjadikan dasar terhadap fakultas dalam penerimaan mahasiswa baru untuk selalu memperhatikan apa saja yang di butuhkan oleh mahasiswa agar tetap berkeinginan memilih masuk di fakultas ini.




DAFTAR PUSTAKA
BUKU :

Alma, Buchari. 2009.”Manajemen Pemasaran”. Bandung: Alfabeta
Alma, Buchari. 2010.”Pengantar Bisnis”. Bandung: Alfabeta
Amil dkk. 2011. “Buku Pedoman Badan Penjamin Mutu Akademik: Pedoman Evaluasi dan Monitoring”. LPM Universitas Muhammadiyah Mataram.
Arikunto, S. 2006.”Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek”. Jakarta: Rineka Cipta
Basyaib, Fahmi. 2006. Teori Pembuatan Keputusan. Jakarta: PT Grasindo.
Buku Pedoman 2011-2012. Universitas Muhammadiyah Mataram.
Dewi, Irra Chrisyanti. 2011. Pengantar Ilmu Administrasi. Jakarta: PT Prestasi    Pustakaraya.
Djaali. 2009. Psikologis pendidikan Jakarta. Jakarta : PT Bumi Angkasa
Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2001. “Principles of Marketing, diterjemahkan oleh Damos Sihombing M.B.A, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga, Jakarta
Ruslan, Rosady. 2003.”Metode Penelitian: Public Relations dan Komunikasi”. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
S. Pamudji. Tanpa tahun. Ekologi administrasi Negara Jakarta”. Bumi Aksara.
Sarwono, Sarlito Wirawan. 2005. “Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan      Teknologi Terapan. Jakarta: balai pustaka.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,   Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Thoha, Miftah. 2005. Dimensi-Dimensi Prima:Ilmu Administrasi Negara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Winarno Surakhmad. 2004. “Pengantar interaksi belajar mengajar, dasar dan teknik metodelog. Bandung. tarsito

Sumber lainnya :
·         Buku Pedoman Badan Penjamin Mutu Akademik Universitas Muhammadiyah Mataram Tentang Pedoman Evaluasi Dan Monitoring Kata Pengantar Amil-Syafril-Zakaria Anshri-Hamdi Tanggal 15 Juni 2011
·         Buku Pedoman Akademik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram 2012-2015 Kata Pengantar Dekan Tanggal 03 Januari 2012

SEMOGA BERMANFAAT 


ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MEMILIH JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI TEMPAT KULIAH (PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2010/2011)

1 comments:

Anonymous said...

like itt...

Post a Comment


Get this widget!